Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Kriteria Pengguna Pil KB Kombinasi (KPK) yang Disarankan dan Kondisi yang Perlu Diperhatikan

kriteria pengguna pil KB

 

Pil KB Kombinasi (KPK) merupakan salah satu pilihan metode kontrasepsi hormonal yang mengandung dua jenis hormon, yaitu estrogen dan progestin. Kombinasi kedua hormon tersebut bekerja terutama dengan mencegah ovulasi sehingga dapat membantu mencegah terjadinya kehamilan. Meski dapat menjadi pilihan kontrasepsi yang efektif, Pil KB Kombinasi tidak selalu cocok untuk setiap wanita. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kriteria pengguna Pil KB Kombinasi (KPK) serta kondisi yang perlu diperhatikan agar pemilihan kontrasepsi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan memahami kriteria tersebut, Mom dapat mengetahui apakah KPK termasuk pilihan kontrasepsi yang sesuai atau perlu mempertimbangkan metode KB lainnya. 

Baca juga: Lupa Minum Pil KB 1 Hari tapi Berhubungan: Apakah Bisa Hamil? Ini Penjelasannya

Siapa yang dapat menggunakan pil KB kombinasi (KPK)?

Pil KB kombinasi (KPK) dapat menjadi salah satu pilihan kontrasepsi bagi banyak perempuan. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko masing-masing. Berikut beberapa kriteria perempuan yang umumnya dapat menggunakan pil KB kombinasi (KPK): 

  • Belum atau sudah pernah memiliki anak
  • Wanita usia reproduksi, termasuk perempuan berusia lebih dari 40 tahun
  • Baru melahirkan dan sedang menyusui, setelah melewati periode waktu tertentu
  • Baru saja mengalami keguguran atau kehamilan ektopik
  • Perokok berusia di bawah 35 tahun
  • Memiliki riwayat anemia atau sedang mengalami anemia
  • Memiliki varises vena
  • Terkena HIV, baik sedang maupun tidak dalam terapi antiretroviral

Meski termasuk dalam kriteria tersebut, bukan berarti KPK selalu menjadi pilihan yang tepat untuk setiap perempuan. Kondisi kesehatan, riwayat penyakit, obat yang sedang dikonsumsi, serta faktor risiko tertentu tetap perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan KPK. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan KPK sesuai dengan kondisi Mom dan dapat digunakan secara aman serta efektif sebagai metode kontrasepsi.

Siapa saja yang sebaiknya tidak menggunakan pil KB kombinasi?

Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang perlu dipertimbangkan dengan cermat sebelum menggunakan KPK, karena dapat meningkatkan risiko komplikasi atau interaksi dengan obat-obatan tertentu. Dokter biasanya akan mempertimbangkan metode kontrasepsi lain yang lebih sesuai dan aman, pada wanita dengan kondisi berikut:

  • Tidak menyusui dan kurang dari 3 minggu setelah melahirkan
  • Tidak menyusui dan berada pada rentang 3 hingga 6 minggu pascapersalinan dengan risiko tambahan TVD
  • Sedang menyusui antara 6 minggu hingga 6 bulan setelah melahirkan
  • Usia 35 tahun atau lebih dan merokok
  • Tekanan darah tinggi dengan sistolik antara 140–159 mmHg atau diastolik antara 90–99 mmHg
  • Tekanan darah tinggi yang belum terkontrol dengan baik
  • Riwayat tekanan darah tinggi tanpa data pengukuran saat ini, termasuk riwayat tekanan darah tinggi terkait kehamilan
  • Riwayat jaundice (penyakit kuning) saat menggunakan KPK sebelumnya
  • Penyakit kandung empedu, baik yang sedang diobati maupun tidak
  • Sakit kepala migrain tanpa aura pada usia 35 tahun ke atas
  • Sakit kepala migrain tanpa aura pada usia di bawah 35 tahun yang muncul atau memberat saat menggunakan KPK
  • Kanker payudara dalam 5 tahun terakhir, meskipun sudah tidak kambuh
  • Diabetes lebih dari 20 tahun atau yang telah menimbulkan komplikasi pada pembuluh darah, penglihatan, ginjal, atau saraf
  • Memiliki banyak faktor risiko kardiovaskular sekaligus, seperti usia tua, merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi
  • Sedang menjalani terapi barbiturat, carbamazepine, oxcarbazepine, fenitoin, primidone, topiramate, rifampisin, atau rifabutin, yang dapat menurunkan efektivitas KPK
  • Sedang menjalani terapi lamotrigin, karena KPK dapat menurunkan efektivitas obat ini

Oleh karena itu, penggunaan KPK sebaiknya tidak ditentukan sendiri, terutama bila Mom memiliki kondisi kesehatan atau faktor risiko tertentu. Sampaikan riwayat kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, serta kondisi lain yang dimiliki kepada dokter agar dapat dilakukan penilaian dan dipilih metode kontrasepsi yang paling aman dan sesuai dengan kebutuhan Mom. 

Pilih kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhan Mom

Pilihan kontrasepsi tidak dapat disamakan untuk setiap wanita  karena kondisi kesehatan, usia, riwayat penyakit, obat yang sedang dikonsumsi, serta faktor risiko dapat mempengaruhi keamanan dan efektivitasnya. Kontrasepsi Pil Kombinasi dapat menjadi pilihan bagi sebagian wanita, tetapi pada kondisi tertentu metode ini mungkin kurang sesuai sehingga diperlukan pilihan kontrasepsi lain. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter penting dilakukan sebelum menentukan metode KB agar pilihan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Mom. Memilih metode kontrasepsi sebaiknya tidak hanya berdasarkan kepraktisan, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, dan rencana kehamilan Mom. Konsultasikan pilihan kontrasepsi yang tepat dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic agar Mom mendapatkan rekomendasi metode KB yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. 

Sumber referensi: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana (KB). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/10/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/10/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares