Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Ciri-Ciri Janin Meninggal dalam Kandungan yang Harus Mom Waspadai

ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan

Menjaga kehamilan tetap sehat hingga persalinan merupakan tantangan bagi semua Mommil. Tidak semua Mommil dapat menjalankan kehamilan tanpa keluhan, bahkan Mommil juga berisiko mengalami komplikasi kehamilan yang dapat mengancam nyawa Mommil ataupun janin. Salah satunya adalah stillbirth atau janin meninggal dalam kandungan.

Tentu semua Mommil tidak menginginkan kondisi janin meninggal dalam kandungan ini terjadi, maka dari itu penting bagi Mommil untuk mengetahui ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan dan juga penyebab terjadinya stillbirth.

https://kehamilansehat.com/id/form-artikel/

Segeralah kunjungi bidan atau dokter kandungan jika Mommil mengalami gejala atau ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan, agar Mommil bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengertian Janin Meninggal dalam Kandungan

Janin meninggal dalam kandungan disebut juga dengan stillbirth yakni kondisi ketika janin meninggal saat masih berada dalam kandungan setelah usia kehamilan di atas 20 minggu. Kondisi ini berbeda dengan keguguran, karena keguguran adalah berhentinya kehamilan secara spontan sebelum kandungan menginjak usia kehamilan 20 minggu.

Berdasarkan WHO, stillbirth dibagi menjadi 3 sesuai usia kehamilan, yaitu sebagai berikut:

  1. Early stillbirth atau stillbirth awal : ketika janin meninggal di usia kehamilan 20 hingga 27 minggu
  2. Late stillbirth atau stillbirth akhir : ketika janin meninggal di usia kehamilan 28 hingga 36 minggu
  3. Stillbirth : yakni ketika janin meninggal di usia kehamilan di atas 37 minggu

Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan

Sejauh ini, penyebab  janin meninggal dalam kandungan belum bisa diketahui secara pasti, namun ada beberapa kemungkinan yang dapat meningkatkan risiko janin meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Beberapa kemungkinan penyebab janin meninggal dalam kandungan antara lain sebagai berikut : 

Kelainan bawaan : seperti kondisi genetik atau kondisi jantung meningkatkan risiko janin meninggal dalam kandungan

Kondisi medis pada Mommil :  Memiliki kondisi kesehatan kronis, seperti diabetes, autoimun, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat meningkatkan kemungkinan janin meninggal dalam kandungan.

Janin terlilit tali pusat : Kondisi seperti tali pusat melilit tubuh atau leher janin dapat menghalangi janin mendapatkan cukup oksigen sehingga menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan.

Gangguan plasenta : Mengalami gangguan plasenta misalnya solusio plasenta atau plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan saat hamil. Sehingga hal ini berisiko menjadi penyebab janin meninggal dalam kandungan.

Baca Juga : Kenali Berbagai Gangguan Plasenta

Infeksi kehamilan : Jika Mommil terkena infeksi dari virus, parasit, bakteri atau patogen (kuman) lainnya akan berdampak dan menjadi penyebab hingga 50% janin meninggal dalam kandungan di negara berkembang. 

Cedera perut : Apabila Mommil mengalami kecelakaan atau cedera berat pada bagian perut cukup parah, akan terjadi perdarahan saat hamil. Kondisi ini bisa menyebabkan stillbirth.

Ciri-Ciri Janin Meninggal dalam Kandungan

Berikut ini ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan yang perlu Mommil ketahui supaya dapat antisipasi jika merasakan salah satu atau semua ciri-cirinya.

Mommil tidak merasakan gerakan janin

Mommil umumnya dapat merasakan janin sejak usia kehamilan 16 minggu, namun kebanyakan orang biasanya merasakan gerakan tersebut antara minggu ke-16 dan ke-20, dan ada pula yang lebih lambat dari itu.

Jika Mommil merasakan gerakan janin yang melemah atau tidak bergerak sama sekali, Mommil wajib waspada dan segera kunjungi dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi janin dalam kandungan karena salah satu ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan yaitu janin tidak bergerak.

Kram perut yang hebat

Merasakan kram perut saat hamil memang menjadi salah satu keluhan yang umum terjadi, namun jika kram perut yang Mommil rasakan terjadi terus-menerus dan semakin parah bisa jadi ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan.

Terjadi pendarahan

Mengalami pendarahan saat hamil bisa menjadi tanda bahaya, salah satunya yaitu menjadi ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan, terlebih jika pendarahan yang Mommil alami terjadi secara terus-menerus dan darah yang keluar sangat banyak.

Detak jantung janin tidak terdeteksi

Detak jantung janin yang tidak terdeteksi menjadi ciri-ciri janin meninggal dalam kandungan. Dokter akan memeriksa detak jantung janin menggunakan doppler atau USG, jika detak jantung janin tidak terdeteksi maka dokter akan mendiagnosa stillbirth

Pencegahan

Beberapa cara yang dapat Mommil lakukan untuk menjaga kesehatan Mommil dan janin dan juga sebagai pencegahan terjadinya stillbirth, antara lain : 

  • Tidur menghadap kiri saat trimester 3 supaya penyaluran oksigen dan darah ke janin tetap lancar.
  • Hindari merokok karena rokok bisa menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke janin yang mengakibatkan janin meninggal dalam kandungan.
  • Jaga berat badan tetap sehat supaya tidak memicu masalah kesehatan Mommil.

Jangan lupa untuk memantau pergerakan janin selama kehamilan karena gerakan janin juga bisa menjadi acuan kondisi janin dalam kandungan.

Penanganan

Jika Mommil didiagnosa stillbirth atau janin meninggal dalam kandungan, maka penanganan yang akan dilakukan adalah persalinan normal dengan menunggu janin keluar dengan sendirinya, biasanya 2 minggu setelah janin meninggal.

Atau dokter akan menggunakan induksi atau pemberian obat untuk merangsang kontraksi hingga proses persalinan terjadi. Pada kasus yang lebih jarang, operasi sesar diperlukan untuk menangani janin meninggal dalam kandungan, biasanya hanya akan disarankan jika kondisi ini mengancam nyawa Mommil.

Oleh karenanya, supaya dokter dapat memberikan penanganan yang tepat, sebaiknya Mommil segera kunjungi dokter kandungan jika muncul atau mengalami gejala stillbirth seperti di atas.

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

01/10/2024

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

01/10/2024

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

PCOS atau polycystic ovary syndrome dapat menyerang wanita yang berada di usia reproduksi. Menderita PCOS tentu membuat penderitanya khawatir, terlebih pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan.  Pasalnya, penyakit PCOS termasuk gangguan hormonal yang dapat...

read more
Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ada beberapa makanan yang dipercaya menjadi pantangan bagi ibu hamil. Pasalnya, kandungan dalam makanan bisa jadi memengaruhi janin dalam kandungan. Salah satu makanan yang disebut-sebut menjadi pantangan bagi ibu hamil yaitu buah durian. Banyak yang beranggapan ibu...

read more
Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Kondisi kesehatan tubuh seseorang akan lebih rentan ketika ia sedang hamil. Bahkan ada beberapa pantangan makanan yang perlu dihindari oleh Mommil demi menjaga kehamilan tetap sehat. Salah satunya adalah makanan tape. Banyak Mommil yang bertanya-tanya “bolehkah ibu...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares