Common cold merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami anak, terutama saat daya tahan tubuh sedang menurun atau ketika cuaca berubah. Istilah common cold memang sering digunakan dalam dunia medis, sedangkan masyarakat lebih mengenalnya sebagai pilek. Agar tidak keliru, Mom & Dad perlu memahami apa itu common cold, gejalanya pada anak, penyebabnya, hingga cara merawat si kecil selama masa pemulihan.
Artikel lainnya: Apakah Anak Harus Vaksin Influenza? Ini Alasan Mengapa Dokter Merekomendasikannya
Apakah common cold sama dengan pilek?
Ya, common cold pada dasarnya adalah pilek biasa yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan. Penyakit ini merupakan salah satu infeksi yang paling umum terjadi pada anak.
Common cold dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus, tetapi penyebab tersering adalah rhinovirus. Karena sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang, mereka lebih rentan mengalami common cold dibandingkan orang dewasa. Bahkan, anak usia prasekolah dapat mengalami pilek sekitar 6–8 kali dalam setahun, terutama jika sering berinteraksi dengan anak lain di sekolah atau tempat penitipan.
Gejala common cold pada anak
Gejala common cold biasanya muncul secara bertahap dalam waktu 1–3 hari setelah anak terpapar virus. Sebagian besar gejala bersifat ringan dan dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–10 hari.
Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:
- Hidung berair atau tersumbat.
- Bersin-bersin.
- Tenggorokan terasa gatal atau sakit.
- Batuk ringan.
- Demam ringan, terutama pada bayi dan anak kecil.
- Mata berair.
- Nafsu makan menurun.
- Anak menjadi lebih rewel atau mudah lelah.
- Sakit kepala ringan atau nyeri otot pada anak yang lebih besar.
Pada awal infeksi, lendir hidung biasanya bening dan encer. Setelah beberapa hari, lendir dapat berubah menjadi lebih kental serta berwarna putih, kuning, atau kehijauan. Perubahan warna ini merupakan bagian dari proses penyembuhan dan tidak selalu menandakan infeksi bakteri.
Apa penyebab common cold pada Anak?
Common cold terjadi ketika virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, atau mata. Penularannya sangat mudah, terutama melalui:
- Percikan droplet saat orang yang sakit batuk atau bersin.
- Kontak langsung dengan penderita, misalnya berjabat tangan.
- Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti mainan, gagang pintu, atau peralatan makan, kemudian menyentuh wajah.
Anak lebih berisiko terkena common cold apabila:
- Berusia di bawah 6 tahun.
- Berada di lingkungan sekolah atau daycare.
- Jarang mencuci tangan.
- Memiliki daya tahan tubuh yang sedang menurun.
- Sering terpapar asap rokok.
Bagaimana cara mengatasi common cold pada anak?
Karena common cold disebabkan oleh virus, antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobatinya, kecuali jika terdapat infeksi bakteri yang telah dipastikan oleh dokter.
Perawatan di rumah bertujuan membantu meredakan gejala sekaligus membuat si Kecil lebih nyaman. Beberapa cara yang dapat Mom & Dad lakukan untuk mengatasi common cold pada si Kecil antara lain:
1. Pastikan anak cukup istirahat
Istirahat membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi virus.
2. Berikan cairan yang cukup
Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan ASI, susu, air putih, atau sup hangat sesuai usianya. Cairan juga membantu mengencerkan lendir sehingga hidung tidak terlalu tersumbat.
3. Bersihkan hidung anak
Untuk bayi, Mom & Dad dapat menggunakan larutan saline (air garam steril) dan alat penyedot lendir agar pernapasan menjadi lebih lega.
4. Gunakan pelembap udara
Humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara sehingga saluran napas terasa lebih nyaman, terutama jika udara di rumah cenderung kering.
5. Berikan obat sesuai anjuran dokter
Jika anak mengalami demam atau merasa tidak nyaman, dokter dapat menyarankan obat penurun demam sesuai usia dan berat badan anak. Hindari memberikan obat flu atau batuk bebas tanpa anjuran tenaga medis, terutama pada anak usia di bawah 4 tahun.
Kapan anak perlu dibawa ke dokter saat terkena common cold?
Meskipun sebagian besar kasus common cold akan sembuh sendiri, Mom & Dad sebaiknya segera membawa anak ke dokter apabila si Kecil mengalami:
- Demam tinggi atau demam yang berlangsung lebih dari tiga hari.
- Sesak napas atau napas cepat.
- Anak tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan.
- Tidak mau minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi.
- Batuk yang semakin berat atau berlangsung lebih dari dua minggu.
- Nyeri telinga, keluar cairan dari telinga, atau anak sering menarik telinganya.
- Gejala tidak membaik setelah 10 hari atau justru semakin memburuk.
Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan tidak terjadi komplikasi, seperti infeksi telinga, sinusitis, atau pneumonia.
Bisakah common cold pada anak dicegah?
Tidak ada cara yang dapat mencegah common cold sepenuhnya. Namun, risiko penularannya dapat dikurangi dengan beberapa langkah berikut:
- Mengajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin.
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
- Membiasakan anak menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
- Tidak berbagi alat makan, gelas, atau handuk.
- Menjaga kebersihan mainan dan permukaan yang sering disentuh.
- Memberikan makanan bergizi seimbang, tidur yang cukup, dan memastikan imunisasi anak sesuai jadwal.
Kesimpulan
Common cold sama dengan pilek biasa, yaitu infeksi virus pada saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada anak. Meskipun umumnya dapat sembuh sendiri, Mom & Dad tetap perlu memantau gejala yang dialami si kecil agar penanganannya tepat dan komplikasi dapat dicegah.
Apabila si Kecil mengalami pilek yang tidak kunjung membaik, disertai demam tinggi, sesak napas, atau tampak sangat lemas, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi si Kecil sehingga proses pemulihannya dapat berjalan lebih optimal.









0 Comments