Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Penyebab Diare pada Anak dan Penanganannya

Kesehatan anak menjadi hal penting bagi orang tua, namun tidak sedikit orang tua baru yang belum banyak memahami tentang kesehatan anak. Salah satu kondisi kesehatan anak yang mengkhawatirkan Mom dan Ayah adalah diare pada anak di bawah 1 tahun.

Pasalnya, anak di bawah 1 tahun atau bayi umumnya buang air besar lebih sering dibanding orang dewasa. Namun, hal ini membuat Mom dan Ayah bingung apakah si Kecil mengalami diare atau frekuensi tersebut normal untuk bayi.

Oleh karenanya, penting untuk Mom dan Ayah ketahui tanda bayi mengalami diare, penyebab diare pada anak hingga cara mengatasi diare pada bayi. Dengan begitu, Mom dan Ayah dapat segera menangani kondisi diare yang terjadi pada si Kecil.

Tanda Bayi Mengalami Diare

Tanda bayi mengalami diare dapat dilihat dari perubahan tekstur, warna feses bayi dan yang paling penting adalah seberapa sering bayi buang air besar (BAB). Oleh karenanya, Mommil perlu ketahui terlebih dahulu feses atau tinja bayi kondisi normal.

Normalnya, bayi yang diberi ASI memiliki feses yang lebih lunak dan berwarna kekuningan dibandingkan bayi yang diberi susu formula lebih padat dan berwarna kecoklatan.

Sedangkan pada bayi yang mengalami diare ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya dengan tekstur feses encer atau mencret dan terkadang disertai bau busuk yang lebih menyengat dan bayi juga mengalami demam.

Selain itu, bayi yang sedang diare juga bisa ditandai dengan bunyi perut yang lebih nyaring dari biasanya.

Penyebab Diare pada Anak

Tidak hanya bisa menyerang orang dewasa, diare juga bisa menyerang anak terutama pada anak di bawah 1 tahun. Berikut adalah beberapa penyebab yang membuat anak mengalami diare, antara lain:

  1. Perubahan pola makan bayi atau perubahan pola makan ibu jika menyusui.
  2. Infeksi virus, bakteri atau parasit
  3. Intoleransi laktosa
  4. Tidak cocok dengan susu formula yang dikonsumsi
  5. Keracunan makanan jika anak sudah MPASI
  6. Alergi terhadap makanan

Baca Juga : Tanda Diare Bayi yang Jadi Indikasi Gawat Darurat!

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Pada dasarnya, diare pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meski demikian, bayi tetap memerlukan asupan cairan dan nutrisi yang cukup selama diare terjadi dan juga penanganan lain supaya tidak berdampak fatal untuk si Kecil. 

Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu Mom lakukan ketika anak mengalami diare:

– Pada bayi yang menyusu ASI, dokter anak mungkin akan menyarankan agar Mom tetap menyusui seperti biasa. Hal ini dikarenakan ASI mengandung nutrisi yang diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama diare terjadi.

– Jika bayi diberi susu formula, dokter anak biasanya menginstruksikan Mom untuk mengganti susu formula yang saat ini dikonsumsi bayi dan berikan cairan kepada bayi untuk menggantikan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalium) yang hilang akibat diare.

– Pastikan Mom mencuci tangan sebelum menyiapkan susu dan makanan bayi serta setelah mengganti popoknya. Selain itu, perhatikan juga kebersihan peralatan menyusu dan MPASI si Kecil.

– Berikan si Kecil vaksinasi sesuai anjuran dokter seperti rotavirus, yaitu virus yang sangat menular yang dapat menyebabkan diare parah dan muntah pada bayi dan anak kecil.

– Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jika bayi mengalami diare akut maka perlu diberikan suplemen zinc selama 10–14 hari. Supaya Mom dapat memberikan si Kecil dosis dan cara pemberian suplemen yang tepat, konsultasikanlah ke dokter anak.

Penting untuk Mom ingat, bayi yang berusia kurang dari 3 bulan dapat cepat dehidrasi Mom juga perlu segera periksakan ke dokter spesialis anak jika si Kecil menunjukkan gejala dehidrasi seperti mulut dan kulit bayi kering, tidak mengeluarkan air mata ketika bayi menangis, frekuensi buang air kecilnya lebih sedikit dari biasanya hingga bayi terlihat sangat lemas. Dokter anak akan memberikan arahan mengenai perawatan yang baik untuk anak yang sedang diare hingga ia sembuh.

Penulis

Penulis

Tanggal

02/02/2024

Penulis

Penulis

Tanggal

02/02/2024

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

PCOS atau polycystic ovary syndrome dapat menyerang wanita yang berada di usia reproduksi. Menderita PCOS tentu membuat penderitanya khawatir, terlebih pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan.  Pasalnya, penyakit PCOS termasuk gangguan hormonal yang dapat...

read more
Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ada beberapa makanan yang dipercaya menjadi pantangan bagi ibu hamil. Pasalnya, kandungan dalam makanan bisa jadi memengaruhi janin dalam kandungan. Salah satu makanan yang disebut-sebut menjadi pantangan bagi ibu hamil yaitu buah durian. Banyak yang beranggapan ibu...

read more
Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Kondisi kesehatan tubuh seseorang akan lebih rentan ketika ia sedang hamil. Bahkan ada beberapa pantangan makanan yang perlu dihindari oleh Mommil demi menjaga kehamilan tetap sehat. Salah satunya adalah makanan tape. Banyak Mommil yang bertanya-tanya “bolehkah ibu...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares