Menilai kesuburan pria bukan hanya dari kuantitas produksi sperma saja, namun dari kualitas dan kemampuan sperma untuk mendukung proses pembuahan. Oleh karena itu, tes analisis sperma dapat dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi sperma, mulai dari jumlah, pergerakan, hingga bentuknya. Hasil analisis sperma tidak hanya menunjukkan berapa banyak sperma yang terdapat dalam semen, tetapi juga menilai apakah sperma memiliki pergerakan dan bentuk yang mendukung terjadinya pembuahan. Selain itu, pemeriksaan dapat melihat karakteristik semen lainnya yang turut memberikan informasi mengenai kondisi reproduksi pria. Setiap parameter dalam analisis sperma memiliki fungsi yang berbeda sehingga hasilnya perlu dilihat secara menyeluruh. Lantas, apa saja yang dinilai pada tes analisis sperma dan bagaimana hasilnya dapat membantu menilai kesuburan pria? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Apa Itu Analisa Sperma? Kenali Fungsi dan Waktu Ideal untuk Melakukannya
Parameter yang dinilai pada tes analisis sperma
Tes analisis sperma menilai beberapa parameter untuk memberikan gambaran mengenai kondisi sperma dan semen secara menyeluruh. Setiap parameter memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari melihat jumlah dan pergerakan sperma hingga bentuk dan kemampuan sperma untuk bertahan hidup. Berikut beberapa parameter yang umumnya dinilai dalam pemeriksaan analisis sperma:
| Parameter | Apa yang Dinilai? |
| Volume air mani | Jumlah cairan dalam satu ejakulasi |
| Konsentrasi sperma | Jumlah sperma dalam setiap mL air mani |
| Jumlah sperma total | Jumlah seluruh sperma dalam satu ejakulasi |
| Motilitas total | Persentase sperma yang bergerak |
| Motilitas progresif | Persentase sperma yang bergerak maju |
| Morfologi normal | Persentase sperma dengan bentuk normal |
| Vitalitas | Persentase sperma yang masih hidup |
Setiap parameter pada tabel di atas memberikan informasi yang berbeda mengenai kondisi sperma dan semen. Agar lebih memahami hasil yang diperiksa dalam analisis sperma, berikut penjelasan masing-masing parameter beserta perannya dalam menilai kualitas sperma.
Volume air mani
Volume air mani yang dianggap normal setelah menjalani pantang ejakulasi selama 3–5 hari berkisar antara 1,5 hingga 6 mL. Pada volume air mani yang lebih rendah dari kisaran tersebut disebut hipospermia, sedangkan volume yang lebih tinggi disebut hiperspermia. Sementara itu, tidak adanya air mani yang keluar saat ejakulasi disebut aspermia.
Konsentrasi sperma dan jumlah total sperma
Konsentrasi sperma menunjukkan banyaknya sperma yang terdapat dalam setiap 1 mL air mani. Sementara itu, jumlah sperma total menggambarkan keseluruhan sperma dalam satu kali ejakulasi dan dapat dihitung dengan mengalikan konsentrasi sperma dengan volume air mani. Sebagai contoh, apabila konsentrasi sperma mencapai 12 juta/mL dan volume air mani sebanyak 2,5 mL, maka jumlah sperma total dalam sampel tersebut adalah sekitar 30 juta. Meskipun saling berkaitan, konsentrasi sperma dan jumlah sperma total merupakan dua parameter yang berbeda sehingga hasil pemeriksaannya perlu diperhatikan secara terpisah. Konsentrasi sperma yang berada di bawah nilai rujukan dapat disebut oligozoospermia. Sementara itu, kondisi ketika tidak ditemukan sperma dalam sampel air mani disebut azoospermia. Kedua istilah tersebut merupakan gambaran dari hasil pemeriksaan laboratorium dan tidak secara langsung menunjukkan penyebab yang mendasarinya.
Motilitas total dan progresif
Motilitas menunjukkan kemampuan sperma untuk bergerak. Dalam analisis sperma, motilitas dibedakan menjadi motilitas total dan motilitas progresif. Pada motilitas total mencakup seluruh sperma yang masih bergerak, sedangkan motilitas progresif secara khusus menilai sperma yang bergerak maju, baik dalam garis lurus maupun dengan pola gerakan yang membentuk lingkaran besar. Motilitas yang rendah dapat disebut astenozoospermia. Hasil pemeriksaan motilitas juga dapat dipengaruhi oleh proses pengumpulan, penyimpanan, dan pengangkutan sampel sehingga penanganan sampel di laboratorium perlu diperhatikan.
Morfologi sperma
Morfologi sperma menunjukkan persentase sperma yang memiliki bentuk dan struktur yang dianggap normal berdasarkan kriteria pemeriksaan. Penilaiannya meliputi beberapa bagian sperma, terutama kepala, bagian tengah, dan ekor. Berdasarkan referensi WHO 2021, nilai persentil ke-5 untuk morfologi sperma normal adalah 4%. Angka ini mungkin terlihat rendah karena penilaian morfologi menggunakan kriteria yang cukup ketat.
Daya hidup atau vitalitas sperma
Vitalitas menunjukkan persentase sperma yang masih hidup dalam sampel air mani. Parameter ini dapat membantu memberikan gambaran lebih jelas ketika ditemukan motilitas sperma yang rendah, karena sperma yang tidak bergerak belum tentu sudah mati. Melalui pemeriksaan vitalitas, dapat diketahui apakah sperma yang tidak bergerak masih hidup atau sudah tidak hidup. Pada beberapa pemeriksaan analisis sperma, parameter vitalitas tidak selalu dinilai secara rutin dan dapat diperiksa terutama ketika ditemukan motilitas sperma yang rendah.
Apakah hasil analisis sperma menentukan kesuburan pria?
Hasil analisis sperma dapat memberikan gambaran mengenai kualitas sperma, tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penentu kesuburan pria. Nilai yang berada di bawah atau di atas kisaran referensi tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seorang pria subur atau tidak subur.
Nilai referensi dalam pemeriksaan air mani juga bukan merupakan batas mutlak yang dapat membedakan pria subur dan tidak subur. Oleh karena itu, hasil analisis sperma perlu dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan beberapa parameter, seperti konsentrasi, jumlah sperma total, motilitas, morfologi, dan vitalitas. Kondisi kesehatan serta faktor reproduksi pasangan juga dapat menjadi bagian dari penilaian kesuburan.
Selain itu, hasil analisis sperma dapat berbeda antara satu pemeriksaan dan pemeriksaan berikutnya. Kondisi tubuh saat pemeriksaan, lama pantang ejakulasi, proses pengambilan sampel, hingga cara penyimpanan dan pemeriksaan sampel dapat mempengaruhi hasil. Oleh karena itu, hasil yang berada di luar kisaran referensi tidak selalu berarti terdapat masalah kesuburan yang menetap.
Untuk mengetahui kondisi kesuburan pria dengan lebih tepat, pemeriksaan analisis sperma juga dapat dilakukan di laboratorium KS Women and Children Clinic. Dengan hasil pemeriksaan yang akurat dan konsultasi bersama dokter Obgyn, Dad dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai kondisi kesuburan serta merencanakan langkah selanjutnya dengan lebih terarah.
Sumber referensi:
World Health Organization (WHO). WHO Laboratory Manual for the Examination and Processing of Human Semen, Sixth Edition. 2021.
Hera Fertility. Sperm Test Results Explained.
Asian Infertility. Semen Analysis Test Report.
Instituto Bernabeu. Semen Quality Parameters According to the World Health Organisation (WHO).
Reproductive Partners. How to Read a Sperm Analysis Report.
Male Infertility Guide. Interpreting Semen Analysis Testing.
American Urological Association (AUA) & American Society for Reproductive Medicine (ASRM). Diagnosis and Treatment of Infertility in Men: AUA/ASRM Guideline









0 Comments