Pada masa tumbuh kembang, ada banyak kemampuan penting yang perlu diperhatikan selain tinggi dan berat badan anak. Salah satunya adalah kemampuan oromotor (oral motorik). Kemampuan oromotor melibatkan koordinasi otot di area mulut. Kemampuan ini berkembang secara bertahap, namun setiap anak bisa memiliki ritme perkembangan yang berbeda.
Perkembangan oromotor sangat penting dalam aktivitas sehari-hari. Ketika terjadi gangguan oromotor, si Kecil bisa mengalami kesulitan saat makan bahkan sulit mengucapkan kata sesuai usianya. Tanda gangguan otomotor seringkali tidak disadari. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu mengenali ciri-ciri gangguan oromotor sedini mungkin. Sehingga dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat sesuai kebutuhan si Kecil.
Artikel lainnya : Cara Stimulasi agar Bayi Cepat Duduk dan Merangkak Sesuai Tahap Perkembangan
Gangguan oromotor itu apa?
Gangguan oromotor adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan dalam koordinasi gerakan otot-otot di area mulut, seperti bibir, lidah, rahang, dan langit-langit mulut. Koordinasi ini seharusnya bekerja sama untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, dan berbicara. Pada anak yang mengalami gangguan oromotor, kemampuan tersebut bisa terganggu. Kondisi ini bisa berdampak pada proses belajar makan dan perkembangan bicara si Kecil.
Gangguan oromotor pada anak tidak bisa dianggap sepele. Secara data, prevalensi gangguan oromotor pada anak tergolong cukup tinggi. Penelitian menunjukkan sekitar 39,8% anak mengalami gangguan kemampuan oromotor. Meski cukup sering ditemukan sejak usia dini, kondisi ini kerap tidak disadari oleh orang tua karena gejalanya terlihat ringan atau dianggap sebagai bagian dari fase tumbuh kembang.
Padahal, pada masa balita, anak seharusnya mulai mampu menguasai kemampuan oromotor dengan baik agar asupan nutrisi dapat terpenuhi secara optimal. Jika tidak ditangani, gangguan ini berisiko menyebabkan masalah nutrisi yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Apa saja ciri-ciri anak yang mengalami gangguan oromotor?
Tanda dan gejala gangguan oromotor pada anak mungkin tampak ringan di awal. Namun jika diperhatikan, gejala tersebut bisa menjadi indikator adanya hambatan pada koordinasi otot di area mulut. Berikut ciri-ciri anak yang mengalami gangguan oromotor :
Kesulitan mengisap, mengunyah, atau menelan makanan
Anak tampak kesulitan saat proses makan atau minum, misalnya tidak mampu mengisap minuman dengan sedotan, mengunyah makanan dengan baik, atau menelan secara lancar. Hal ini terjadi karena koordinasi antara otot mulut, lidah, dan rahang belum optimal. Dampaknya, anak bisa sering tersedak, batuk saat makan, atau membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan makanan.
Keterlambatan bicara atau kesulitan mengucapkan kata-kata
Kemampuan berbicara sangat bergantung pada fungsi oromotor. Jika terdapat gangguan, si Kecil mungkin terlambat mulai berbicara atau mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata dengan jelas. Beberapa bunyi huruf tertentu bisa terdengar tidak tepat atau tidak keluar dengan sempurna karena pergerakan lidah dan bibir yang terbatas.
Sering mengeluarkan air liur
Anak sering mengeluarkan air liur (drooling) karena belum mampu mengontrol atau menelan air liur dengan baik. Kondisi ini bisa terlihat dari dagu atau area sekitar mulut yang sering basah. Selain berkaitan dengan kontrol otot, hal ini juga bisa dipengaruhi oleh sensitivitas dan kesadaran sensorik di area mulut.
Kesulitan dalam mengekspresikan wajah
Kelemahan atau kurangnya koordinasi otot wajah dapat membuat ekspresi anak terlihat terbatas, misalnya sulit tersenyum lebar, mengerucutkan bibir, atau menirukan gerakan wajah tertentu. Padahal, kemampuan ini penting tidak hanya untuk komunikasi nonverbal, tetapi juga mendukung perkembangan bicara.
Sensitivitas terhadap tekstur makanan tertentu
Anak menjadi sangat pilih-pilih terhadap makanan, terutama berdasarkan teksturnya. Misalnya, menolak makanan yang terlalu kasar, berbutir, atau justru terlalu cair. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan sensorik pada area mulut, sehingga anak merasa tidak nyaman saat mencoba tekstur tertentu dan akhirnya membatasi variasi makanannya.
Penutup
Memahami ciri gangguan motorik maupun oromotor pada anak sejak dini sangat penting agar Mom & Dad bisa memberikan penanganan yang tepat tanpa menunggu kondisi semakin mengganggu aktivitas si Kecil. Setiap anak memiliki tumbuh kembang dengan ritme yang berbeda. Sehingga deteksi lebih awal akan membantu proses stimulasi dan terapi berjalan lebih optimal.
Jika Mom & Dad merasa si Kecil menunjukkan tanda-tanda keterlambatan atau kesulitan dalam makan, berbicara, maupun koordinasi gerak, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Evaluasi dengan dokter spesialis di KS Women and Children Clinic dapat membantu mengetahui kondisi secara lebih akurat sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai. Dengan pemeriksaan yang tepat, tumbuh kembang si Kecil dapat dipantau dan didukung secara optimal sejak dini.









0 Comments