Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Katogori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/15/2021

Katogori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/15/2021

Skincare untuk Ibu Hamil : yang Aman & Dilarang

Skincare-yang-Aman-untuk-Ibu-Hamil

Isi Artikel

  1. Masalah Kulit Saat Hamil
  2. Jenis Skincare Yang Aman Untuk Ibu Hamil
  3. Kandungan Skincare Yang Aman Untuk Ibu Hamil
  4. Kandungan Skincare Yang Tidak Boleh Untuk Ibu Hamil

Begitu Mom tahu bahwa Mom sedang mengandung, banyak aspek kehidupan Mom yang turut berubah. Mom harus siap untuk beradaptasi dan melakukan berbagai perubahan termasuk mulai beralih dari skincare yang biasa Mom gunakan ke skincare yang aman untuk ibu hamil . Mengapa? Karena beberapa jenis kandungan aktif dalam skincare akan diserap oleh tubuh, dan oleh karena itu diserap oleh tubuh janin. Mom harus berhati-hati dan mulai beralih ke produk skincare yang aman untuk ibu hamil, karena beberapa kandungan skincare dapat membawa efek kurang baik bagi sang Janin. Yuk cari tahu tentang kriteria skincare yang aman untuk ibu hamil, agar tetap tampil segar dan cantik selama kehamilan.

Masalah Kulit yang Umum Terjadi Saat Hamil

Kenyataannya, perubahan kondisi kulit selama kehamilan adalah hal yang umum terjadi. Beberapa hal yang umum terjadi adalah:

1. Perubahan Pigmentasi Kulit

Beberapa bagian kulit akan terlihat menggelap selama kehamilan. Kondisi ini disebut chloasma  yang disebabkan oleh produksi melanin berlebih, untuk melindungi kulit dari sinar UV. Kondisi ini dialami oleh sekitar ¾ Mommil. Jangan khawatir, perubahan warna kulit tersebut akan memudar sekitar 3 bulan setelah melahirkan. Sementara itu, Mommil dapat menggunakan make up dan skincare yang aman untuk ibu hamil untuk menutupi warna gelap tersebut.

2. Stretch Marks

Stretch marks umumnya mulai terlihat pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini terjadi seiring dengan pertambahan berat badan Mommil. Hal ini menyebabkan kulit menjadi tertarik dan terjadilah stretch mark. 

3. Jerawat

Selama kehamilan, kadar hormon semakin bertambah dan hal ini menyebabkan produksi sebum meningkat. Sebum dalam jumlah yang terlalu banyak akan menutupi pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat. Solusinya adalah dengan menggunakan produk pembersih wajah / skincare untuk ibu hamil yang lembut dan memiliki claim anti pore-clogging. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter perihal kondisi tersebut. Jangan khawatir, produksi sebum pada wajah akan kembali normal setelah melahirkan.

Jenis Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya, penggunaan skincare untuk ibu hamil diperbolehkan. Namun dengan catatan, wajib memilih skincare yang aman untuk ibu hamil. Hal ini wajib menjadi perhatian, mengingat kandungan didalam skincare bisa masuk ke dalam aliran darah dan menembus plasenta yang merupakan organ penyedia oksigen dan nutrisi untuk janin. Beberapa jenis skincare yang aman untuk ibu hamil adalah:

1. Sabun Cuci Muka/Face Wash

Sabun cuci muka termasuk jenis skincare yang aman untuk ibu hamil. Pilih sabun yang lembut untuk menjaga agar kulit wajah tidak menjadi kering.

2. Pelembab

Perubahan hormon dalam tubuh bisa membuat kulit menjadi kering. Untuk mengatasinya, pergunakan skincare yang aman untuk ibu hamil berupa pelembab wajah dan tubuh yang sesuai dengan tipe dan kebutuhan kulit.

3. Sunscreen

Skincare-yang-Aman-untuk-Ibu-Hamil-2

Penggunaan sunscreen merupakan bagian dari skincare yang tidak boleh diabaikan karena produk ini sangat membantu dalam hal pencegahan keriput dan juga mencegah kanker kulit. Lalu bagaimana dengan penggunaannya sebagai skincare untuk ibu hamil? Disarankan untuk menggunakan produk sunscreen berbahan dasar mineral sebagai bagian dari skincare untuk ibu hamil. Sunscreen berbahan dasar mineral akan memantulkan sinar UV dan tidak terserap ke dalam kulit.

4. Obat Jerawat

Obat jerawat yang mengandung glycolic acid masuk dalam bagian skincare yang aman untuk ibu hamil. Bila Mommil masih ragu, konsultasikan dengan dokter terpercaya mengenai penggunaannya.

5. Oil

Jenis skincare yang aman untuk ibu hamil selanjutnya adalah oil atau minyak. Saat ini Mommil dapat menemukan berbagai jenis skincare berbahan dasar minyak yang memiliki sejuta manfaat untuk kulit. Bahan ini tergolong aman dipergunakan oleh siapa saja, termasuk aman digunakan sebagai skincare untuk ibu hamil.

Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Skincare-yang-Aman-untuk-Ibu-Hamil-3

Secara umum, kandungan bahan aktif berikut ini merupakan kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil.

1. Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid merupakan kandungan skincare untuk ibu hamil yang aman. Hyaluronic acid sendiri merupakan kandungan yang dapat membantu melembabkan dan membuat kulit kenyal. Produk skincare ini dapat dipergunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

2. Asam Alfa Hidroksi (AHA)

Asam Alfa Hidroksi (AHA) menjadi salah satu kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil. Jenis AHA yang aman untuk dipergunakan adalah glycolic acid dan lactic acid. Kandungan AHA tersebut dapat membantu untuk mengurangi garis halus, kerutan, dan mengatasi masalah pigmentasi. Walaupun termasuk kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil, disarankan untuk menggunakannya dalam dosis rendah.

3. Titanium Dioxide dan Zinc Oxide

Titanium dioxide dan Zinc Oxide termasuk dalam jenis skincare untuk ibu hamil yang aman. Mommil dapat menemukan keduanya sebagai kandungan produk sunscreen atau tabir surya.  Bahan-bahan ini tidak langsung menyerap ke dalam kulit sehingga aman dipergunakan sebagai skincare untuk ibu hamil setiap hari.

4. Vitamin C

Vitamin C termasuk kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil. Kandungan vitamin c mampu membantu mencerahkan kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Oleh karena itu, Mommil yang ingin tetap mencerahkan kulit selama kehamilan dapat memilih produk dengan kandungan vitamin c sebagai skincare untuk ibu hamil yang efektif dan aman digunakan.

5. Grapeseed Oil

Grapeseed oil ini banyak ditemukan dalam serum wajah dan minyak, dengan fungsi utama untuk melembabkan kulit. Jika Mommil ingin menjaga kelembaban kulit selama kehamilan, produk dengan kandungan grapeseed oil ini dapat menjadi pilihan skincare untuk ibu hamil yang baik bagi Mommil.

Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Selama masa kehamilan, ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil. Mengapa? Karena kandungan yang ada didalamnya dapat meresap masuk ke dalam janin dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan sang janin. Oleh karena itu, cermati kandungan dalam setiap produk skincare untuk ibu hamil yang akan dipergunakan, untuk menghindari risiko tersebut.

Selain mengenali kandungan skincare yang aman untuk ibu hamil, Mommil juga perlu mengetahui kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil, yaitu:

1. Asam Salisilat Dosis Tinggi

Skincare-yang-Aman-untuk-Ibu-Hamil-4

Asam salisilat dosis tinggi termasuk dalam kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil.  Kandungan ini  umumnya dipergunakan dalam produk eksfoliasi kulit, obat jerawat dan mengurangi tanda penuaan. Dalam dosis tinggi, asam salisilat dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti risiko bayi cacat lahir. Sebagai catatan, asam salisilat masih aman dipergunakan dalam dosis rendah, dibawah 2%. 

2. Retinoid

Kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil selanjutnya adalah retinoid. Kandungan yang umum dipergunakan dalam produk anti-aging ini dapat berisiko membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.

3. Paraben

Paraben masuk dalam kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil. Paraben dan turunannya seperti methylparaben dan propylparaben dapat mendatangkan efek negatif, salah satunya adalah risiko obesitas pada sang bayi setelah lahir.

4. Hydroquinone

Hydroquinone yang umumnya dipergunakan sebagai bahan pencerah kulit termasuk dalam kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil. Kandungan ini dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada sang bayi.

5. Aluminium Chloride Hexahydrate

Penggunaan aluminium chloride hexahydrate sebagai deodoran pada skincare untuk ibu hamil membutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah dapat dikategorikan sebagai kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil atau tidak. Bila ragu, Mommil dapat memasukkanya dalam kategori kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil dan beralih ke deodoran yang tidak memiliki kandungan aluminium chloride hexahydrate.

Sekarang Mommil sudah tahu jenis-jenis skincare untuk ibu hamil yang aman, serta kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil.  Untuk informasi lebih jelas, konsultasikan kepada dokter terkait apa saja kandungan skincare untuk ibu hamil yang aman dan apa saja kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Kehamilan Sehat. Dengan begini, Mommil tetap dapat merawat diri agar terlihat cantik dan kesehatan janin juga tetap terjamin.


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya