Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Berat Janin Berlebih? Waspada Risikonya Mom!

berat janin berlebih

Berat janin menjadi salah satu hal penting yang wajib Mom perhatikan selama masa kehamilan. Pasalnya, janin dalam kandungan harus mendapatkan bbj (berat badan janin) yang sesuai dengan usia kehamilan. Karena kondisi berat badan janin yang tidak sesuai, baik kekurangan atau malah berlebihan dapat membahayakan Mom dan janin selama masa kehamilan hingga proses persalinan berlangsung. Semua Mom tentu ingin memelihara kehamilan hingga persalinan tiba dengan lancar bukan?

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang risiko yang Mom jika janin kelebihan berat badan dan juga cara mengatasi bbj berlebih. Jadi Mom wajib membaca artikel ini sampai habis ya. 

Apa Itu Makrosomia?

Makrosomia adalah istilah digunakan untuk menyebut janin kelebihan berat badan. Ketika bbj lebih dari 4 kilogram, sudah dianggap sebagai makrosomia. Karena normalnya, janin memiliki berat 3 kilogram ke atas namun tergantung juga bagaimana janin akan berkembang sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan. 

Ukuran janin dalam kandungan merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan karena akan berkaitan dengan kondisi kehamilan dan proses persalinan nantinya. Itulah mengapa Mom harus mengetahui apa penyebab dan risiko dari BB janin yang berlebih. 

Risiko Berat Janin Berlebih

Berat badan janin yang tidak sesuai dengan usia kehamilan akan meningkatkan banyak risiko bagi ibu hamil maupun janin itu sendiri. Beberapa risiko yang dapat terjadi pada janin kelebihan berat badan antara lain: 

1. Persalinan Sulit

Persalinan akan terasa lebih sulit janin memiliki berat yang berlebih. Karena bb janin yang berlebih meningkatkan risiko Mom mengalami beberapa komplikasi yang mungkin terjadi selama persalinan, di antaranya: 

  1. Distosia bahu, dalam kondisi ini salah satu atau kedua bahu janin akan tersangkut saat persalinan, sehingga berisiko mengalami cedera saat dilahirkan. Kondisi ini menjadi gawat darurat medis. 
  2. Robekan perineum lebih besar, Berat berlebih pada janin dapat meningkatkan risiko robekan lebih besar pada perenium Mom yang mengakibatkan proses pemulihannya lebih lama.
  3. Menggunakan episiotomi, sayatan yang dibuat di area perineum untuk mempermudah proses kelahiran. 

2. Diabetes Gestasional 

Diabetes yang biasanya menyerang para Mommil memang bisa menyebabkan berat pada janin berlebih, karena adanya peningkatan kadar gula darah. Karena saat Mom mengalami diabetes, kemungkinan lemak yang diterima Mom akan disimpan oleh janin karena gula darah yang tinggi dapat mendorong pembentukan lemak dalam tubuh janin. 

3. Preeklamsia

Kondisi medis tersebut serius selama kehamilan yang memengaruhi organ-organ dalam tubuh terutama plasenta dan pembuluh darah. Kondisi ini dapat memengaruhi BB janin berlebih dan berkontribusi pada makrosomia.

4. Lahir Prematur

Lahir prematur menjadi kondisi dimana bayi lahir sebelum mencapai usia kehamilan 37 minggu dan bisa saja terjadi saat janin kelebihan berat badan loh Mom. Karena BB janin berlebih dapat memengaruhi kesehatan rahim dan plasenta jadinya memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. 

Penyebab Janin Kelebihan Berat Badan

Setelah mengetahui risiko dari bayi dengan bbj berlebih, sekarang kita akan membahas penyebab janin kelebihan berat badan. Bisa terlihat dari faktor genetik atau genetik dari Mom.

1. Hamil Anak Laki-Laki

Meski hamil anak laki-laki tidak dijadikan penyebab utama BB janin berlebih, biasanya calon bayi laki-laki cenderung memiliki bbj yang sedikit lebih tinggi dari bayi perempuan. Penting untuk tetap menjaga kesehatan selama kehamilan, termasuk mengikuti saran dari dokter kandungan, mematuhi pedoman gizi, melakukan aktivitas fisik yang sesuai, dan menjaga kontrol terhadap kondisi medis yang ada.

2. Faktor Genetik

Tentu saat BB janin berlebih, faktor genetik bisa menjadi penyebab pertama yang diduga oleh dokter kandungan. Bisa terlihat dari pertumbuhan sel dan jaringan tumbuh dan berkembang dalam tubuh termasuk pertumbuhan janin. Apalagi saat faktor genetik sudah berkombinasi dengan faktor lingkungan. 

Baca juga: Apa Saja Penyebab Bayi Besar Dalam Kandungan?

Cara Mengatasi BBJ Berlebih Selama Hamil

Setelah mengetahui risiko dan penyebabnya, mari kita coba atasi BB janin yang berlebih itu ya Mom. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Mom mengatasi BB janin berlebih selama kehamilan:

  1. Lakukan pemeriksaan rutin, Mom bisa lakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan secara teratur. Mom dan Ayah dapat dengarkan penjelasannya dengan cermat dalam memantau pertumbuhan janin dan kesehatan Mom sendiri. 
  2. Kontrol diabetes gestasional, Mom bisa mengendalikan gula darah dengan benar sambil melakukan diet seimbang dengan pantauan dari dokter kandungan Mom ya. 
  3. Gaya hidup sehat, jagalah pola makan dengan konsumsi nutrisi yang tepat dan seimbang dan jangan konsumsi gula berlebihan ya Mom. Disarankan untuk mengikuti panduan gizi dari dokter atau ahli gizi.
  4. Lakukan olahraga ringan, Mom boleh melakukan senam hamil di beberapa cabang Kehamilan Sehat juga loh untuk mengurangi bbj supaya bisa kembali ke normal. Aktivitas fisik yang teratur bisa membantu Mom menjaga kesehatan dan pertumbuhan janin yang sehat loh.
  5. Lakukan pemeriksaan janin, dengan Mom melakukan USG rutin di Kehamilan Sehat sesuai jadwal kunjungan. Dokter kandungan akan melihat perkembangan bbj yang sekarang.

Sekarang Mom sudah mengetahui penyebab, risiko dan juga cara mengatasi berat janin berlebih tersebut ya. Diharapkan Mom bisa langsung periksakan diri ke dokter kandungan di Kehamilan Sehat untuk menghindari dari masalah makrosomia. 

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/11/2023

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/11/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares