Setelah melahirkan, Mom akan menjalani masa nifas yang ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan setelah kehamilan dan persalinan, termasuk pada organ reproduksi. Salah satu proses penting yang terjadi selama masa ini adalah involusi uterus. Involusi uterus menjadi salah satu bagian penting dalam pemulihan setelah persalinan. Perkembangan kondisi rahim selama masa nifas perlu diperhatikan untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Lantas, seperti apa tahapan involusi uterus setelah melahirkan dan tanda-tanda yang dapat dikenali? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Kapan Masa Nifas Sudah Selesai? Kenali Ciri dan Tanda-Tandanya
Apa itu involusi uterus pada masa nifas?
Involusi uterus adalah proses rahim berkontraksi kembali ke ukuran dan kondisi sebelum hamil. Proses involusi uterus dimulai setelah melahirkan plasenta (kala 3 persalinan). Involusi uterus berlangsung secara bertahap, bukan dalam waktu satu atau dua hari. Ukuran dan posisi rahim akan terus berubah dari hari ke hari hingga akhirnya mendekati kondisi sebelum hamil. Selama periode ini, Mom mungkin merasakan kram atau nyeri seperti menstruasi, terutama pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena rahim sedang berkontraksi.
Tahap kembalinya ukuran rahim setelah melahirkan
Setelah plasenta lahir, rahim mulai berkontraksi dan secara perlahan mengecil hingga mendekati ukuran sebelum hamil. Perubahan ukuran dan posisi rahim ini terjadi sejak beberapa jam setelah persalinan hingga beberapa minggu berikutnya.
24 jam pertama setelah melahirkan
Segera setelah plasenta lahir, rahim akan berkontraksi dan mulai mengecil. Pada tahap ini, rahim masih terasa cukup besar dan keras saat diperiksa. Kontraksi tersebut membantu menekan pembuluh darah pada area tempat plasenta sebelumnya menempel sehingga dapat membantu mengurangi perdarahan setelah persalinan. Dalam beberapa jam pertama, kondisi rahim dan jumlah perdarahan akan dipantau oleh dokter dan tenaga kesehatan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan rahim berkontraksi dengan baik. Mom juga mungkin merasakan kram atau nyeri pada bagian bawah perut akibat kontraksi rahim.
Hari-hari pertama hingga minggu pertama
Pada beberapa hari pertama setelah melahirkan, rahim terus mengecil dengan cukup cepat. Bagian atas rahim atau fundus uteri secara bertahap akan turun dari area sekitar pusar menuju rongga panggul. Kontraksi rahim masih dapat terasa pada periode ini, terutama saat Mom menyusui atau memompa ASI. Selain membantu rahim berkontraksi, proses tersebut juga membantu tubuh mengeluarkan lokia atau darah nifas yang berasal dari darah, lendir, dan jaringan dari dalam rahim. Sekitar satu minggu setelah melahirkan, posisi fundus uteri biasanya sudah semakin turun dan berada di sekitar tulang kemaluan (simfisis pubis). Seiring dengan mengecilnya rahim, kram dan perdarahan juga umumnya mulai berkurang.
Sekitar dua minggu setelah melahirkan
Memasuki minggu kedua, rahim sudah mengalami penyusutan yang cukup signifikan dibandingkan kondisi segera setelah persalinan. Fundus uteri (bagian atas rahim) biasanya sudah tidak lagi mudah diraba melalui perut karena rahim mulai kembali berada di dalam rongga panggul. Pada tahap ini, proses involusi masih berlangsung meskipun perubahan ukuran rahim tidak lagi mudah terlihat dari luar. Mom mungkin juga mulai merasa kondisi perut lebih nyaman karena rahim terus mengecil dan kontraksi semakin berkurang.
Sekitar enam minggu setelah melahirkan
Sekitar enam minggu setelah persalinan, involusi uterus umumnya sudah hampir selesai. Rahim telah mengecil dan kembali mendekati ukuran serta posisi sebelum hamil. Meski demikian, waktu yang dibutuhkan setiap Mom dapat berbeda. Proses pemulihan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk riwayat persalinan dan kondisi kesehatan setelah melahirkan. Oleh karena itu, kontrol masa nifas dengan dokter dan bidan tetap penting untuk memastikan rahim dan tubuh Mom sudah pulih secara keseluruhan.
Apakah menyusui mempengaruhi proses involusi uterus?
Menyusui dapat membantu rahim berkontraksi karena aktivitas menyusui merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini berperan dalam membantu kontraksi rahim setelah persalinan. Oleh karena itu, Mom mungkin merasakan kram pada bagian bawah perut ketika menyusui, terutama pada beberapa hari pertama. Kontraksi tersebut merupakan bagian dari proses alami tubuh dalam membantu rahim mengecil dan mengendalikan perdarahan setelah melahirkan.
Tanda involusi uterus berjalan normal
Beberapa perubahan dapat menjadi bagian normal dari proses involusi uterus selama masa nifas, seperti:
- Perut secara bertahap terasa lebih kecil setelah melahirkan.
- Rahim terasa semakin mengecil dari waktu ke waktu.
- Mulas atau kram ringan, terutama pada beberapa hari pertama.
- Perdarahan nifas secara bertahap berkurang dan mengalami perubahan warna.
- Tidak terdapat nyeri perut yang semakin berat atau gejala infeksi.
Perdarahan nifas atau lokia juga mengalami perubahan selama masa pemulihan. Warnanya umumnya berubah secara bertahap dari merah, kemudian kecokelatan atau merah muda, hingga menjadi lebih pucat sebelum akhirnya berhenti.
Perdarahan nifas atau lokia juga akan mengalami perubahan selama masa pemulihan. Warnanya umumnya berubah secara bertahap, mulai dari merah, kemudian menjadi kecokelatan atau merah muda, hingga semakin pucat sebelum akhirnya berhenti. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses alami tubuh dalam membersihkan rahim setelah persalinan.
Meski sebagian besar perubahan tersebut merupakan bagian normal dari masa nifas, Mom tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh selama proses pemulihan. Perdarahan yang sangat banyak, nyeri perut yang semakin berat, demam, atau lokia yang berbau tidak sedap sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan ke dokter.
Pantau kehamilan dan persalinan bersama dokter Obgyn terpercaya
Pemulihan setelah melahirkan tidak terlepas dari bagaimana kondisi Mom selama kehamilan hingga proses persalinan. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin bersama dokter Obgyn penting dilakukan untuk memantau kesehatan Mom dan perkembangan janin sekaligus mempersiapkan persalinan dengan sebaik mungkin.
Mom dapat berkonsultasi dengan dokter Obgyn di KS Women and Children Clinic sejak masa kehamilan untuk mendapatkan pemantauan kehamilan secara menyeluruh dan mempersiapkan proses persalinan yang aman, terencana, serta sesuai dengan kondisi Mom dan bayi. Dengan pemantauan yang optimal sejak kehamilan, berbagai kebutuhan menjelang persalinan dapat dipersiapkan lebih matang sehingga Mom dapat menjalani proses persalinan dengan lebih tenang dan percaya diri.
Sumber Referensi
Cleveland Clinic. Uterus Involution: Causes, Process & How It Feels. 2025.
Paliulyte V, Drasutiene GS, Ramasauskaite D, Bartkeviciene D, Zakareviciene J, Kurmanavicius J. Physiological Uterine Involution in Primiparous and Multiparous Women: Ultrasound Study. Obstetrics and Gynecology International. 2017;2017:6739345.
What Is the Normal Pattern of Uterine Involution? An Investigation of Postpartum Uterine Involution Measured by the Distance Between the Symphysis Pubis and the Uterine Fundus Using a Paper Tape Measure. Midwifery. 1997;13(1):9–16.
Cloudnine. How Long Does It Take the Uterus to Shrink After Birth?
Negishi H, Kishida T, Yamada H, Hirayama E, Mikuni M, Fujimoto S. Changes in Uterine Size After Vaginal Delivery and Cesarean Section Determined by Vaginal Sonography in the Puerperium. Archives of Gynecology and Obstetrics. 1999;263(1–2):13–16.









0 Comments