Usia 24-35 bulan menjadi masa penting bagi Si Kecil karena kemampuan bicara, motorik, dan kemandiriannya berkembang pesat. Anak mulai bisa menyusun kalimat pendek, berlari dengan lebih stabil, serta menunjukkan keinginan untuk melakukan berbagai hal sendiri. Stimulasi anak 24-35 bulan berperan penting untuk mendukung tahap perkembangan ini agar berjalan optimal. Mom & Dad dapat memberikan stimulasi melalui aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari di rumah.
Baca juga: Stimulasi Anak 18-23 Bulan: Ide Aktivitas untuk Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil
Stimulasi anak usia 24–35 bulan yang bisa dilakukan di rumah
Setiap anak dapat mencapai kemampuan perkembangan pada waktu yang berbeda. Oleh karena itu, Mom & Dad dapat memberikan stimulasi secara bertahap sesuai kemampuan si Kecil. Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di rumah.
1. Ajak memanjat, berlari, melompat, dan merayap
Ajarkan si Kecil untuk mau memanjat, berlari, melompat, merayap, serta melatih keseimbangan badan. Mom & Dad juga bisa mengajak si Kecil menendang bola dan berlatih menghadapi rintangan sederhana. Coba ajak si Kecil bermain “ular naga”, merangkak di kolong meja, berjinjit mengelilingi kursi, atau melompat di atas bantal.
2. Latih melompat, melempar, dan menangkap bola
Usahakan agar si Kecil melompat jauh dengan kedua kaki secara bersamaan. Mom & Dad bisa membuat garis batas lompatan menggunakan handuk bekas atau kapur tulis di lantai. Selain itu, tunjukkan cara melempar bola besar ke arah Mom & Dad, lalu lemparkan kembali agar si Kecil belajar menangkapnya.
3. Ajarkan bermain puzzle dan mengelompokkan benda
Bantu si Kecil menyelesaikan puzzle bentuk, warna, atau hewan sambil menyebutkan nama setiap bagiannya. Mom & Dad juga bisa mengajak si Kecil mengelompokkan benda menurut jenisnya, misalnya uang logam atau kancing berbagai warna, dimulai dari dua jenis benda lalu ditambah sedikit demi sedikit.
4. Ajak membuat gambar tempelan dan proyek seni
Bantu si Kecil memotong gambar dari majalah lama menggunakan gunting anak, lalu tempelkan pada kertas atau karton sambil membicarakan apa yang sedang dibuatnya. Mom & Dad juga bisa mengajak si Kecil membuat proyek seni sederhana dengan krayon, cat, dan kertas, kemudian tempelkan hasilnya di dinding atau kulkas.
5. Kenalkan konsep jumlah lewat balok dan benda sehari-hari
Ajak si Kecil mengelompokkan benda dalam jumlah satu, dua, tiga, dan seterusnya, misalnya menghitung biji kacang bersama. Sediakan juga satu set balok mainan dan beri kesempatan si Kecil untuk menyusun serta merobohkannya sendiri.
6. Ajak berbicara dua kata dan bacakan buku cerita
Ajak si Kecil berbicara menggunakan dua kata dengan ejaan yang baik dan benar. Bacakan buku cerita bergambar besar agar menarik minatnya, lalu ajukan pertanyaan sederhana seperti siapa tokohnya, apa yang terjadi, atau mengapa hal itu bisa terjadi. Dorong pula si Kecil untuk bercerita tentang apa yang dilihatnya, baik dari buku maupun saat jalan-jalan.
7. Latih menyebut nama benda, sifat, dan bagian tubuh
Ajari si Kecil menyebutkan nama, sifat, kegunaan, serta keadaan suatu benda, misalnya “bolamu yang kuning ada di bawah meja”. Kenalkan juga bagian-bagian tubuh, nama hewan, dan hal umum lainnya. Bila si Kecil salah mengucapkan kata, jangan langsung dikoreksi, cukup contohkan pengucapan yang benar.
8. Latih berpakaian dan makan sendiri
Ajari si Kecil berpakaian sendiri tanpa bantuan dan beri kesempatan memilih pakaiannya sendiri. Latih juga makan menggunakan sendok dan garpu, serta libatkan si Kecil dalam pekerjaan rumah ringan seperti menyapu atau merapikan mainan. Beri pujian setiap kali si Kecil berhasil melakukannya.
9. Dorong bermain bersama teman dan beri pujian
Pada usia ini, si Kecil mulai senang bermain bersama teman meski belum memahami konsep berbagi. Sediakan cukup mainan dan awasi bila terjadi pertengkaran. Berikan perhatian dan pujian saat si Kecil dapat mengikuti instruksi, dan lebih fokus memuji perilaku baik dibanding menghukum perilaku menantang.
10. Ajak bermain berdandan ala orang dewasa
Biarkan si Kecil berdandan mengenakan pakaian dewasa yang sudah tidak terpakai. Sediakan beberapa topi, rok, celana, kemeja, atau sepatu, lalu biarkan si Kecil memilih sendiri mana yang ingin dikenakannya. Aktivitas ini melatih imajinasi sekaligus kemampuan motorik halus saat mengancingkan atau memakai pakaian sendiri.
Stimulasi anak 24-35 bulan sebaiknya dilakukan secara rutin
Stimulasi anak 24-35 bulan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari melatih motorik kasar dan halus, memperkaya kemampuan bahasa, hingga mendukung kemandirian dan interaksi sosial si Kecil. Menurut Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Kementerian Kesehatan RI, stimulasi diberikan melalui aktivitas bermain dan interaksi sosial yang disesuaikan dengan tahap usia anak, mencakup empat aspek utama: motorik kasar, motorik halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian.
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, stimulasi di rumah sebaiknya diimbangi dengan pemantauan tumbuh kembang secara berkala agar Mom & Dad dapat mengetahui apakah kemampuan si Kecil sudah sesuai dengan tahap usianya. Bila Mom & Dad memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan si Kecil, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Pemeriksaan tumbuh kembang yang rutin membantu memastikan si Kecil mendapatkan dukungan yang tepat sejak dini.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar, 2022.









0 Comments