
Perawatan bayi prematur atau bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pemberian ASI. Dibandingkan bayi cukup bulan, bayi prematur umumnya memiliki lambung yang lebih kecil. Selain itu kemampuan menyusunya belum optimal sehingga membutuhkan jadwal menyusu yang lebih sering. Lalu, berapa jam sekali bayi prematur minum ASI agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dan tumbuh kembangnya optimal? Simak penjelasan lengkap mengenai jadwal menyusui bayi prematur serta hal-hal yang perlu Moms perhatikan berikut ini.
Jadwal menyusui yang dianjurkan untuk bayi prematur
Pada umumnya, bayi prematur dianjurkan minum ASI setiap 2–3 jam sekali, atau sekitar 8–12 kali dalam 24 jam. Jadwal ini berlaku baik untuk bayi yang menyusu langsung maupun yang mendapatkan ASI perah. Namun, frekuensi menyusui dapat berbeda pada setiap bayi, tergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Usia kehamilan saat lahir.
- Berat badan lahir.
- Kondisi kesehatan bayi.
- Kemampuan mengisap dan menelan.
- Anjuran dokter anak atau tenaga kesehatan yang merawat.
Bayi prematur sering kali belum memiliki refleks mengisap dan menelan yang kuat sehingga mudah lelah saat menyusu. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu memastikan si Kecil tetap mendapatkan ASI sesuai jadwal dan anjuran dokter, meskipun terkadang perlu dibangunkan untuk menyusu.
Bagaimana pemberian ASI pada bayi prematur?
Pemberian ASI pada bayi prematur dapat berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan. Hal ini karena bayi prematur sering kali belum memiliki refleks mengisap, menelan, dan bernapas yang sudah matang, terutama jika lahir pada usia kehamilan yang sangat dini. Sehingga, tidak semua bayi prematur dapat langsung menyusu dari payudara setelah lahir.
Cara pemberian ASI pada bayi prematur akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan si Kecil untuk menyusu. Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia ada beberapa cara pemberian ASI pada bayi prematur sesuai usia dan berat lahirnya, yaitu:
- Bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan diatas 34 minggu dengan berat badan >1800 gram dapat diberikan ASI dengan cara menyusu langsung dari payudara. Cara ini dianjurkan jika refleks mengisap dan menelan bayi sudah cukup baik.
- Bayi prematur dengan berat lahir 1.500–1.800 gram atau lahir pada usia kehamilan sekitar 32–34 minggu umumnya belum memiliki refleks mengisap yang optimal, tetapi sudah mampu menelan. Oleh karena itu, ASI perah dapat diberikan menggunakan sendok atau cangkir sebanyak 10–12 kali sehari sesuai kebutuhan bayi dan anjuran dokter.
- Bayi prematur dengan berat lahir 1.250–1.500 gram atau lahir pada usia kehamilan sekitar 30–31 minggu umumnya belum memiliki refleks mengisap dan menelan yang cukup baik. Oleh karena itu, ASI perah biasanya diberikan melalui selang makan (orogastrik) sebanyak 12 kali sehari atau sesuai dengan kondisi bayi dan anjuran dokter.
Selama masa menyusui, pertumbuhan bayi prematur perlu dipantau secara berkala melalui pemeriksaan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Jika pertumbuhan belum sesuai harapan atau bayi mengalami kesulitan menyusu, dokter akan mengevaluasi teknik pemberian ASI, frekuensi menyusui, hingga kebutuhan nutrisi tambahan.
Cara menyusui bayi prematur agar ASI tetap optimal
Menyusui bayi prematur memerlukan perhatian dan penyesuaian karena kemampuan mengisap, menelan, dan bernapas si Kecil belum sebaik bayi yang lahir cukup bulan. Meski demikian, bukan berarti bayi prematur tidak bisa mendapatkan manfaat ASI secara optimal.
Dengan teknik menyusui yang tepat dan dukungan dari tenaga kesehatan, Moms dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Lakukan skin-to-skin atau metode kanguru
Kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) atau metode kanguru merupakan salah satu cara yang sangat dianjurkan untuk bayi prematur. Metode ini dilakukan dengan meletakkan bayi hanya mengenakan popok di dada ibu sehingga kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu.
Selain membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil, metode kanguru juga dapat meningkatkan produksi ASI, membantu si Kecil mengenali payudara dan belajar menyusu secara bertahap, serta mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Bila kondisi bayi memungkinkan, metode ini dapat dilakukan setiap hari sesuai anjuran dokter.
2. Susui atau berikan ASI sesuai jadwal
Bayi prematur umumnya belum mampu menunjukkan tanda lapar dengan jelas sehingga tidak disarankan menunggu bayi menangis sebelum menyusu. Sebaiknya berikan ASI setiap 2–3 jam atau sesuai jadwal yang dianjurkan dokter.
Apabila si Kecil masih mudah tertidur saat menyusu, Moms dapat membangunkannya secara perlahan agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Pemberian ASI yang teratur juga membantu menjaga kadar gula darah dan mendukung kenaikan berat badan si Kecil.
3. Pompa ASI secara rutin jika bayi belum bisa menyusu langsung
Jika bayi masih dirawat di NICU atau belum mampu menyusu langsung dari payudara, Moms tetap dianjurkan untuk memompa ASI secara rutin, idealnya setiap 2–3 jam atau sekitar 8–12 kali dalam sehari.
Memompa ASI secara teratur membantu menjaga produksi ASI tetap optimal sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil tetap dapat dipenuhi melalui ASI perah hingga ia siap menyusu langsung.
4. Pastikan posisi dan pelekatan menyusu sudah benar
Posisi menyusui yang tepat dapat membantu bayi prematur menyusu dengan lebih nyaman dan mengurangi risiko mudah lelah saat mengisap. Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi berada dalam satu garis lurus serta mulut bayi melekat dengan baik pada payudara.
Jika Moms masih kesulitan menemukan posisi yang nyaman, jangan ragu untuk meminta bantuan dokter atau konselor laktasi agar proses menyusui menjadi lebih efektif.
5. Pantau pertumbuhan bayi secara berkala
Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan nutrisi bayi telah terpenuhi dan tumbuh kembangnya berjalan sesuai harapan. Apabila berat badan bayi tidak bertambah, bayi tampak sangat lemas, sering menolak menyusu, atau mengalami kesulitan saat minum ASI, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi teknik menyusui, frekuensi pemberian ASI, hingga menentukan apakah diperlukan tambahan nutrisi sesuai kondisi bayi.
Kesimpulan
Bayi prematur umumnya membutuhkan ASI setiap 2–3 jam sekali atau sekitar 8–12 kali dalam sehari. Namun, jadwal dan cara pemberian ASI dapat berbeda pada setiap bayi. Hal ini tergantung usia kehamilan saat lahir, berat badan, kondisi kesehatan, serta kemampuan mengisap dan menelan. Selain memberikan ASI sesuai jadwal, Moms juga perlu menerapkan teknik menyusui yang tepat. Teknik eperti melakukan skin-to-skin, memompa ASI secara rutin bila diperlukan. Serta memantau pertumbuhan si Kecil secara berkala agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dan tumbuh kembangnya optimal.
Apabila Moms memiliki bayi prematur dan mengalami kendala dalam menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Tim kami siap membantu memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari menentukan metode pemberian ASI yang sesuai, mengatasi tantangan menyusui bayi prematur, hingga menjaga produksi ASI agar kebutuhan nutrisi si Kecil tetap tercukupi selama masa pertumbuhannya.









0 Comments