Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Purple Crying, Fase Bayi Menangis Tanpa Henti

purple crying pada bayi dan cara mengatasinya

Tangisan bayi yang pertama kali Mom dengar pasti menghangatkan hati. Tangisan tersebut merupakan suara yang Mom dengar dari sang buah hati. Dalam beberapa bulan awal, Mom pasti akan sering mendengar tangisan bayi, karena hal tersebut merupakan salah satu cara bayi berkomunikasi.

Saat tangisan terdengar, Mom pasti akan berusaha memberikan kenyamanan dengan memberi ASI, mengganti popok dan menggendongnya. Akan tetapi, saat tangisan tidak kunjung berhenti, hal apa yang terjadi? Mungkin bayi sedang mengalami Purple Crying.

Apa Itu Purple Crying?

Purple Crying merupakan konsep yang secara khusus dikembangkan untuk menjelaskan tangisan bayi yang tidak dapat dijelaskan. Purple Crying juga memiliki fungsi untuk menurunkan insiden sindrom bayi terguncang.

Periode Purple Crying dimulai saat si Kecil berusia 2 minggu dan biasanya akan berhenti pada usia 3 atau 4 bulan. Sehingga Mom dan Ayah tidak perlu khawatir karena periode ini merupakan periode yang terjadi sebentar. Bayi tidak akan menangis selamanya.

Istilah Purple Crying sendiri merupakan sebuah singkatan dari beberapa poin, yaitu:

  • P – Peak of Crying (Puncak tangisan)

Mom mungkin akan melihat peningkatan kerewelan bayi saat si Kecil mulai berusia sekitar 2 minggu. Tangisan ini dapat mencapai puncaknya antara 6 dan 8 minggu sebelum berkurang saat si Kecil berusia 3 hingga 5 bulan.

  • U – Unexpected (Tidak terduga)

Ketika bayi menangis tanpa henti, Mom tentu saja akan melakukan hal-hal yang memenuhi kebutuhan si Kecil, seperti memberi ASI, mengganti popok atau membuatnya hangat berada di pelukan Mom. Bagi Mom yang sudah berusaha membuat si Kecil nyaman dengan keadaannya, mungkin akan tetap muncul tangisan yang tidak terduga, tetapi tangisan ini juga akan berhenti secara tak terduga.

  • R – Resists soothing (Tahan Menenangkan)

Setelah Mom mencoba semua cara agar dapat menghentikan tangisan bayi, mungkin bayi masih saja tetap menangis. Pada periode Purple Crying, apapun jenis menenangkannya tetap saja ditolak.

  • P – Pain-like face (Wajah seperti nyeri)

Saat Mom meluangkan waktu sejenak untuk melihat bayi Mom menangis dan mengeluarkan air mata, Mom pasti merasa sedih karena merasa si Kecil menangis karena kesakitan. Meskipun terlihat seperti itu, tapi si Kecil berada dalam keadaan baik-baik saja. 

  • L – Long lasting

Waktu si Kecil menangis di periode Purple Crying mungkin berbeda-beda. Bisa saja sangat lama, bisa saja hanya sebentar. Namun, tangisan yang diklasifikasikan sebagai Purple Crying adalah tangisan yang berlangsung hingga 5 jam atau lebih setiap hari, tapi Mom tidak perlu khawatir karena tangisan akan berhenti sendiri.

  • E – Evening

Apakah Mom sering merasa bahwa tangisan kerap terjadi di saat sore menjelang malam? Tangisan Purple Crying memang cenderung muncul atau meningkat pada sore dan malam hari, hal ini cukup umum terjadi. Meskipun Mom merasa Purple Crying terjadi tanpa terduga dan membuat Mom cukup kelelahan, Mom dapat mempersiapkan diri saat periode ini terjadi hampir setiap hari.

Apa Perbedaan Purple Crying dengan Kolik?

Purple Crying adalah cara baru untuk membantu Mom dan Ayah untuk memahami bahwa saat ini merupakan bagian normal dari perkembangan setiap bayi. Saat bayi Mom diinformasikan mengalami kolik, kedengarannya hal ini merupakan penyakit atau kondisi yang tidak normal dan perlu diobati, padahal periode ini merupakan fase perkembangan yang sangat normal. Oleh karena itu, dibuatlah istilah Purple Crying sebagai akronim dari cara yang bermakna dan mudah diingat untuk menggambarkan apa yang dialami Mom dan Ayah dan apa yang dialami oleh si Kecil.

Tips Menenangkan Bayi Selama Periode Purple Crying 

Jika bayi Mom menangis, pertama-tama pastikan tidak ada alasan yang jelas untuk tangisannya, seperti popok basah yang perlu diganti atau perut lapar. Kemudian, cobalah teknik berikut untuk membantu meredakan bayi dari Purple Crying:

  • Membedong Bayi

Mom dapat menggunakan selimut besar dan tipis untuk membungkus bayi dengan aman. Mom dapat meminta perawat atau dokter anak untuk menunjukkan cara membedong dengan benar jika Mom tidak yakin cara melakukannya.

  • Membantu Pencernaan

Mom dapat mencoba untuk memegang bayi sehingga dia berada di sisi kirinya dan gosok punggungnya dengan lembut untuk membantunya mencerna makanan atau ASI.

  • Menggendong Duduk atau Bergoyang

Gendong bayi dalam gendongan Mom dan berjalan, duduk, atau berdiri sambil melakukan gerakan menenangkan. Cara ini dapat mengingatkan bayi akan perasaannya di dalam rahim.

  • Cobalah dot

Memberikan dot mungkin akan membuat fokus bayi Mom teralihkan. Dengan mengisap dot dapat membantu menenangkan bayi.

  • Hibur si Kecil

Mom dapat membuat pengalihan seperti menunjukkan buku, mainan bergambar atau berbentuk lucu agar si Kecil teralihkan dari menangis. 

  • Istirahat

Saat semua cara sudah Mom lakukan, tetapi belum juga memberikan hasil, Mom dapat bergantian menenangkan si Kecil dengan Ayah atau keluarga lainnya. Jika Mom hanya berdua dengan si Kecil, Mom dapat meletakkan si Kecil di atas kasur dalam keadaan aman dan Mom dapat beristirahat sejenak hingga tangisan berhenti dengan sendirinya.

Menghadapi si Kecil yang sedang berada di periode Purple Crying memang cukup sulit jika tanpa dukungan dari pihak lain. Saat Mom kesulitan dan merasa bingung bagaimana menghadapinya, Mom dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter Anak di Kehamilan Sehat. Kehamilan Sehat menyediakan layanan Poli Anak untuk membantu Mom dalam memonitor tumbuh kembang anak, serta layanan vaksinasi, baby spa dan lainnya. Segera lakukan konsultasi dengan dokter anak terpercaya hanya di Kehamilan Sehat.

 

Penulis

Penulis

Tanggal

02/15/2023

Penulis

Penulis

Tanggal

02/15/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares