Diet atau mengatur pola makan adalah salah satu langkah penting bagi wanita dengan PCOS untuk membantu menyeimbangkan hormon dan meningkatkan peluang kehamilan. Artikel ini akan memandu Mom menemukan daftar makanan yang dianjurkan dan sebaiknya dihindari agar diet PCOS dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal.
Artikel lainnya : Tanda-Tanda PCOS pada Wanita yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Makanan yang dianjurkan untuk program diet pengidap PCOS
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) merupakan kondisi ketidakseimbangan hormon pada wanita yang sering dikaitkan dengan masalah kesuburan (infertilitas).
Pada wanita dengan PCOS disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat yang dapat menjaga keseimbangan hormon, menjaga gula darah tetap stabil dan membantu tubuh merespon insulin dengan baik. Berikut adalah jenis makanan yang baik untuk diet PCOS :
Karbohidrat yang rendah indeks glikemik
Indeks Glikemik (IG) adalah indikator seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat menaikkan gula darah. Semakin rendah indeks glikemik, maka gula darah akan naik secara perlahan. Pola makan seperti ini dapat membantu mengurangi gejala PCOS, karena bisa membuat kadar insulin lebih stabil dan mengurangi resistensi insulin.
Mengutip dari health, nilai makanan yang rendah IG yaitu kurang dari 55. Makanan yang mengandung karbohidrat dengan Indeks Glikemik yang rendah :
- Gandum
- Oats
- Jagung
- Beras merah
- Ubi jalar
- Singkong
- Labu, dll.
Dengan mengganti menu makanan yang Indeks Glikemik-nya lebih rendah, tubuh bisa lebih mudah merespon insulin. Pola makan ini juga dapat membantu memperlancar siklus haid.
Makanan tinggi serat
Mengutip dari healthclevelandclinic kondisi PCOS berkaitan dengan resistensi insulin, prediabetes dan diabetes. Sehingga, untuk menekan risiko PCOS disarankan untuk makan makanan tinggi serat karena dapat menjaga gula darah tetap stabil.
Mom dapat memilih makanan tinggi serat untuk diet PCOS, seperti :
- Brokoli
- Buah pir
- Edamame
- Kubis
- Kacang almond
- Kacang merah
- Chia seed, dll
Makanan yang mengandung serat akan dicerna dengan lambat, sehingga tubuh akan melepaskan glukosa secara perlahan. Proses metabolisme ini akan memanfaatkan insulin untuk mengubah gula menjadi energi dan menjaga keseimbangan hormon untuk wanita dengan PCOS.
Makanan tinggi protein
Makanan yang tinggi protein membuat tubuh kenyang lebih lama dan juga mencegah lonjakan gula darah. Mom dapat memilih makanan tinggi protein, untuk diet PCOS seperti :
- Daging ayam
- Telur
- Ikan
- Tahu dan tempe
- Susu rendah lemak
- Kacang-kacangan
Mengkonsumsi sumber protein yang berkualitas, terutama saat makan makanan utama, dapat membantu mengurangi gejala PCOS. Protein juga dapat memperbaiki metabolisme dan menjaga hormon lebih stabil, termasuk pada wanita pengidap PCOS.
Lemak sehat
Lemak sehat atau biasa dikenal dengan lemak tak jenuh. Penderita PCOS biasanya memiliki kadar hormon androgen yang tinggi. Mengkonsumsi lemak sehat dapat membantu menjaga keseimbangan hormon di dalam tubuh.
Pilihan makanan yang mengandung lemak sehat untuk diet PCOS :
- Alpukat
- Ikan salmon, ikan kembung, ikan tuna
- Minyak zaitun
- Yogurt, dll
Rutin mengkonsumsi sumber lemak sehat, dapat membantu tubuh untuk menjaga kerja hormon lebih stabil dan mendukung proses ovulasi yang lebih teratur.
Buah yang rendah indeks glikemik
Buah-buahan adalah sumber serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, belum tentu semua jenis buah baik untuk dikonsumsi oleh penderita PCOS.
Karena PCOS berkaitan dengan resistensi insulin, jadi pilihan buah yang tepat adalah yang mengandung indeks glikemik rendah. Pilihan buah yang baik untuk Mom dengan PCOS :
- Apel
- Jeruk
- Berry
- Melon
- Peach, dll
Pilihan buah di atas adalah buah-buahan yang rendah gula dan membantu penderita PCOS untuk tetap menjaga hormon tetap stabil.
Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam, selada, kale, katuk dan lain-lain merupakan pilihan yang ideal untuk diet PCOS. Kandungan serat yang tinggi membantu menjaga gula darah tetap stabil. Kandungan vitamin dan mineral di dalamnya mendukung fungsi hormon dan kesehatan metabolisme.
Selain itu, sayuran hijau juga rendah kalori sehingga aman dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah. Mengkonsumsi sayuran hijau secara rutin dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan keseimbangan hormon pada penderita PCOS.
Makanan yang sebaiknya dihindari untuk pengidap PCOS
Makanan apa saja yang tidak disarankan untuk penderita PCOS? Beberapa jenis makanan diketahui dapat memperburuk kondisi PCOS karena berpotensi meningkatkan resistensi insulin serta memicu ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Oleh karena itu, penderita PCOS perlu lebih selektif dalam memilih asupan harian.
Makanan yang tidak dianjurkan untuk wanita dengan PCOS antara lain:
- Karbohidrat olahan : roti putih, biskuit, mie, kripik, pasta, dll
- Makanan cepat saji : burger, pizza, ayam goreng tepung, mie instan, dll
- Minuman beralkohol dan bersoda
- Minuman tinggi gula
- Daging olahan : sosis, nugget, bakso, kornet, dll
- Makanan dengan kandungan lemak jenuh : mentega atau margarin
- Makanan yang digoreng
- Cemilan tinggi gula dan tepung
Makanan-makanan di atas dapat memicu kenaikan gula darah yang cepat, dan meningkatkan resistensi insulin, serta memperburuk ketidakseimbangan hormon pada pengidap PCOS.
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini juga dapat menyebabkan gejala PCOS seperti menstruasi tidak teratur, jerawat, dan sulit menurunkan berat badan. Karena itu, penting bagi wanita dengan PCOS untuk lebih selektif memilih makanan dan membatasi jenis makanan yang dapat memperburuk kondisinya.
Untuk memulai diet PCOS yang lebih optimal, Mom dapat konsultasikan langsung dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui pola makan dan kebutuhan nutrisi yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.
Selain mengatur pola makan, Mom juga perlu berkonsultasi dengan dokter Obgyn di KS Women and Children Clinic untuk memantau kondisi hormonal, mengevaluasi gejala PCOS, serta menentukan terapi yang tepat. Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi perubahan sejak dini dan menyesuaikan penanganan yang efektif dan terarah.









0 Comments