Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Pertanyaan Ini Wajib Mom Tanyakan saat USG

Pertanyaan-Ini-Wajib-Mom-Tanyakan-saat-USG

Momen USG adalah momen yang sangat berharga dan penting untuk memantau perkembangan dan kesehatan janin. Mungkin terkadang Mom masih bingung atau belum paham penjelasan yang diberikan oleh dokter. Tapi, jangan sungkan untuk bertanya lebih detail ya, Mom! Agar Mom tidak lupa untuk bertanya kepada dokter, pertanyaan wajib saat USG bisa Mom siapkan dari rumah.

Perkembangan janin tiap trimester berbeda-beda. Dengan bertanya saat USG, Mom dapat mengetahui kondisi janin serta memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang mendukung perkembangannya. Selain itu, Mom juga dapat mencegah risiko penyakit atau kelainan pada Si Kecil sejak dalam kandungan. 

Lantas, apa saja yang harus ditanyakan kepada dokter kandungan saat USG ya? Berikut daftar pertanyaan untuk membantu Mom memantau kondisi janin :

Trimester 1 (0-12 Minggu)

1. Usia Kehamilan

Selain untuk mengetahui umur janin, Mom juga dapat memantau perkembangan janin sejak dini jika ada yang tidak normal. Salah satu pertanyaan wajib saat USG, Mom dapat bertanya seperti ini:

“Kandungan saya sudah memasuki usia berapa minggu dok?”

2. Memastikan tidak terjadi blighted ovum 

Blighted Ovum atau kehamilan kosong adalah kondisi kantung kehamilan yang tidak terdapat embrio di dalamnya, yang sering menyebabkan keguguran di trimester 1. Mom dapat tanyakan ini ya:

“Apakah embrio ada dalam kantung hamil dan tidak terjadi blighted ovum dok?”

           Pertanyaan saat USG di atas bisa Mom ajukan pada saat konsultasi

3. Memastikan tidak terjadi hamil anggur

Hamil anggur adalah kondisi embrio tidak berkembang menjadi janin karena pertumbuhan sel plasenta berlebih yang menyebabkan untaian kantung cairan di dalam rahim. Mom dapat mendeteksinya saat USG dengan bertanya:

“Apakah embrio saya berkembang menjadi janin sehingga tidak hamil anggur dok?”

 

Trimester 2 (13-28 Minggu)

1. Pastikan berat badan janin 

Janin yang berat badannya kurang rentan lahir prematur. Sementara, janin yang kelebihan berat badan berisiko mengalami kesulitan saat persalinan. Untuk itu Mom dapat tanyakan ini: 

“Berat badan bayi saya apakah normal dok?”

2. Posisi Plasenta

Pastikan kondisi plasenta dalam keadaan baik ya Mom. Karena plasenta yang rusak akan mengganggu pasokan oksigen & nutrisi untuk janin. Maka tanyakan ini ya Mom:

“Dok, bagaimana posisi dan kondisi plasentanya?”

3. Jenis kelamin

Di trimester 2, jenis kelamin si Kecil sudah bisa Mom ketahui loh!. Namun, terkadang posisi janin menutupi area kelamin sehingga membutuhkan waktu saat USG. Nah, Mom bisa tanyakan ini:

“Si Kecil jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan dok?”

Trimester 3 (29-40 Minggu)

1. Posisi janin

Pastikan posisi janin tidak sungsang dan kepala janin berada di bawah ya Mom. Seiring mendekati HPL, posisi janin sudah harus turun ke panggul. Mom harus tanyakan ini:

“Dok, apakah kepala janin sudah ada di bawah dan tidak sungsang?”

2. Posisi tali pusat

Mom juga harus memastikan tali pusat tidak menutupi jalan lahir atau melilit janin ya. Mom bisa bertanya seperti ini:

“Janin saya tidak terlilit tali pusat kan dok? Apakah posisi tali pusatnya aman?”

3. Jumlah air ketuban

Air ketuban yang terlalu sedikit dapat mengganggu perkembangan janin. Sedangkan air ketuban yang terlalu banyak dapat memicu kelahiran prematur. Pastikan kondisinya dengan tanyakan ini Mom:

“Dok, apakah jumlah air ketubannya cukup?”

Itulah beberapa pertanyaan wajib yang bisa Mom ajukan kepada dokter pada saat Mom melakukan konsultasi dokter. Dan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di Kehamilan Sehat ya Mom.

 

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/14/2022

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/14/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares