Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Kepala Janin Belum Turun? Ini Cara dan Latihan Agar Posisi Bayi di Bawah

dr. Hartanto, Sp.OG
Ditinjau oleh
dr. Hartanto, Sp.OG

Menjelang trimester ketiga, posisi kepala janin menjadi hal penting yang mulai diperhatikan oleh banyak Mom. Pada usia kehamilan dibawah 28 minggu, posisi janin masih sangat dinamis dan dapat berubah-ubah. Namun, ketika kehamilan memasuki usia 32-36 minggu, idealnya kepala janin mulai mengarah ke bawah sebagai persiapan menuju persalinan normal. Oleh karena itu, penting bagi Mom untuk memahami posisi kepala janin yang ideal serta mengetahui langkah dan latihan yang aman agar posisi bayi dapat mengarah ke bawah secara bertahap. 

Berapa bulan kepala bayi turun ke bawah?

Pada umumnya, kepala janin mulai berada di posisi bawah (presentasi kepala) pada trimester ketiga, yaitu sekitar usia kehamilan 32-36 minggu atau 7-9 bulan. Namun, perlu dipahami bahwa setiap kehamilan memiliki perkembangan yang berbeda-beda, sehingga waktu turunnya kepala bayi bisa bervariasi pada setiap ibu hamil. 

Sebelum usia 36 minggu, posisi janin masih dapat berubah-ubah secara alami karena ruang rahim masih cukup luas dan bayi masih aktif bergerak. Memasuki usia kehamilan 36 minggu keatas, umumnya posisi bayi mulai menetap. Sehingga jika Mom ingin merencanakan persalinan normal pastikan posisi kepala janin sudah menghadap ke bawah dan mulai turun ke panggul pada usia kehamilan ini. 

Selama hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat, posisi kepala bayi yang belum turun sebelum usia kehamilan 36 minggu masih tergolong normal. Pada tahap ini, dokter biasanya akan memberikan edukasi serta mengajarkan teknik atau latihan tertentu yang aman untuk menstimulasi posisi janin agar lebih ideal sesuai usia kehamilannya. 

Bagaimana ciri-ciri kepala janin sudah dibawah?

Saat kepala janin mulai turun ke panggul, tubuh Mommils biasanya akan merasakan beberapa perubahan. Tanda-tanda ini dapat muncul secara bertahap dan berbeda pada setiap kehamilan.

Berikut beberapa ciri yang umum dirasakan ketika posisi kepala janin sudah berada di bawah : 

  • Napas terasa lebih lega, karena semakin turun posisi kepala janin yang semakin turun, akan mengurangi tekanan pada diafragma dan paru-paru
  • Bentuk perut yang tampak lebih turun, ketika posisi kepala bayi mendekati area panggul, perut Mommils akan terlihat lebih rendah dibandingkan sebelumnya
  • Makan terasa lebih nyaman, karena tekanan pada lambung dan saluran cerna semakin berkurang saat kepala bayi mulai turun ke panggul 
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di area panggul, disebabkan oleh tekanan kepala bayi pada otot dan jaringan di sekitar panggul
  • Keluar lendir dari vagina, akibat penurunan kepala bayi yang menekan mulut rahim (serviks) sehingga lendir yang tersumbat mulai keluar 
  • Sering buang air kecil, karena posisi turunnya kepala akan menekan kandung kemih sehingga volume urin yang ditampung semakin sedikit dan membuat Mommils sering buang air kecil. 
  • Gerakan janin terasa di atas, yang biasanya berasal dari tendangan kaki bayi karena posisi kepala yang sudah turun ke bawah
  • Terasa cegukan dari bawah, menandakan kepala bayi sudah berada di area panggul
  • Perut bagian bawah terasa lebih keras dan padat karena kepala bayi sudah menempati posisi tersebut

Perlu diingat bahwa setiap Mommils memiliki tanda yang berbeda pada kondisi kehamilannya. Untuk memastikan posisi kepala janin lebih akurat, sebaiknya Mommils melakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan secara berkala sesuai jadwal yang sudah ditentukan. 

Cara agar kepala janin turun ke bawah?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tubuh ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi ruang di dalam panggul. Meski demikian, hal ini tidak serta-merta dapat mengubah posisi bayi secara langsung, terutama ketika kehamilan sudah memasuki trimester akhir. 

Namun, Mommils tetap dapat mengupayakan kondisi yang lebih nyaman bagi bayi di dalam rahim. Beberapa cara sederhana ini dapat membantu mendukung posisi bayi yang lebih optimal, yaitu : 

  • Power walk atau jalan cepat selama 30 menit setiap hari dapat membuka ruang panggul lebih luas dan memperlancar aliran darah, sehingga bisa membantu bayi bergerak ke posisi kepala di bawah 
  • Prenatal yoga atau yoga kehamilan dapat membantu ibu hamil menguatkan otot panggul dan punggung, meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi ketegangan tubuh 
  • Duduk dengan posisi pinggul lebih tinggi dari lutut membantu membuka panggul memberikan ruang bagi bayi untuk menyesuaikan posisi 
  • Berenang dapat mengurangi tekanan pada sendi dan panggul, menjaga kebugaran ibu, serta memberikan ruang bagi bayi bergerak secara alami 
  • Melakukan gerakan senam seperti bridge pose yaitu berlutut dengan tangan dan lutut di lantai, gerakan ini membantu membuka panggul dan memberi ruang bagi bayi untuk turun 
  • Posisi Knee-Chest alias bersujud, dengan dada dan kepala menempel di lantai, pinggul dan bokong di atas lakukan selama 5-10 menit dengan frekuensi 3-5 kali sehari

Dengan melakukan beberapa cara di atas secara rutin, Mommils dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks sekaligus mendukung posisi bayi agar lebih optimal menjelang persalinan.

Meski demikian, perlu diingat bahwa setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, untuk memastikan langkah-langkah yang dilakukan tetap aman dan sesuai, Mommils disarankan berkonsultasi dengan dokter Obgyn di KS Women and Children Clinic agar mendapatkan pemeriksaan kehamilan yang sehat dan panduan yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi tubuh Mommils. 

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/07/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/07/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares