Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Berhubungan Saat Nifas Apakah Bisa Hamil? Kenali Risiko dan Bahayanya 

berhubungan saat nifas apakah bisa hamil

 

Berhubungan intim sebaiknya ditunda hingga masa nifas selesai dan kondisi tubuh Moms benar-benar pulih. Pasalnya, melakukan hubungan intim sebelum masa nifas berakhir dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti infeksi, perdarahan, hingga rasa nyeri akibat luka persalinan yang belum sembuh sepenuhnya. Selain itu, berhubungan intim selama masa nifas juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk memahami kapan waktu yang aman untuk kembali berhubungan intim setelah melahirkan, risiko yang dapat terjadi apabila hubungan intim dilakukan terlalu dini, serta peluang terjadinya kehamilan selama masa nifas. Simak penjelasan lengkapnya pada artikel berikut.

Baca juga: Berhubungan Intim Menjelang HPL, Apakah Aman dan Bisa Mempercepat Persalinan?

Apakah boleh melakukan hubungan intim sebelum 40 hari?

Secara umum, dokter tidak menyarankan pasangan untuk berhubungan intim sebelum masa nifas selesai, yaitu sekitar 6 minggu atau 40–42 hari setelah melahirkan. Rekomendasi ini berlaku baik bagi ibu yang melahirkan secara normal maupun melalui operasi caesar, meskipun waktu pemulihan setiap ibu dapat berbeda-beda.

Selama masa nifas, rahim masih berada dalam proses pemulihan dan kembali ke ukuran semula. Selain itu, kondisi leher rahim belum sepenuhnya menutup, serta luka bekas persalinan (baik robekan alami, episiotomi, maupun sayatan operasi caesar) masih membutuhkan waktu untuk sembuh. Berhubungan intim terlalu dini dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.

Pada masa nifas ibu juga masih mengalami keluarnya darah nifas (lokia). Selama lokia masih berlangsung, risiko masuknya bakteri ke dalam rahim lebih tinggi sehingga peluang terjadinya infeksi juga meningkat. Tidak sedikit ibu yang juga masih merasakan nyeri pada area vagina, panggul, atau perut sehingga hubungan intim dapat terasa tidak nyaman.

Apakah berhubungan saat nifas bisa hamil?

Berhubungan saat masa nifas tetap memiliki peluang terjadinya kehamilan. Banyak orang beranggapan bahwa ibu yang belum mengalami menstruasi setelah melahirkan tidak mungkin hamil. Padahal, ovulasi atau pelepasan sel telur dapat terjadi sebelum menstruasi pertama datang. Artinya, seorang ibu bisa kembali subur tanpa menyadarinya. Pada ibu yang tidak menyusui secara eksklusif, ovulasi umumnya kembali lebih cepat, bahkan dapat terjadi sekitar 6–8 minggu setelah persalinan. Sementara itu, pada ibu yang memberikan ASI eksklusif, hormon prolaktin memang dapat menunda ovulasi. Namun, efek ini tidak selalu sama pada setiap wanita. Sehingga memberikan ASI tidak dapat dijadikan metode kontrasepsi yang sepenuhnya dapat diandalkan. 

Catatan: Meskipun peluang hamil saat nifas memang ada, hubungan intim pada masa nifas tetap sebaiknya ditunda hingga tubuh ibu benar-benar pulih dan tenaga kesehatan menyatakan kondisi sudah aman. Hal ini penting untuk mengurangi risiko infeksi, perdarahan, maupun gangguan penyembuhan luka setelah persalinan.

Risiko berhubungan intim saat masa nifas

Selama masa nifas, tubuh masih memerlukan waktu untuk pulih setelah proses persalinan. Apabila hubungan intim dilakukan terlalu dini, risiko terjadinya berbagai komplikasi dapat meningkat. Berikut beberapa risiko yang perlu Moms waspadai. 

1. Infeksi pada rahim atau luka persalinan

Leher rahim yang belum menutup sempurna serta luka persalinan yang masih dalam tahap penyembuhan membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam saluran reproduksi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada rahim maupun luka jahitan.

2. Perdarahan kembali

Aktivitas seksual yang dilakukan sebelum tubuh pulih sepenuhnya setelah melahirkan dapat memicu perdarahan karena jaringan di sekitar vagina dan rahim masih rapuh. Kondisi ini dapat mengganggu proses penyembuhan luka persalinan dan menyebabkan perdarahan nifas kembali muncul atau bertambah banyak. 

3. Nyeri saat berhubungan

Salah satu risiko berhubungan intim saat masa nifas adalah timbulnya rasa nyeri. Kondisi ini terjadi karena jaringan di sekitar vagina, perineum, atau bekas luka operasi caesar belum pulih sepenuhnya setelah persalinan. Di sisi lain, penurunan kadar hormon estrogen setelah melahirkan, terutama pada ibu yang menyusui, dapat membuat vagina menjadi lebih kering sehingga hubungan intim terasa kurang nyaman atau bahkan menimbulkan rasa sakit. 

4. Luka persalinan terbuka kembali

Berhubungan intim sebelum luka persalinan sembuh sepenuhnya dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan risiko luka terbuka kembali. Kondisi ini dapat terjadi pada ibu yang mengalami robekan perineum, menjalani episiotomi, maupun melahirkan melalui operasi caesar. Akibatnya, Moms dapat merasakan nyeri yang semakin berat, perdarahan, hingga meningkatnya risiko infeksi sehingga proses pemulihan menjadi lebih lama. 

5. Kehamilan yang tidak direncanakan

Meskipun belum menstruasi, ovulasi dapat terjadi kapan saja setelah melahirkan. Tanpa penggunaan kontrasepsi, hubungan intim saat masa nifas tetap berpotensi menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, Moms sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan sudah benar-benar pulih dan masa nifas sudah selesai sebelum kembali aktif secara seksual.

Kapan masa nifas dikatakan selesai?

Masa nifas umumnya berlangsung selama sekitar 6 minggu atau 42 hari setelah persalinan. Pada periode ini, tubuh Moms mengalami berbagai perubahan untuk kembali seperti sebelum hamil. 

Secara umum, masa nifas dapat dikatakan telah selesai apabila: 

  • perdarahan nifas sudah berhenti
  • luka persalinan telah sembuh dengan baik
  • tidak ada tanda infeksi
  • hasil pemeriksaan kontrol pascapersalinan menunjukkan bahwa proses pemulihan berjalan normal

Jika Moms masih merasakan nyeri, perdarahan, atau keluhan lain setelah 6 minggu, sebaiknya tunda hubungan intim dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.

Selesainya masa nifas bukan satu-satunya penanda bahwa Moms sudah bisa memulai kembali berhubungan intim. Terkadang pemulihan fisik maupun emosional dapat berlangsung lebih lama. Terutama pada ibu yang menjalani persalinan dengan komplikasi, operasi caesar, atau mengalami robekan yang cukup berat. Oleh karena itu, kesiapan untuk kembali berhubungan seksual perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kesiapan masing-masing.

Untuk memastikan proses pemulihan setelah melahirkan berjalan dengan baik, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter Obgyn di KS Women and Children Clinic. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi rahim dan luka persalinan, memastikan tubuh telah pulih dengan optimal, serta memberikan rekomendasi mengenai waktu yang aman untuk kembali berhubungan intim dan penggunaan kontrasepsi setelah melahirkan. 

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2026. Sex After Birth.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sex after pregnancy: Set your own timeline.
UMass Memorial Health. Diakses pada 2026. Having Sex After Childbirth.

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/27/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/27/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares