Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Hamil di Usia 40 Tahun, Begini Penjelasannya


Memiliki bayi di usia 40 tahun sudah menjadi hal yang umum bagi sebagian Mom. Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention tingkat kelahiran pertama untuk wanita dengan rentang usia 35-39 tahun meningkat dari tahun 1970 hingga 2006, setelahnya menurun dari tahun 2006 hingga 2010, dan kembali meningkat lagi tahun 2011 dan 2012.

Sedangkan tingkat kelahiran pertama untuk wanita berusia 40-44 tahun stabil pada 1970-an dan mulai meningkat pada 1980-an. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 1990 hingga 2012. Hamil di usia 40 tahun kini menjadi hal yang sangat lumrah, walaupun demikian Mom & Ayah harus mengetahui resiko hamil di usia 40 tahun. 

Lantas Apa Saja yang menjadi Alasan Hamil di Usia 40 Tahun?

Bagi sebagian wanita, hamil di usia 40 tahun menjadi momen pilihan, apa saja alasan hamil di usia 40 tahun?

  1. Mom mungkin telah memiliki karir yang mapan, sehingga pada usia 40 tahun Mom sudah lebih siap memiliki buah hati dan mendedikasikan lebih banyak waktu untuk membesarkan anak-anak.
  2. Status hubungan Mom dan Ayah yang sudah terbina baik.

Ini adalah beberapa manfaat paling umum memiliki anak pada usia 40 tahun. Namun, berdasarkan penelitian menunjukkan potensi manfaat lain, termasuk:

  1. Berkurangnya penurunan kognitif
  2. Rentang hidup lebih lama
  3. Hasil pendidikan yang lebih baik pada anak-anak seperti nilai ujian dan tingkat kelulusan yang lebih tinggi

Apakah kehamilan pada usia 40 tahun berisiko tinggi?

Setiap kehamilan dengan usia diatas 40 tahun dianggap berisiko tinggi. Biasanya dokter akan melakukan pemantauan pada Mom dan bayi dengan lebih cermat. Lantas, apa saja resiko hamil di usia 40 tahun, simak penjelasannya dibawah ini :

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Gestational Diabetes
  3. Cacat lahir, seperti Down Syndrome
  4. Keguguran
  5. Lahir Berat Badan Bayi Rendah
  6. Kehamilan ektopik

Baca juga : Mommil, Begini Cara Mencegah Preeklamsia pada Ibu Hamil

Dengan kemungkinan hamil di usia 40 tahun yang cukup tinggi, apakah usia mempengaruhi kesuburan?

Dilansir dari National Health Service (NHS) tingkat kesuburan wanita menurun setelah usia 35 tahun. Semakin meningkatnya usia, maka semakin sedikit jumlah telur yang dapat dibuahi. Selain itu, pada wanita berusia diatas 35 tahun, ovarium sudah tidak dapat melepaskan sel telur dengan kualitas baik sehingga meningkatkan resiko keguguran.

Bagaimana Program hamil di usia 40 Tahun?

Lantas bagaimana cara hamil di usia 40 tahun ? Jika Mom berusia di atas 40 tahun dan Mom kerap gagal memiliki bayi secara alamiah selama enam bulan, mungkin sudah waktunya Mom bertemu dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan atau Dokter Obgyn.

Dokter Obgyn akan membantu Mom dan Ayah menjalani tes untuk melihat apakah ada faktor yang mempengaruhi kemampuan Mom untuk hamil. Mom akan diminta untuk melakukan USG Transvaginal untuk melihat rahim dan ovarium Mom.

Jika Mom mengalami infertilitas atau ketidaksuburan, Mom dapat berkonsultasi dengan dokter obgyn untuk membantu Mom & Ayah menentukan cara yang tepat untuk hamil:

1. Obat kesuburan.

Cara hamil di usia 40 tahun yang pertama yaitu Obat Penyubur. Obat penyubur juga digunakan dalam program hamil, dengan hormon yang dapat membantu mencetuskan ovulasi.

2. Assisted Reproductive Technology (ART).

Cara ART bekerja yaitu dengan mengeluarkan telur dan membuahinya di laboratorium sebelum memasukkannya kembali hasil pembuahan ke dalam Rahim Mom. Tingkat keberhasilan 11 persen pada wanita berusia 41 hingga 42 tahun. Salah satu jenis ART yang paling umum adalah IVF.

3. Intrauterine Insemination (IUI)

IU disebut juga inseminasi buatan, cara ini bekerja dengan menyuntikkan sperma ke dalam rahim. Cara ini dilakukan dengan menempatkan sperma pilihan kedalam Rahim dan tuba falopi saat ovarium menghasilkan sel telur.

Akan seperti apa kehamilan di usia 40 tahun?

Kehamilan itu sendiri juga bisa lebih menantang seiring bertambahnya usia. Mom mungkin mengalami lebih banyak rasa sakit dan nyeri karena persendian dan tulang yang sudah mulai kehilangan massanya seiring pertambahan usia. Mom mungkin juga lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi dan diabetes gestasional. Kelelahan terkait kehamilan mungkin lebih terasa seiring bertambahnya usia juga. Penting sekali Bagi Mom untuk rajin melakukan konsultasi bersama dengan Dokter Obgyn.

Ditinjau Oleh : dr. Eko Santoso Tjhin – KS Karang Tengah


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/15/2022

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/15/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Anak ASI Lebih Cerdas dari Anak Sufor? Mitos atau Fakta?

Anak ASI Lebih Cerdas dari Anak Sufor? Mitos atau Fakta?

Sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberikan ASI mampu mengerjakan tes kecerdasan lebih baik saat dewasa. Bahkan ada studi yang menunjukkan bahwa ASI dapat meningkatkan prestasi akademik anak karena nutrisi esensial yang baik untuk perkembangan otak anak. Tetapi...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares