Menyiapkan MPASI alias Makanan Pendamping ASI untuk si Kecil perlu memperhatikan beberapa hal agar nutrisinya tetap terjaga. Salah satunya adalah cara menyimpan MPASI yang sudah dimasak dengan benar.
Beberapa orang tua ada yang memasak MPASI secara bertahap sesuai jam makan si Kecil. Ada juga yang memasak sekaligus untuk dua sampai tiga porsi makan, lalu disimpan untuk jam makan selanjutnya. Jika Mom & Dad
Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas makanan bayi tetap aman, higienis, dan tidak cepat basi. Selain itu, cara penyimpanan yang benar juga dapat membantu Mom & Dad menyiapkan stok MPASI dengan lebih praktis tanpa khawatir kandungan gizinya berkurang.
Artikel lainnya : Sumber Makanan MPASI Tinggi Protein yang Mudah Didapat di Rumah
Panduan menyimpan MPASI yang benar setelah dimasak
MPASI yang dimasak sekaligus untuk beberapa porsi perlu disimpan dengan benar agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga. Berikut beberapa panduan yang dapat Mom & Dad lakukan dalam menyimpan MPASI si Kecil.
Menyimpan MPASI di freezer
Freezer menjadi pilihan yang tepat jika Mom & Dad ingin menyiapkan stok MPASI untuk beberapa hari ke depan. Setelah MPASI matang, biarkan makanan sedikit mendingin terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam wadah.
MPASI dapat disimpan di freezer dalam wadah kecil sesuai porsi makan bayi. Cara ini memudahkan saat akan menghangatkan makanan karena Mom & Dad hanya perlu mengambil satu porsi saja. Umumnya, MPASI dapat disimpan di freezer hingga beberapa minggu selama disimpan dalam wadah tertutup rapat.
Menyimpan MPASI di chiller (kulkas bawah)
Jika MPASI akan diberikan dalam waktu dekat, Mom & Dad dapat menyimpannya di chiller atau bagian bawah kulkas. MPASI yang disimpan di chiller biasanya aman dikonsumsi dalam waktu sekitar 24 jam setelah dimasak.
Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi bau atau bakteri dari bahan makanan lain di dalam kulkas.
Menyimpan MPASI di suhu ruang
MPASI yang baru dimasak sebenarnya dapat bertahan di suhu ruang dalam waktu terbatas. Idealnya, makanan bayi sebaiknya diberikan dalam waktu maksimal 2 jam setelah dimasak.
Jika lebih dari itu, MPASI sebaiknya segera disimpan di kulkas atau freezer untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat membuat makanan tidak lagi aman dikonsumsi.
Tips tambahan
- Simpan MPASI dalam wadah yang bersih, steril, dan tertutup rapat atau kedap udara.
- Beri keterangan tanggal kapan MPASI dibuat agar lebih mudah mengetahui batas waktu penyimpanannya.
- MPASI yang sudah dibekukan lalu dihangatkan dan berada di suhu ruang lebih dari 2 jam sebaiknya tidak diolah atau disimpan kembali.
- Ambil MPASI secukupnya sesuai porsi makan bayi untuk menghindari makanan terbuang.
- Hangatkan MPASI secukupnya dan aduk hingga suhunya merata sebelum diberikan kepada si Kecil.
Berapa lama MPASI bertahan setelah dimasak?
MPASI yang baru dimasak sebaiknya segera diberikan kepada bayi. Namun jika tidak langsung dikonsumsi, MPASI dapat disimpan dengan cara yang tepat. Di suhu ruang, MPASI umumnya hanya aman bertahan sekitar 1–2 jam setelah dimasak. Setelah melewati waktu tersebut, risiko pertumbuhan bakteri bisa meningkat sehingga makanan tidak lagi aman diberikan kepada bayi.
Jika ingin disimpan lebih lama, MPASI sebaiknya segera dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer setelah makanan cukup dingin.
Bolehkah MPASI dari kulkas langsung dihangatkan?
MPASI yang disimpan di kulkas pada umumnya boleh langsung dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi. Mom & Dad dapat menghangatkannya di atas kompor dengan api kecil sambil diaduk agar suhu makanan merata.
Namun, jika MPASI sebelumnya disimpan dalam kondisi beku di freezer, sebaiknya tidak langsung dipanaskan. MPASI perlu dicairkan terlebih dahulu dengan memindahkannya ke chiller (kulkas bawah) selama beberapa jam atau semalaman. Setelah teksturnya mencair, barulah MPASI dapat dihangatkan hingga siap diberikan kepada si Kecil.
Berapa lama MPASI bertahan tanpa kulkas?
MPASI yang berada di luar kulkas atau suhu ruang sebaiknya segera diberikan kepada bayi setelah selesai dimasak. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, kualitas makanan dapat menurun dan berisiko terkontaminasi bakteri.
Oleh karena itu, jika Mom & Dad menyiapkan MPASI tetapi belum akan diberikan dalam waktu dekat, sebaiknya makanan segera disimpan dalam wadah steril dan tertutup kemudian masukkan ke kulkas. Langkah ini membantu menjaga keamanan dan kualitas MPASI sebelum diberikan kepada si Kecil.
Penutup
Menyiapkan dan menyimpan MPASI dengan cara yang tepat merupakan langkah penting untuk memastikan si Kecil mendapatkan asupan yang aman dan bergizi. Dengan memahami cara penyimpanan yang benar, Mom & Dad dapat menjaga kualitas makanan bayi tetap higienis sekaligus memudahkan dalam menyiapkan stok MPASI di rumah.
Jika Mom & Dad masih memiliki pertanyaan seputar pemberian MPASI, kebutuhan nutrisi bayi, atau pola makan yang tepat sesuai usia si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Mom & Dad dapat berkonsultasi dengan ahli gizi di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan panduan nutrisi yang tepat bagi tumbuh kembang si Kecil.









0 Comments