Memasuki usia 2 tahun hingga hampir 3 tahun, kemampuan Si Kecil berkembang semakin pesat. Anak mulai lebih aktif bergerak, mampu berkomunikasi dengan kalimat sederhana, serta menunjukkan keinginan untuk melakukan berbagai hal sendiri. Pada tahap ini, perkembangan anak 24 sampai 35 bulan dapat terlihat dari kemampuan motorik, bahasa, kognitif, hingga sosial dan kemandiriannya. Setiap anak memang dapat mencapai kemampuan tersebut pada waktu yang berbeda. Namun, Mom & Dad tetap perlu mengenali tahapan perkembangan sesuai usia agar dapat mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai dan memperhatikan bila terdapat hal yang perlu dikonsultasikan.
Baca juga: Perkembangan Bayi 18-23 Bulan: Panduan Tumbuh Kembang Sesuai Usia
Perkembangan motorik kasar anak 24–35 Bulan
Motorik kasar berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan otot-otot besar tubuh untuk bergerak dan menjaga keseimbangan. Pada usia 24–35 bulan, beberapa kemampuan yang mulai dikuasai si Kecil antara lain:
- Berjalan naik tangga dengan mandiri
- Berlari dengan lebih baik
- Bermain dan menendang bola kecil
Kemampuan ini menunjukkan bahwa koordinasi gerak dan keseimbangan si Kecil semakin berkembang. Mom & Dad dapat mengamati apakah si Kecil semakin percaya diri ketika berjalan, berlari, atau melakukan aktivitas fisik sehari-hari.
Perkembangan motorik halus dan adaptif
Selain kemampuan bergerak, koordinasi tangan dan jari anak juga semakin berkembang. Kemampuan motorik halus dan adaptif pada usia ini meliputi:
- Membuat garis lurus
- Menumpuk empat kubus atau lebih
- Menemukan benda yang disembunyikan di dalam dua hingga tiga lapis penutup
Kemampuan tersebut berkaitan dengan koordinasi antara penglihatan dan gerakan tangan, sekaligus kemampuan si Kecil memahami lingkungan di sekitarnya.
Perkembangan bicara dan bahasa anak 24–35 Bulan
Perkembangan bahasa biasanya semakin terlihat jelas pada rentang usia ini. Si Kecil mulai mampu menyampaikan keinginan dan pikirannya dengan kalimat yang lebih panjang. Beberapa kemampuan bicara dan bahasa yang mulai muncul di usia 24-35 bulan antara lain:
- Membuat kalimat yang terdiri dari 2 sampai 4 kata
- Mengulang kata-kata yang didengar dari percakapan
- Mengetahui nama orang yang dikenalnya
- Menunjuk 3–6 atau lebih bagian tubuh ketika diminta
- Menunjuk empat gambar atau benda yang tepat ketika namanya disebut
- Melihat gambar dan menyebutkan dengan benar nama dua benda atau lebih
- Mulai mengenal bentuk dan warna
- Mengikuti perintah dua langkah, misalnya “Tolong ambilkan baju dan letakkan di lemari.”
- Melengkapi kalimat dari buku atau lirik lagu yang sudah dikenalnya
Perkembangan bahasa tidak hanya dilihat dari banyaknya kata yang dapat diucapkan. Kemampuan memahami perkataan, mengikuti instruksi, mengenali orang atau benda, dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi juga menjadi bagian penting yang perlu Mom & Dad perhatikan.
Perkembangan sosialisasi dan kemandirian
Di usia 24–35 bulan, si Kecil mulai menunjukkan keinginan untuk melakukan berbagai aktivitas sendiri. Ia juga semakin tertarik berinteraksi dengan orang lain. Beberapa kemampuan perkembangan sosial dan kemandirian pada anak usia 24-35 bulan yang dapat muncul antara lain:
- Membantu membereskan mainannya, membantu mengangkat piring ketika diminta, atau melepas pakaian secara mandiri
- Makan secara mandiri dengan lebih bersih (tidak banyak makanan yang tumpah atau terbuang)
- Meniru orang dewasa dan anak yang lebih tua darinya
- Mulai tertarik bermain bersama anak lain dan mengajak mereka terlibat dalam permainan
- Sudah mulai menunjukkan keinginan untuk melakukan sesuatu sesuai kemauannya sendiri, termasuk menolak ketika diberi larangan
- Mulai menirukan situasi atau aktivitas sederhana melalui permainan pura-pura.
Perilaku ingin melakukan sesuatu sendiri atau sesekali menolak arahan dapat muncul sebagai bagian dari proses perkembangan sosial dan kemandirian si Kecil. Mom & Dad dapat tetap memberikan batasan yang jelas sambil memberi kesempatan kepada Si Kecil untuk mencoba melakukan aktivitas sederhana sesuai kemampuannya.
Kemampuan anak yang perlu dipantau pada usia 24-35 bulan
Selain mengenali kemampuan yang diharapkan, Mom & Dad juga perlu memperhatikan tanda yang mungkin menunjukkan adanya keterlambatan perkembangan alias red flags. Pada usia 24-35 bulan, beberapa kemampuan yang menjadi tanda red flags perkembangan di usianya meliputi:
- Belum dapat berjalan dengan stabil
- Belum dapat mengatakan kalimat yang terdiri dari dua kata, seperti “Minum susu”
- Tidak mampu mengikuti atau memahami perintah sederhana
- Belum mengenali atau menggunakan nama benda umum, seperti sepatu, telepon, telur, sendok, dan sebagainya
- Tidak dapat meniru tindakan atau perkataan orang lain.
- Kontak mata masih sangat minimal
Bila Si Kecil belum menunjukkan salah satu atau beberapa kemampuan tersebut, bukan berarti langsung mengalami gangguan tumbuh kembang. Namun, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan tumbuh kembang dapat membantu menilai kemampuan si Kecil secara lebih menyeluruh dan mengetahui apakah diperlukan penanganan lebih lanjut. Pantau tumbuh kembang si Kecil secara rutin bersama dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic agar perkembangannya dapat dinilai secara menyeluruh sesuai usianya.
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. 2022.









0 Comments