Saat Si Kecil mengalami demam, wajar apabila Mom & Dad merasa khawatir, terutama ketika suhu tubuh tidak kunjung turun meskipun telah diberikan obat penurun panas. Pada dasarnya, demam merupakan respons alami tubuh dalam melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Namun, apabila demam berlangsung lebih dari beberapa hari, terjadi berulang, atau disertai gejala lain seperti lemas, ruam, muntah, maupun penurunan nafsu makan, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Demam yang berlangsung lebih lama atau disertai gejala lain dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Pada kondisi inilah, pemeriksaan atau cek darah di laboratorium dapat dipertimbangkan untuk membantu mengetahui penyebab demam secara lebih jelas. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu memahami kapan sebaiknya anak harus melakukan cek darah saat demam agar dapat mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Artikel lainnya : Si Kecil Akan Melakukan Tes Darah? Ini Hal yang Perlu Mom & Dad Persiapkan
Kapan anak yang sedang demam harus cek darah?
Tidak semua anak yang demam harus menjalani pemeriksaan darah. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat dokter biasanya menyarankan pemeriksaan ini, di antaranya:
1. Demam berlangsung lebih dari 3 hari
Jika demam tidak kunjung membaik setelah 72 jam, terutama tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan darah dapat membantu mencari sumber infeksi yang mungkin tidak terlihat secara klinis.
2. Demam tinggi yang sulit turun
Suhu tubuh yang terus berada di atas 39°C atau naik kembali setelah sempat turun bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.
3. Disertai gejala lain yang mengkhawatirkan
Misalnya anak tampak sangat lemas, sulit makan dan minum, muntah terus-menerus, kejang, atau muncul ruam pada kulit. Kondisi ini perlu evaluasi lebih lanjut.
4. Anak memiliki riwayat penyakit tertentu
Pada anak dengan daya tahan tubuh rendah atau penyakit kronis, demam ringan sekalipun bisa membutuhkan pemeriksaan tambahan, termasuk cek darah.
Apa yang bisa diketahui dari cek darah saat anak demam?
Pemeriksaan darah bukan hanya formalitas, tetapi memiliki peran penting dalam membantu dokter menentukan diagnosis. Melalui cek darah, dokter dapat melihat:
- Jumlah sel darah putih (leukosit) untuk mengetahui kemungkinan infeksi bakteri atau virus
- Kadar hemoglobin dan trombosit yang dapat membantu mendeteksi kondisi seperti anemia atau infeksi tertentu
- Penanda peradangan yang menunjukkan seberapa aktif proses infeksi dalam tubuh
Dalam beberapa kasus, cek darah juga dapat membantu mendeteksi penyakit seperti demam berdarah, infeksi bakteri serius, hingga kondisi lain yang memerlukan penanganan khusus.
Apakah cek darah di laboratorium selalu diperlukan saat anak demam?
Perlu dipahami, bahwa tidak semua demam membutuhkan cek darah. Pada infeksi virus ringan seperti flu atau pilek, tubuh biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Dokter akan mempertimbangkan banyak faktor sebelum menyarankan pemeriksaan, mulai dari usia anak, durasi demam, gejala yang menyertai, hingga hasil pemeriksaan fisik. Itulah sebabnya, pemeriksaan darah sebaiknya tidak dilakukan secara mandiri tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Melakukan cek darah tanpa indikasi yang jelas justru bisa membuat anak merasa tidak nyaman, serta menimbulkan kecemasan yang tidak perlu bagi orang tua.
Peran orang tua dalam memantau demam anak
Selama anak mengalami demam, ada beberapa hal yang bisa Mom & Dad lakukan di rumah:
- Memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi
- Memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
- Memantau suhu tubuh secara berkala
- Memperhatikan perubahan perilaku dan gejala lain yang muncul
Apabila kondisi anak tidak membaik atau justru memburuk, jangan ragu untuk segera membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini, sehingga risiko terjadinya komplikasi dapat diminimalkan.
Penutup
Demam pada anak umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, ketika demam berlangsung lebih lama, tidak kunjung turun, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan seperti cek darah dapat menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya.
Bagi Mom & Dad, kunci utamanya adalah tidak panik, tetapi tetap waspada. Pastikan setiap keputusan medis, termasuk cek darah, dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter agar anak mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.
Untuk memastikan kondisi Si Kecil tetap terpantau dengan optimal, Mom & Dad lakukan konsultasi secara rutin ke dokter spesialis anak. Di KS Women and Children Clinic, Si Kecil dapat memperoleh evaluasi menyeluruh serta penanganan yang tepat sesuai kebutuhannya. Dengan pemeriksaan yang tepat dan dilakukan sejak dini, risiko komplikasi dapat dicegah, dan kesehatan anak pun dapat terjaga dengan lebih baik.









0 Comments