Si Kecil sering mengalami perut kembung? Tenang, kondisi ini sangat umum terjadi. Menurut dokter anak, hampir semua bayi mengalami kembung dalam dua bulan pertama kehidupannya. Namun, penting bagi Mom & Dad untuk memahami apa saja penyebab perut kembung pada bayi serta mengenali tanda-tandanya sejak dini. Sehingga, Mom & Dad bisa memberikan penanganan yang tepat sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi ke dokter.
Artikel lainnya : Kenali Manfaat Pijat Bayi Gerakan Gowes untuk Melancarkan Pencernaan
Apa itu perut kembung pada bayi?
Selama berada di dalam kandungan, bayi berkembang dalam lingkungan berisi cairan sehingga belum terbiasa dengan udara. Setelah lahir dan mulai bernapas, bayi juga bisa menelan udara saat menangis atau menyusu. Udara yang masuk ini biasanya akan keluar kembali dalam bentuk sendawa.
Perut kembung paling sering dialami bayi pada usia 0–3 bulan dan 6–12 bulan. Pada usia 0–3 bulan, hal ini terjadi karena sistem pencernaan bayi masih belum berkembang sempurna. Sementara itu, pada usia 6 bulan ke atas, kembung biasanya muncul saat bayi mulai beradaptasi dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Dalam beberapa kasus, perut kembung juga dapat disertai keluhan lain seperti muntah, diare, nyeri perut, atau konstipasi. Bayi yang mengalami kembung pun cenderung lebih mudah muntah karena adanya tekanan dari gas di dalam perut.
Meski begitu, Mom & Dad tidak perlu terlalu khawatir jika bayi tetap menyusu dengan baik, mengalami kenaikan berat badan yang optimal, serta memiliki BAB dengan tekstur lunak berwarna hijau, kuning, atau cokelat (tanpa darah, warna putih, atau hitam).
Gejala seperti mendengus, mengejan, wajah memerah, atau menangis akibat perut kembung umumnya masih tergolong normal dan bukan tanda adanya gangguan pencernaan serius maupun intoleransi terhadap ASI atau susu formula.
Apa penyebab perut kembung pada bayi?
Perut kembung pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi tertentu pada sistem pencernaannya, seperti :
Proses adaptasi pencernaan yang masih berkembang
Bayi baru lahir memiliki sistem pencernaan yang belum matang, sehingga perutnya bisa tampak sedikit kembung setelah menyusu. Kondisi ini umumnya normal dan bersifat sementara, karena tubuh bayi masih dalam tahap beradaptasi untuk mencerna ASI atau susu formula dengan lebih optimal. Keluhan ini biasanya akan berkurang dengan sendirinya.
Penumpukan gas dan sembelit
Perut kembung pada bayi juga sering disebabkan oleh gas yang terjebak di saluran pencernaan atau kondisi sembelit. Udara yang tertelan saat menyusu dapat menumpuk di dalam perut dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Jika bayi masih sering kentut dan BAB dengan lancar, kembung ringan umumnya tidak berbahaya. Namun, bila bayi terlihat rewel, Mom & Dad bisa membantu meredakannya dengan pijatan lembut pada perut atau menggerakkan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas.
Makan atau minum sambil bermain
Ketika si Kecil makan atau minum sambil bermain atau terburu-buru, hal ini dapat membuat lebih banyak udara ikut tertelan dan masuk ke dalam lambung. Sehingga memicu perut kembung dan bahkan meningkatkan risiko tersedak.
Menangis terlalu lama
Tangisan yang berlangsung lama dapat membuat bayi menelan banyak udara (aerofagia). Udara yang masuk ke saluran pencernaan ini kemudian dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung.
Terlalu banyak makan atau minum susu
Memberikan ASI atau susu formula secara berlebihan (overfeeding) dapat memicu kembung. Hal ini terjadi karena sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna semua asupan dengan optimal. Sisa makanan yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar, difermentasi oleh bakteri, dan menghasilkan gas.
Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh bayi kekurangan enzim laktase, yaitu enzim yang berfungsi memecah laktosa dalam susu. Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik, masuk ke usus besar, lalu difermentasi oleh bakteri dan menghasilkan gas yang menyebabkan kembung. Kondisi ini bisa terjadi sementara karena sistem pencernaan bayi masih berkembang.
Kembung akibat kelainan bawaan (kongenital)
Dalam kasus tertentu, perut kembung bisa menjadi tanda adanya kelainan bawaan pada saluran cerna, seperti gangguan saraf usus (Hirschsprung) atau tidak terbentuknya bagian usus sejak lahir (atresia). Kondisi ini tergolong serius dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan medis segera.
Jika perut bayi kembung, apa yang harus dilakukan?
Mom & Dad dapat mengatasi perut kembung pada bayi dengan beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Penanganan ini bertujuan membantu mengeluarkan gas dari perut bayi sekaligus membuatnya merasa lebih nyaman. Berikut beberapa cara yang bisa Mom & Dad coba:
1. Mengatur posisi menyusui
Saat menyusui, baik langsung dari payudara maupun menggunakan botol, usahakan posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Posisi ini membantu susu turun ke lambung dengan baik, sementara udara naik ke atas sehingga bayi lebih mudah bersendawa. Mom juga bisa menggunakan bantal menyusui untuk menopang posisi bayi agar lebih nyaman.
2. Sendawakan bayi
Menyendawakan bayi merupakan cara paling sederhana untuk mengeluarkan gas dari perutnya. Lakukan selama dan setelah menyusui. Jika bayi belum juga bersendawa, coba baringkan sebentar dalam posisi telentang, lalu ulangi prosesnya hingga bayi bersendawa.
3. Berikan pijatan lembut
Pijat lembut pada area perut bayi dapat membantu meredakan kembung. Mom & Dad juga bisa menggerakkan kaki bayi seperti gerakan mengayuh sepeda saat ia dalam posisi telentang. Selain itu, Memposisikan bayi dalam posisi tengkurap sambil mengusap punggungnya atau memandikannya dengan air hangat juga dapat membantu mengurangi gas di dalam perut.
4. Pilih peralatan menyusui yang sesuai
Jika menggunakan botol susu, pastikan ukuran lubang dot sesuai. Lubang dot yang tepat akan membuat susu menetes perlahan, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, sehingga mengurangi risiko bayi menelan udara berlebih. Cara mudah mengeceknya, susu sebaiknya menetes sekitar satu tetes per detik.
5. Hindari memberi makan secara berlebihan
Memberi makan terlalu banyak dapat memicu kembung pada bayi. Sebaiknya hentikan pemberian ASI atau susu formula ketika bayi mulai menunjukkan tanda kenyang, seperti menolak atau berpaling dari payudara maupun botol.
Penutup
Perut kembung pada bayi memang sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya, penyebab utama karena sistem pencernaan si Kecil masih dalam tahap berkembang. Dengan memahami penyebab serta menerapkan cara penanganan yang tepat, Mom & Dad dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dan membuat bayi kembali tenang.
Namun, jika perut kembung disertai gejala lain seperti muntah berulang, demam, sulit BAB, atau bayi tampak sangat kesakitan, sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakan kondisi si Kecil ke dokter spesialis anak.
Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman, Mom & Dad bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Tim dokter berpengalaman siap membantu mengevaluasi kondisi si Kecil dan memberikan solusi terbaik sesuai kebutuhan. Yuk, jadwalkan konsultasi sekarang agar tumbuh kembang si Kecil tetap optimal dan bebas dari rasa tidak nyaman!









0 Comments