Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Penyebab Bayi Sering Tersedak ASI Saat Menyusu dan Cara Mengatasinya

bayi tersedak saat minum susu

 

Bayi yang sering tersedak ASI saat sedang menyusu tentu bisa membuat Moms panik dan khawatir. Terlebih ketika Si Kecil tiba-tiba batuk, berhenti menyusu, atau terlihat kesulitan mengatur napas. Tersedak saat menyusu sebenarnya cukup sering terjadi pada bayi. Namun, apabila si Kecil sering tersedak setiap kali menyusu, kondisi ini perlu diperhatikan. Oleh karena itu, Moms perlu mengetahui apa saja penyebab bayi sering tersedak ASI saat menyusu dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga Moms dapat menyesuaikan posisi dan cara menyusui agar Si Kecil lebih nyaman serta dapat menyusu dengan lebih tenang.

Baca juga: Apa Itu Gag Refleks pada Bayi? Kenali Ciri dan Fungsinya

Kenapa bayi sering tersedak saat menyusu?

Saat menyusu, si Kecil perlu mengatur tiga gerakan sekaligus, yaitu mengisap ASI, menelan, dan bernapas. Kemampuan untuk mengkoordinasikan ketiganya masih berkembang, terutama pada bayi yang masih kecil. Oleh karena itu, si Kecil terkadang dapat batuk atau tersedak ketika menyusu. Tersedak sesekali saat menyusu belum tentu menandakan adanya masalah. Namun, apabila si Kecil sering tersedak ASI, kondisi ini perlu diperhatikan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa penyebab bayi sering tersedak ASI saat menyusu yang perlu Moms ketahui:

Refleks pengeluaran ASI yang terlalu deras

Pada sebagian ibu, refleks pengeluaran ASI atau let-down reflex dapat berlangsung sangat kuat sehingga ASI keluar dengan deras, bahkan menyembur. Kondisi ini umumnya lebih mudah diatasi oleh bayi yang sudah lebih besar karena kemampuan menyusunya semakin matang. Sebaliknya, bayi baru lahir atau bayi yang masih berusia beberapa bulan mungkin belum mampu mengimbangi derasnya aliran ASI. Akibatnya, bayi dapat terlihat kewalahan saat menyusu, seperti batuk, tersedak, melepaskan payudara, atau bahkan muntah setelah menyusu.

Produksi ASI terlalu banyak

Produksi ASI yang berlebihan atau oversupply juga dapat membuat si Kecil kesulitan mengikuti alirannya. Selain sering tersedak atau menelan dengan cepat, si Kecil mungkin tampak sering melepas payudara, lebih banyak menelan udara, atau menjadi tidak nyaman setelah menyusu. Pada minggu-minggu awal menyusui, produksi ASI yang lebih banyak dari kebutuhan bayi dapat terjadi dan biasanya akan menyesuaikan seiring waktu.

Kemampuan bayi untuk mengisap ASI masih berkembang 

Kemampuan bayi untuk menyusu tidak langsung sempurna sejak lahir. Meskipun bayi cukup bulan umumnya sudah memiliki kemampuan dasar untuk menyusu, koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas masih terus berkembang selama beberapa minggu pertama kehidupannya. Hal ini juga dapat terjadi pada bayi prematur atau bayi dengan kondisi tertentu yang mempengaruhi kemampuan menyusu. Koordinasi yang belum matang membuat si Kecil lebih sulit mengatur ASI yang masuk ke mulut, sehingga mereka lebih mudah batuk atau tersedak ketika menyusu.

Pelekatan bayi pada payudara kurang optimal

Pelekatan atau latch yang kurang tepat dapat membuat proses menyusu menjadi kurang efektif. Ketika mulut bayi tidak melekat dengan baik pada payudara, si Kecil dapat mengalami kesulitan mengatur aliran ASI dan menelannya dengan nyaman. Pelekatan yang kurang optimal juga dapat membuat si Kecil lebih banyak memasukkan udara selama menyusu atau kesulitan mempertahankan pola isapan yang stabil. Kondisi tersebut dapat membuat bayi lebih mudah batuk, tersedak, atau berhenti menyusu secara tiba-tiba.

Bentuk rahang retrognatik atau kondisi lidah pendek

Beberapa kondisi pada struktur mulut bayi juga dapat mempengaruhi kemampuannya saat menyusu. Salah satunya adalah retrognatia, yaitu kondisi ketika rahang bawah berada lebih ke belakang dibandingkan posisi yang umumnya diharapkan. Selain itu, bayi dengan gerakan lidah yang terbatas, misalnya karena tongue-tie atau kondisi lidah pendek, dapat mengalami kesulitan melakukan gerakan lidah yang optimal saat menyusu. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan bayi untuk mengisap dan menelan ASI dengan baik sehingga bayi lebih mudah tersedak.

Bahayakah jika bayi sering tersedak ASI?

Bayi yang terlalu sering tersedak saat menyusu perlu diperhatikan. Terutama bila kejadian tersebut berulang atau disertai keluhan lain. Kondisi setelah tersedak juga penting diperhatikan untuk melihat apakah Si Kecil dapat kembali bernapas dan menyusu dengan nyaman atau justru menunjukkan tanda yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Moms perlu lebih waspada apabila Si Kecil sering tersedak dan mengalami beberapa kondisi berikut:

  • kesulitan bernapas
  • wajah atau bibir terlihat kebiruan
  • tubuh menjadi lemas
  • sulit kembali menyusu setelah tersedak
  • si Kecil yang terus-menerus batuk atau tersedak selama menyusu
  • tampak kelelahan saat menyusu
  • mengalami kesulitan menambah berat badan

Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya masalah pada proses menyusu atau menelan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Oleh karena itu, apabila si Kecil sering tersedak saat menyusu atau menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dokter dapat mengevaluasi kondisi si Kecil dan memberikan penanganan yang sesuai agar proses menyusu dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Sumber Referensi
Good Doctor. Bayi Tersedak ASI. Good Doctor
LactApp. My Baby Seems to Choke When Breastfeeding. 2024. LactApp

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/30/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/30/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares