Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Jangan Anggap Remeh! Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Diabetes Gestasional

Apakah Mommil sudah pernah mendengar tentang diabetes gestasional? Diabetes gestasional atau yang sering disebut diabetes kehamilan merupakan penyakit yang dapat terjadi pada ibu hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan Mommil dan janin. Komplikasi ini dapat berupa ukuran janin yang terlalu besar, kelahiran prematur, kesulitan bernapas, bayi menderita hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah, hingga menderita diabetes 2 dikemudian hari.

Tentu saja Mommil tidak ingin hal itu sampai terjadi bukan? Oleh karena itu, jangan anggap remeh penyakit yang satu ini. Mom dan Ayah perlu mengetahui lebih dalam perihal penyebab, gejala, cara mencegah, dan mengobati diabetes dalam kehamilan, seperti berikut ini.

Pengertian Diabetes Gestasional

diabetes gestasional kehamilan sehat

Sesuai dengan namanya, diabetes gestasional atau diabetes kehamilan adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada ibu hamil dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Kondisi diabetes dalam kehamilan ini dapat terjadi di usia kehamilan berapapun. Namun, kondisi ini paling umum ditemukan pada usia 24-28 minggu atau pada trimester kedua.

Diabetes dalam kehamilan ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Kondisi ini dapat terjadi pada semua Wanita, baik yang memiliki ataupun tidak memiliki riwayat gula darah sebelum kehamilan.

Komplikasi Akibat Diabetes Gestasional

Diabetes kehamilan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi kesehatan yang membahayakan Mommil serta janin dalam kandungan. Komplikasi yang dapat terjadi akibat diabetes dalam kehamilan adalah:

    • Preeklampsia pada Mommil dengan ciri utama pembengkakan pada tungkai
    • Janin lahir dengan berat badan berlebih hingga lebih dari 4 kg (makrosomia)
    • Risiko kelahiran prematur
    • Bayi lahir dengan kondisi hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) yang dapat menyebabkan bayi kejang
    • Respiratory distress syndrome atau bayi mengalami kesulitan bernapas
    • Penyakit kuning (jaundice) pada bayi. Hal ini terjadi karena banyak sel darah merah yang mati dan pecah, sehingga menghasilkan pigmen kuning yang terlihat pada darah, urine, dan tinja.
    • Bayi kekurangan zat besi dan kalsium 
    • Still birth atau bayi lahir dalam keadaan meninggal
    • Meningkatkan risiko bayi dan ibu hamil menderita penyakit diabetes tipe 2 di kemudian hari

Diagnosis Diabetes Gestasional

Pemberian diagnosis diabetes dalam kehamilan ini dapat dilakukan setelah dokter kandungan melakukan tes toleransi glukosa. Terdapat 2 tipe tes toleransi glukosa yaitu:

1. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) Awal

Diabetes gestasional diuji dengan TTGO awal, dimana dokter akan memeriksa kadar gula darah Mommil satu jam sebelum dan sesudah diberikan cairan gula. Apabila hasil tes menunjukkan kadar gula darah di atas 130-140 mg/dl, maka dokter akan melanjutkan dengan tes TTGO lanjutan.

2. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) Lanjutan 

Tes diabetes gestasional ini meliputi beberapa tahap yaitu:

    • Mommil diminta untuk berpuasa semalaman
    • Tes untuk mengukur kadar gula darah di pagi hari
    • Dokter memberikan cairan gula dengan kadar gula lebih tinggi dibanding TTGO awal
    • Kadar gula darah akan diperiksa 3 kali dengan selang waktu 1 jam diantara setiap tes

Apabila 2 dari 3 hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula tinggi, maka dapat dipastikan kalau Mommil menderita diabetes gestasional atau diabetes kehamilan. Dalam kondisi ini, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah lebih rutin. Tes ini akan dilakukan hingga setelah Mom melahirkan untuk memastikan kadar gula darah kembali ke normal.

Gejala Diabetes Gestasional

gejala diabetes gestasional

Ciri-ciri atau gejala diabetes dalam kehamilan muncul ketika kadar gula darah melonjak tinggi. Mommil bisa saja merasakan gejala diabetes gestasional berupa:

    • Sering haus
    • Frekuensi buang air kecil meningkat
    • Mulut kering
    • Pandangan buram
    • Mudah lelah
    • Sering mengalami infeksi saat luka
    • Mual dan muntah
    • Terjadi penurunan berat badan walaupun nafsu makan meningkat

Gejala-gejala diatas tidak serta-merta dapat dijadikan patokan bahwa Mommil menderita diabetes kehamilan. Mommil perlu memeriksakan diri lebih lanjut dan menjalani TTGO untuk memastikan kondisi tersebut.

 

Penyebab Diabetes Gestasional

penyebab diabetes gestasional

Hingga saat ini, penyebab pasti dari diabetes gestasional atau diabetes kehamilan ini belum dapat dipastikan. Namun, secara umum sudah diketahui bahwa diabetes terjadi akibat produksi insulin yang tidak cukup untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Bagaimana dengan kadar insulin pada Mommil , terutama mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya?

Perlu Mommil ketahui, insulin adalah hormon yang dibuat di pankreas. Insulin bertugas untuk mengubah glukosa menjadi energi dan mengontrol kadar gula dalam darah. Pada masa kehamilan, tubuh Mommil akan mengalami berbagai perubahan hormon. Perubahan inilah yang diduga mempengaruhi produksi dan fungsi insulin dalam tubuh.

Selama masa kehamilan, tubuh akan memproduksi berbagai hormon, seperti hormon estrogen dan HPL (Human Placental Lactogen). HPL ini sendiri merupakan jenis hormon yang membuat tubuh menjadi kebal/resisten terhadap insulin. Akibatnya adalah produksi insulin berkurang atau menjadi tidak efektif, dan kadar gula darah meningkat sehingga menimbulkan diabetes dalam kehamilan.

Sebenarnya, hal ini terjadi pada semua Mommil. Namun, pada sebagian Mommil, sel beta yang ada di pankreas dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak dan mampu mengalahkan resistensi tadi. Bagi Mommil yang tidak dapat menghasilkan jumlah insulin yang cukup akan menderita diabetes kehamilan.

 

Risiko Terkena Diabetes Gestasional

Pada dasarnya, setiap wanita hamil memiliki risiko untuk terkena diabetes kehamilan. Namun, risiko ini jauh lebih besar pada wanita dengan kondisi sebagai berikut:

    • Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga
    • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi
    • Kelebihan berat badan
    • Pola hidup yang tidak sehat
    • Memiliki Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
    • Riwayat keguguran
    • Riwayat melahirkan dengan berat badan bayi lebih dari 4 kg

 

Cara Mengobati Diabetes Gestasional

suntik insulin diabetes gestasional

Pengobatan diabetes kehamilan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

 

    • Diet sehat

Langkah pertama dalam pengobatan diabetes dalam kehamilan adalah diet sehat. Mommil dianjurkan untuk membatasi makanan dan minuman manis serta mengonsumsi  makanan berserat tinggi.

 

    • Olahraga

Lakukan olahraga ringan untuk mengobati diabetes kehamilan. Olahraga akan membantu tubuh untuk membantu membakar gula menjadi energi.

 

    • Obat-obatan

Bila diet dan olahraga tidak berhasil menurunkan kadar gula darah, maka dokter akan memberikan obat-obatan seperti metformin untuk menurunkan kadar gula darah. Selain itu, suntikan insulin juga menjadi alternatif pengobatan lainnya.

 

Cara Mencegah Diabetes Gestasional

Cara-cara yang dapat Mom tempuh untuk mencegah diabetes dalam kehamilan adalah:

    • Menurunkan berat badan berlebih. Hal ini perlu dilakukan saat merencanakan kehamilan
    • Pola makan sehat 
    • Rajin berolahraga 
    • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan

 

pemeriksaan diabetes gestasional

Selain itu, hal paling penting yang dapat Mommil lakukan untuk mencegah diabetes kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pemeriksaan kehamilan di klinik Kehamilan Sehat bersama dokter kandungan terpercaya akan membantu Mom dan Ayah untuk mengetahui kondisi kesehatan Mommil dan juga janin. Pemeriksaan rutin akan membantu mencegah terjadinya komplikasi dan permasalahan lainnya, semua untuk kesehatan Mommil dan janin dalam kandungan.

 

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

07/02/2021

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

07/02/2021

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares