Hingga kini, masih beredar mitos bahwa makan nanas dapat menyebabkan keputihan. Anggapan ini membuat sebagian perempuan memilih membatasi atau bahkan menghindari nanas, terutama saat mengalami keputihan. Padahal, munculnya keputihan tidak semata-mata ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi. Buah nanas justru mengandung nutrisi yang baik untuk metabolisme tubuh. Sehingga, makan nanas tidak ada hubungannya dengan keputihan. Lalu apa saja yang menyebabkan keputihan dan apa saja manfaat nanas untuk tubuh. Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Baca juga: Apakah Nanas dapat Merangsang Kontraksi pada Ibu Hamil? Simak Penjelasan Lengkapnya!
Apakah makan nanas bisa menyebabkan keputihan?
Sebenarnya, makan nanas tidak secara langsung menyebabkan keputihan. Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan dan pada dasarnya menjadi bagian dari mekanisme alami vagina untuk menjaga kebersihan serta keseimbangan lingkungan di dalamnya. Cairan vagina dapat keluar dalam jumlah dan bentuk yang berbeda, terutama karena dipengaruhi oleh perubahan hormon selama siklus menstruasi. Keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau putih, tidak berbau menyengat, dan tidak disertai rasa gatal, perih, atau nyeri. Jumlah cairan juga dapat berubah pada waktu tertentu, misalnya menjelang menstruasi atau saat memasuki masa ovulasi. Kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh dan tidak menunjukkan adanya penyakit.
Di sisi lain, keputihan juga dapat menjadi tidak normal ketika terjadi perubahan pada warna, tekstur, jumlah, atau aromanya dan disertai keluhan tertentu. Kondisi ini dapat berkaitan dengan infeksi jamur, infeksi bakteri, maupun infeksi menular seksual. Jadi, makan nanas bukan penyebab langsung munculnya keputihan, baik keputihan yang normal maupun yang tidak normal. Munculnya keputihan lebih dipengaruhi oleh kondisi hormonal dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh, bukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, termasuk nanas.
Mengapa nanas sering dianggap menyebabkan keputihan?
Anggapan tentang nanas dan keputihan kemungkinan berkembang karena nanas memiliki rasa yang asam. Dari sini, muncul pemahaman bahwa rasa asam pada makanan dapat ikut memengaruhi kondisi organ intim. Padahal, apa yang terasa asam di mulut setelah makan nanas tidak serta-merta membuat kondisi di dalam vagina berubah dengan cara yang sama.
Kondisi vagina memiliki lingkungan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam maupun luar tubuh. Oleh karena itu, perubahan pada cairan vagina tidak bisa dikaitkan hanya dengan rasa atau jenis makanan tertentu. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan keputihan serta gejala lain yang menyertainya.
Apa penyebab keputihan yang tidak normal?
Tidak semua perubahan pada keputihan berarti kondisi yang berbahaya. Namun, ketika cairan vagina mulai menunjukkan perubahan yang tidak biasa atau disertai rasa gatal, perih, dan nyeri, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab keputihan tidak normal:
- Infeksi jamur, terutama akibat Candida, dapat menyebabkan keputihan berwarna putih dengan tekstur lebih kental atau menggumpal, disertai rasa gatal dan kemerahan di sekitar vagina.
- Bacterial vaginosis terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina mengalami perubahan.
- Beberapa infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan keputihan yang disertai bau tidak sedap, nyeri saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seksual, atau keluhan lain pada organ reproduksi.
- Perubahan hormon selama siklus menstruasi, kehamilan, penggunaan kontrasepsi tertentu, atau kondisi hormonal lainnya juga dapat memengaruhi jumlah dan karakter keputihan.
Keputihan yang mengalami perubahan dan disertai keluhan seperti gatal, perih, bau menyengat, atau nyeri sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi biasa. Gejala tersebut dapat memiliki penyebab yang berbeda, sehingga penanganannya juga perlu disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Oleh karena itu, Mom sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penyebab keputihan dapat diketahui dengan tepat dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Bolehkah makan nanas saat mengalami keputihan?
Mom tetap boleh makan nanas saat mengalami keputihan selama tidak memiliki alergi atau kondisi tertentu yang mengharuskan untuk membatasinya. Nanas mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Jadi, Mom tidak perlu menghindari nanas karena khawatir buah ini menyebabkan keputihan.
Selain menjaga pola makan, perhatikan juga kebersihan area kewanitaan dengan membersihkannya secara lembut dan hindari penggunaan sabun berpewangi atau cairan pembersih vagina secara berlebihan. Apabila Mom masih memiliki kekhawatiran mengenai keputihan, yuk konsultasikan kondisi kesehatan reproduksi dengan dokter Obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan saran yang sesuai.
Sumber Referensi
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (n.d.). Disinformasi: Buah Nanas Menyebabkan Keputihan pada Wanita. Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Kwok, R. (2013). If you eat a lot of pineapples, will your vagina start to smell like pineapples? HealthTap.









0 Comments