Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami oleh wanita dan sering kali bersifat normal sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh dalam menjaga kebersihan organ intim. Namun, pada kondisi tertentu, keputihan juga dapat menjadi tanda bahwa adanya gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Perubahan warna, bau, tekstur dan jumlah keputihan bisa menjadi sinyal awal infeksi atau masalah pada organ reproduksi. Oleh karena itu, sebaiknya Mom bisa mengenali ciri-ciri keputihan yang tidak normal serta mengetahui cara mengatasinya agar kesehatan organ intim tetap terjaga dan mencegah komplikasi sejak dini.
Artikel lainnya : Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil di Trimester 3
Ciri- ciri keputihan yang tidak normal
Mom perlu memahami bahwa keputihan dapat berubah tergantung kondisi tubuh. Namun, ada beberapa perubahan tertentu yang tidak boleh dianggap sepele karena bisa menandakan adanya masalah kesehatan. Berikut ciri-ciri keputihan tidak normal yang wajib untuk diwaspadai.
Menimbulkan rasa gatal
Keputihan yang normal biasanya tidak akan menimbulkan rasa gatal pada area intim. Sebaliknya, keputihan yang tidak normal akan menimbulkan rasa gatal yang tidak biasa pada area intim dan sekitarnya.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat pertumbuhan jamur, bakteri dan parasit yang mengganggu keseimbangan alami vagina. Rasa gatal dapat muncul secara ringan hingga intens dan biasanya semakin terasa saat area genital lembab, berkeringat, atau setelah melakukan banyak aktivitas.
Jika dibiarkan, gatal dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga luka akibat garukan, yang justru meningkatkan risiko infeksi semakin parah. Oleh karena itu, jika Mom merasakan keputihan disertai rasa gatal sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Keputihan berwarna kuning atau hijau
Cairan keputihan yang berwarna agak kuning, abu-abu bahkan kehijauan dapat mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau infeksi menular seksual (IMS). Jika dibiarkan, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti peradangan panggul atau gangguan kesuburan, sehingga perlu segera ditangani untuk penanganan sedini mungkin.
Konsistensinya lebih kental dan menggumpal
Keputihan yang normal memiliki konsistensi agak cair dan sedikit kental. Jika keputihan tiba-tiba menggumpal, berbusa, dan lebih kental dari biasanya bisa menjadi tanda keputihan abnormal.
Kondisi ini biasanya menandakan adanya infeksi pada vagina akibat infeksi bakteri dan infeksi jamur. Sehingga penanganan sedini mungkin penting untuk mencegah komplikasi yang semakin parah pada organ reproduksi.
Mengeluarkan bau tidak sedap
Keputihan normal biasanya memiliki bau yang khas, namun keputihan tidak normal akan mengeluarkan bau yang menyengat. Tanda keputihan tidak normal biasanya akan menimbulkan bau amis atau busuk yang tidak seperti biasanya.
Jenis keputihan ini merupakan tanda dari infeksi trikomoniasis, biasanya menyebar melalui hubungan seksual. Jika kondisi ini terlalu lama dibiarkan, akan membuat vagina terasa tidak nyaman, lembab dan terlalu basah.
Keputihan disertai dengan nyeri panggul dan nyeri saat buang air kecil
Jika keputihan muncul bersamaan dengan nyeri di area panggul atau rasa sakit saat buang air kecil, ini bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS).
Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan pemeriksaan secara medis segera karena jika tidak ditangani, infeksi ini bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi termasuk radang panggul atau gangguan kesuburan.
Penyebab munculnya keputihan tidak normal
Keputihan yang tidak normal bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu, seperti :
- Kurang menjaga kebersihan vagina
- Memakai pakaian dalam yang terlalu ketat
- Memakai celana dalam yang berbahan sintetis tidak menyerap keringat
- Kebiasaan membersihkan atau membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina
- Terlalu sering mandi berendam dengan air hangat atau air panas. Jamur penyebab keputihan sering tumbuh dari kondisi yang hangat
- Tidak menjalani pola hidup yang sehat
- Menderita penyakit tertentu seperti kanker serviks, diabetes, infeksi jamur vagina, vaginitis, radang panggul, dan infeksi menular seksual dari klamidia atau gonore
- Mengkonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid
- Terlalu sering memakai sabun dan lotion beraroma
- Vaginal douche atau pencucian vagina menggunakan cairan kalium permanganat yang murah ataupun cairan antiseptic yang menimbulkan keputihan. Vaginal douch atau douching mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina sehingga bisa menyebabkan infeksi dan keputihan abnomal.
Mengetahui penyebab dari keputihan tidak normal dapat membantu Mom mencegah dan menanganinya dengan lebih efektif.
Cara mengatasi keputihan tidak normal
Ada beberapa cara untuk mengatasi keputihan tidak normal :
- Mulai perbaiki cara membasuh vagina. Setiap habis buang air besar atau buang air kecil, basuh vagina dari arah depan ke anus untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina
- Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat
- Sebaiknya tidak menggunakan produk pembersih vagina seperti sabun khusus yang mengandung pewangi. Biasanya produk khusus pembersih vagina justru membasmi bakteri baik yang berfungsi melindungi vagina dari infeksi
- Hindari terlalu sering mandi dan berendam dengan air hangat / panas
- Segera ganti celana dalam jika dirasa sudah basah atau lembab karena keringat
- Ganti pembalut secara rutin saat sedang haid
- Sebaiknya tunda hubungan seksual sampai keputihan membaik
- Gunakan deterjen tanpa pewangi untuk mencuci pakaian dalam dan bisa hingga benar-benar bersih
Menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten dapat membantu mengurangi dan mencegah keputihan yang tidak normal. Namun, jika keputihan tidak kunjung membaik atau disertai gejala seperti bau menyengat, gatal, atau nyeri sebaiknya segera waspadai.
Segera konsultasikan kondisi dan kenali ciri-ciri keputihan yang tidak normal dengan dokter obgyn terpercaya di KS Women and Children Clinic. Mom akan mendapatkan penanganan dan pemeriksaan yang lebih optimal terkait masalah pada kesehatan reproduksi.









0 Comments