Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tanda dan Gejala Intoleransi Laktosa pada Bayi yang Wajib Diketahui

gejala intoleransi laktosa

Si Kecil sering diare setelah minum susu formula? Bisa jadi ini merupakan salah satu tanda dan gejala intoleransi laktosa. Gejala intoleransi laktosa pada bayi biasanya muncul beberapa jam setelah minum susu dan bisa berbeda-beda pada setiap anak. Mom & Dad sebaiknya mengenali tanda intoleransi laktosa sejak dini, sehingga Mom & Dad bisa menyesuaikan pola makan atau jenis susu yang diberikan. Serta berkonsultasi dengan dokter bila diperlukan. Dengan begitu, si Kecil tetap bisa tumbuh sehat tanpa terganggu masalah pencernaan.

Artikel lainnya : Penyebab Perut Kembung pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Apa itu intoleransi laktosa 

Intoleransi laktosa terjadi ketika sistem pencernaan si Kecil kesulitan mencerna laktosa. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat pada susu formula. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala tidak nyaman setelah minum susu maupun produk olahannya. Tidak semua anak bisa menunjukkan gejala intoleransi laktosa. 

Tetapi jika salah satu gejalanya muncul, biasanya dokter dan tenaga kesehatan akan mengevaluasi apakah si Kecil benar mengalami intoleransi laktosa. Evaluasi ini bisa meliputi riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga tes khusus untuk memastikan tubuh si Kecil bisa atau tidak mencerna laktosa dengan baik.

Kenapa anak bisa intoleransi laktosa?

1. Kekurangan enzim laktase

Penyebab utama intoleransi laktosa adalah kurangnya enzim laktase di usus halus. Enzim ini berfungsi untuk memecah laktosa menjadi bentuk yang lebih sederhana agar mudah diserap tubuh.

Pada bayi, enzim laktase biasanya diproduksi dalam jumlah cukup untuk mencerna ASI atau susu. Namun, pada beberapa anak, produksi enzim ini bisa lebih sedikit sehingga tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Akibatnya, laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan memicu berbagai gejala seperti kembung atau diare.

2. Sensitivitas sistem pencernaan anak

Setiap anak memiliki kondisi pencernaan yang berbeda. Ada anak yang tetap nyaman meski mengkonsumsi sedikit laktosa, tetapi ada juga yang langsung menunjukkan gejala. Hal ini dipengaruhi oleh sensitivitas usus, kondisi kesehatan pencernaan, serta keseimbangan bakteri baik di dalam usus (mikrobioma).

Bakteri di usus besar akan memfermentasi laktosa yang tidak tercerna. Proses ini bisa menghasilkan gas dan menyebabkan perut kembung, nyeri, atau perubahan pada pola buang air besar.

Gejala intoleransi laktosa 

Intoleransi laktosa pada anak umumnya menimbulkan berbagai keluhan pada sistem pencernaan, terutama setelah mengkonsumsi susu atau produk olahannya. Gejalanya bisa muncul 30 menit hingga 2 jam. Gejala intoleransi laktosa berbeda pada setiap anak, tergantung seberapa banyak laktosa yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh dalam mencernanya.

Beberapa tanda dan gejala intoleransi laktosa yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Diare 
  • Perut kembung 
  • Sakit perut 
  • Mual dan muntah 
  • Sensasi kenyang 
  • Perut kembung 

Gejala-gejala ini muncul karena laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan difermentasi oleh bakteri di dalamnya. Proses ini menghasilkan gas dan zat tertentu yang dapat memicu rasa tidak nyaman pada perut si Kecil.

Makanan biasanya membutuhkan waktu sekitar 6–10 jam untuk mencapai usus besar, dan dapat memakan waktu hingga 24–36 jam untuk melewatinya. Oleh karena itu, keluhan bisa muncul beberapa jam hingga satu atau dua hari setelah mengkonsumsi laktosa.

Cara mengatasi intoleransi laktosa pada bayi

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda intoleransi laktosa, Mom & Dad tidak perlu panik. Kondisi ini umumnya bisa dikelola dengan penyesuaian asupan yang tepat agar pencernaan anak tetap nyaman tanpa mengganggu kebutuhan nutrisinya.

Pada bayi, ASI tetap menjadi pilihan terbaik karena lebih mudah dicerna dan secara alami mengandung enzim yang membantu proses pencernaan laktosa. Menariknya, sebagian besar bayi dengan gejala ringan tetap dapat mengonsumsi ASI tanpa masalah berarti. Oleh karena itu, pemberian ASI tetap disarankan selama tidak ada kondisi medis tertentu yang melarang.

Sementara itu, jika si Kecil mengkonsumsi susu formula dan menunjukkan gejala, dokter biasanya akan menyarankan penggantian ke susu rendah laktosa atau bebas laktosa yang lebih sesuai dengan kondisi pencernaannya.

Yang tidak kalah penting, selalu perhatikan respon tubuh anak setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Dengan memahami batas toleransi laktosa si Kecil, Mom & Dad bisa membantu mencegah munculnya gejala sekaligus memastikan tumbuh kembangnya tetap optimal.

Penutup

Pada kondisi tertentu seperti intoleransi laktosa, pemilihan asupan yang tepat menjadi hal penting untuk menjaga kenyamanan pencernaan si Kecil. Namun, perlu diingat bahwa ASI tetap menjadi nutrisi terbaik untuk bayi, karena lebih mudah dicerna dan mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.

Agar pemberian ASI optimal, konsultasi dengan dokter konselor laktasi dapat membantu Mom & Dad mendapatkan pendampingan yang tepat, mulai dari teknik menyusui, evaluasi kondisi si Kecil, hingga solusi jika muncul kendala selama proses menyusui.

Mom & Dad bisa berkonsultasi dengan dokter laktasi di KS Women and Children Clinic untuk memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi dengan aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/27/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/27/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares