Memasuki usia 18 bulan, Si Kecil semakin aktif bergerak, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Pada tahap ini, stimulasi anak 18 bulan penting dilakukan untuk mendukung perkembangan kemampuan motorik, bahasa, kognitif, sosial, dan kemandiriannya. Stimulasi tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang rumit. Mom & Dad dapat memanfaatkan permainan dan kegiatan sehari-hari sebagai kesempatan untuk membantu Si Kecil belajar. Apa saja stimulasi yang dapat dilakukan untuk anak usia 18–23 bulan agar tumbuh kembangnya optimal? Berikut beberapa aktivitas yang dapat Mom & Dad terapkan di rumah.
Baca juga: Kenali Perkembangan Anak 24–35 Bulan dan Kemampuan yang Perlu Dipantau
1. Latih keseimbangan tubuh
Ajak si Kecil berlatih berdiri dengan satu kaki secara bergantian. Pada awalnya, si Kecil mungkin masih membutuhkan pegangan pada kursi atau tangan Mom & Dad. Berikan kesempatan untuk mencoba secara bertahap dan pastikan area bermain aman. Selain itu, Mom & Dad bisa ajak si Kecil berjalan, berlari, dan melompat sesuai kemampuannya. Aktivitas bergerak secara aktif dapat membantu melatih keseimbangan serta kekuatan tubuh.
2. Ajak naik dan turun tangga
Jika si Kecil sudah mampu berjalan sendiri, Mom & Dad dapat mulai mengenalkan aktivitas naik dan turun tangga dengan pendampingan. Pegang salah satu tangan anak untuk membantu menjaga kestabilannya. Pastikan tangga aman dan jangan membiarkan si Kecil melakukannya sendiri. Stimulasi ini dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan si Kecil.
3. Bermain bola
Bermain bola dapat menjadi pilihan stimulasi anak 18-23 bulan yang sederhana. Ajak si Kecil melempar, menangkap, dan menendang bola bersama. Mom & Dad juga dapat mengajak si Kecil berjalan menuju bola kemudian mencoba menendangnya. Berikan kesempatan kepada si Kecil untuk mencoba menggerakkan bola dengan kakinya tanpa harus menuntut gerakan yang sempurna.
4. Bermain dengan mainan yang dapat didorong dan ditarik
Berikan mainan yang aman untuk didorong atau ditarik. Biarkan si Kecil mencoba menggerakkan mainan tersebut sambil berjalan. Aktivitas ini dapat menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan motorik sekaligus membuat si Kecil lebih aktif bergerak. Pastikan mainan yang digunakan sesuai usia dan tidak memiliki bagian yang mudah terlepas atau berisiko melukai anak.
5. Mengenalkan berbagai ukuran dan bentuk
Mom & Dad dapat membuat permainan sederhana menggunakan benda dengan berbagai ukuran dan bentuk. Misalnya, buat lubang pada tutup kotak atau kardus, kemudian ajak si Kecil memasukkan benda sesuai dengan ukuran lubangnya. Aktivitas ini membantu anak belajar mengenali perbedaan ukuran dan bentuk melalui permainan. Gunakan benda yang aman dan selalu dampingi si Kecil selama bermain.
6. Bermain puzzle sederhana
Puzzle juga dapat digunakan sebagai stimulasi anak usia 18-23 bulan. Pilih puzzle sederhana yang hanya terdiri dari sekitar 2–3 potongan. Biarkan si Kecil mencoba memasangkan potongan puzzle sesuai bentuknya. Bila si Kecil mengalami kesulitan, Mom & Dad dapat memberikan contoh tanpa langsung menyelesaikan permainan untuknya.
7. Menggambar dan mencoret-coret
Sediakan kertas dan alat gambar seperti krayon atau spidol yang sesuai untuk anak. Ajak si Kecil membuat coretan atau mencoba menggambar bentuk sederhana, seperti garis dan bulatan. Mom & Dad juga dapat mengajak anak menggambar wajah. Kegiatan ini dapat menjadi cara sederhana untuk melatih kemampuan motorik halus sekaligus memberikan kesempatan bagi si Kecil untuk bereksplorasi.
8. Melatih kemandirian dalam aktivitas sehari-hari
Stimulasi juga dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Ajak si Kecil belajar mengancingkan pakaian dengan bantuan, memakai atau melepas pakaian, serta merapikan mainan setelah selesai bermain. Mom & Dad juga dapat melibatkan si Kecil dalam pekerjaan rumah tangga sederhana, seperti membantu membereskan mainan. Berikan arahan dengan kalimat sederhana dan sesuaikan tugas dengan kemampuan anak.
9. Latih makan dan minum sendiri
Pada usia ini, si Kecil dapat mulai dilatih makan dan minum sendiri. Ajak anak makan bersama keluarga dan berikan kesempatan menggunakan sendok, garpu, serta cangkir yang sesuai untuk anak. Tetap dampingi si Kecil selama makan dan berikan bantuan ketika diperlukan. Selain melatih kemandirian, kegiatan makan bersama juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan si Kecil.
10. Ajak bernyanyi dan bercerita
Bernyanyi dapat menjadi aktivitas sederhana untuk mendukung kemampuan bahasa anak. Mom & Dad dapat mengajak Si Kecil menyanyikan lagu anak-anak yang familiar. Selain itu, bacakan cerita yang sesuai usia dan ajak anak memperhatikan gambar di dalam buku. Sesekali tanyakan hal sederhana tentang cerita atau gambar yang dilihatnya. Berikan kesempatan kepada Si Kecil untuk menjawab dengan kata, suara, atau menunjuk.
11. Latih si Kecil mengenali perasaan dan mengikuti perintah
Mom & Dad dapat menggunakan kata-kata sederhana untuk mengenalkan perasaan atau emosi, misalnya “senang”, “sedih”, atau “marah”. Ketika si Kecil menunjukkan emosi tertentu, bantu sebutkan perasaan tersebut agar si Kecil mulai mengenalinya. Latih pula kemampuan mengikuti perintah sederhana dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, “Tolong bawakan kaos kaki merah” atau “Letakkan cangkir di meja”. Gunakan kalimat sederhana dan berikan kesempatan kepada si Kecil untuk mengikuti instruksi tersebut.
12. Bermain bersama dan mengenalkan perilaku sosial
Ajak si Kecil bermain bersama teman sebaya melalui permainan yang melibatkan interaksi. Melalui kegiatan bermain, si Kecil dapat belajar mengikuti aturan sederhana dan mengenal giliran. Permainan seperti balok, bola, puzzle, buku, boneka, atau telepon mainan juga dapat diberikan untuk membantu anak belajar bermain, memahami sebab-akibat, memecahkan masalah sederhana, dan bermain pura-pura. Mom & Dad juga dapat mengajarkan perilaku sosial dengan lebih sering memuji perilaku baik daripada menghukum perilaku yang kurang baik. Ketika si Kecil melihat orang lain sedih, misalnya, ajak ia untuk menunjukkan empati dengan memeluk atau menepuk pundaknya.
Stimulasi anak 18-23 bulan perlu dilakukan secara konsisten
Stimulasi anak 18-23 bulan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana di rumah, mulai dari bermain bola, menyusun puzzle, menggambar, bernyanyi, membaca buku, hingga melibatkan si Kecil dalam kegiatan sehari-hari. Menurut Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Kementerian Kesehatan RI, stimulasi diberikan melalui aktivitas bermain dan interaksi sosial yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta konsisten juga penting agar anak dapat bereksplorasi dengan nyaman.
Setiap anak dapat mencapai kemampuan perkembangan pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu, stimulasi di rumah sebaiknya disertai dengan pemantauan tumbuh kembang secara rutin. Pemeriksaan membantu Mom & Dad mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan si Kecil sudah sesuai dengan tahap usianya serta mendeteksi lebih awal bila terdapat hal yang perlu diperhatikan. Bila Mom & Dad memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan atau perkembangan si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Rutin melakukan pemeriksaan tumbuh kembang dapat membantu memastikan si Kecil mendapatkan pemantauan dan dukungan yang sesuai sejak dini.
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. 2022.









0 Comments