Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Gerakan Janin Berkurang, Tanda Gawat Janin?

Tanda gawat janin 1

 

Kehamilan dan melahirkan merupakan fase yang indah, sekaligus melelahkan bagi Mom dan Ayah. Ketidaknyamanan masih bisa bertambah jika janin ternyata menderita fetal distress atau gawat janin. Lalu, apa itu fetal distress dan seberapa berbahaya untuk Mom dan janin?

Pada kehamilan, memonitor kondisi fetal termasuk aspek penting dalam menjaga tumbuh kembang janin. Ini akan memastikan kalau janin akan mendapat perawatan yang layak apabila  terjadi komplikasi.

Apa yang Dimaksud Fetal Distress atau Gawat Janin?

Meski mayoritas kehamilan dan kelahiran terjadi tanpa ada komplikasi, tapi tetap penting untuk memantau kondisi janin di tiap tahapan kehamilan guna memastikan potensi munculnya komplikasi bisa dicegah sejak dini.

Secara umum, fetal distress sangat mungkin terjadi jika janin dalam kandungan kekurangan oksigen, dan kondisi ini bisa dideteksi lewat detak jantung janin (DJJ). Proses pemantauan detak jantung biasanya dilakukan memakai alat monitor khusus.

Pada gawat janin, kekurangan oksigen bisa memperlambat detak jantung. Dalam hal ini, kondisi yang tidak normal pada detak jantung berarti mengindikasikan adanya masalah serius yang perlu penanganan cepat.

Ciri-Ciri Fetal Distress

Saat mendiagnosis gawat janin, dokter biasanya menggunakan beberapa kriteria untuk menentukan apakah fetal distress terjadi atau tidak.

    • Detak Jantung Janin Abnormal

https://kehamilansehat.com/wp-content/uploads/2021/08/Tanda-gawat-janin-2.jpg

Layaknya pada individu dewasa, detak jantung janin juga harus konsisten. Memang akan terjadi perubahan irama denyut saat proses melahirkan, tapi harusnya kembali normal setelah selesai. Apabila terlalu cepat, terlalu lambat, atau mengeluarkan irama tak beraturan, itu bisa jadi tanda gawat janin.

 

    • Menurunnya Pergerakan Janin secara Drastis

Termasuk tanda paling jelas munculnya gawat janin yaitu kurangnya pergerakan janin, atau bahkan janin tidak bergerak sama sekali. Pada kehamilan sehat, janin akan bergerak aktif seiring perkembangannya. Apabila Mommil merasakan hal ini, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

    • Berat Badan Naik secara Drastis selama Kehamilan

Mommil memang disarankan menaikkan berat badan sesuai usia kehamilan, tapi kenaikan berat badan secara drastis justru mengindikasikan terjadinya gawat janin.

 

    • Kram dan Nyeri Punggung

Kram sangat mungkin terjadi saat janin terus berkembang dan tumbuh dalam perut. Tapi kram yang berlangsung terus menerus bisa menjadi ciri-ciri fetal distress.

 

    • Perdarahan yang Tak Biasa

Mayoritas Mommil akan mengalami perdarahan kecil yang tak memerlukan bantuan medis untuk menangani. Tapi pendarahan dalam jumlah banyak bisa menjadi indikasi terjadinya pelepasan plasenta. Kadang operasi caesar diperlukan jika kondisi ini sudah dikonfirmasi.

Penyebab Fetal Distress

Penyebab utama terjadinya fetal distress atau gawat janin ialah kurangnya pasokan oksigen pada janin (hipoksi) saat berada didalam kandungan. Namun pada beberapa kasus, fetal distress tak hanya terjadi saat janin masih dalam kandungan, melainkan juga sering terjadi pada saat proses melahirkan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya fetal distress atau gawat janin yaitu:

 

    • Sirkulasi Darah Bermasalah

Sirkulasi darah janin dalam kandungan akan menurun drastis jika janin kekurangan pasokan oksigen. Kondisi ini dapat terjadi apabila Mommil memiliki riwayat penyakit diabetes, asma, atau tekanan darah tinggi yang selanjutnya bisa mengurangi jumlah pasokan oksigen ke janin.

 

    • Solusio Plasenta

https://kehamilansehat.com/wp-content/uploads/2021/08/Tanda-gawat-janin-4.jpg

Meski persentasenya kecil, tapi ada kemungkinan plasenta yang menyuplai nutrisi dan makanan untuk janin terputus. Apabila kondisi ini terjadi, maka janin akan kekurangan oksigen dan terjadi pendarahan organ dalam sehingga janin tidak bergerak.

 

    • Uterine Rupture

Uterine rupture merupakan salah satu kondisi yang dapat memicu terjadinya fetal distress. Uterine rupture adalah kondisi dimana rahim pecah atau terlepas. Pendarahan internal sangat mungkin terjadi dengan cepat yang membuat nyawa Mom dan Janin dalam kondisi berbahaya.

 

    • Kesalahan Posisi

Hanya ada beberapa posisi yang dinilai aman untuk mendukung proses melahirkan. Saat bayi ada dalam posisi yang tak tepat, proses lahiran akan menempatkan Mom dan janin dalam risiko tinggi. Shoulder dystocia termasuk masalah yang umum terjadi saat melahirkan.

 

    • Usia Kehamilan Lebih dari 42 Minggu

Rata-rata kehamilan sehat berlangsung selama 40 minggu. Lebih dari itu, gawat janin sangat mungkin terjadi karena air ketuban mulai berkurang. Selain itu, janin juga dinilai sudah terlalu besar sehingga janin tidak bergerak.

Diagnosis Fetal distress

Memang sulit untuk mencegah munculnya gawat janin, tapi tingkat kefatalannya bisa dihindari dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini sangat penting, terlebih jika ciri-ciri fetal distress sudah mulai tampak berkembang.

Kuncinya yaitu dengan memilih tempat pemeriksaan yang dilengkapi dokter spesialis dan terbukti memiliki pengalaman tinggi seperti Klinik Kehamilan Sehat. Fasilitas yang ditawarkan setara dengan rumah sakit, dan sangat mendukung metode lahiran pro normal.

Dokter Spesialis Kandungan di Klinik Kehamilan Sehat siap melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memantau perkembangan janin Mommil, mendeteksi kelainan bawaan, termasuk mencegah gawat janin. Dalam hal ini, deteksi dini merupakan kunci mencegah terjadinya perburukan.

Komplikasi Fetal distress

Gawat janin memunculkan beberapa komplikasi semisal tidak ditangani dengan benar. Dimulai saat ciri-ciri fetal distress muncul pertama kali sampai menunjukkan gejala pasti, perawatan tepat harus dilakukan guna menghindari komplikasi seperti:

 

    • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Termasuk komplikasi yang muncul yaitu berat badan bayi rendah sewaktu lahir. Pemicunya beragam seperti kekurangan oksigen dan nutrisi, lahir prematur, dan kondisi kesehatan Mommil.

Rutin periksa kehamilan bisa menjadi kunci untuk mencegah BBLR. Dokter akan menganalisa dan mengidentifikasi status Mommil beserta bayinya serta memberi perawatan sesuai kondisinya.

 

    • Stillbirth

https://kehamilansehat.com/wp-content/uploads/2021/08/Tanda-gawat-janin-3.jpg

Stillbirth merupakan kondisi dimana bayi yang baru lahir tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan. Ini bisa menjadi waktu dimana Mom dan Ayah merasa sedih karena kemungkinan besar akan kehilangan bayi.

Penyebab stillbirth atau janin tidak bergerak memang belum dipahami dengan jelas, tapi fetal distress dinilai berkontribusi besar pada kondisi ini. Itu sebabnya, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan bisa menjadi kunci untuk menghindari potensi terjadinya stillbirth.

 

Penanganan Fetal Distress

Terdapat beberapa opsi untuk menangani fetal distress pada saat proses melahirkan. Opsi mana yang dipilih akan bergantung pada hasil analisa dokter terhadap kondisi Mommil dan janin.

 

    • Resusitasi Dalam Rahim

Saat kondisi janin secara fisik belum siap dilahirkan, karena janin tidak bergerak misalnya, resusitasi mungkin saja diberikan. Langkahnya cukup banyak, tapi ini penting guna mendukung kehidupan janin.

Resusitasi dimulai dengan merubah posisi Mommil, memperbanyak asupan air, menambah bantuan oksigen, memasukkan cairan tambahan ke area amniotic untuk mengurangi kompresi, dan menghentikan kontraksi untuk sementara waktu.

 

    • Mempercepat Waktu Lahiran

Salah satu opsi untuk menangani fetal distress yaitu dengan mempercepat waktu lahiran, bahkan untuk beberapa kondisi ini harus dilakukan guna menyelamatkan janin semisal janin tidak bergerak.

Proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat vakum dan ventouse atau forceps untuk mengeluarkan janin secepat mungkin. Tapi jika kondisi janin mengarah ke kritis, seperti janin tidak bergerak, operasi caesar darurat bisa menjadi opsi terakhir yang bisa diambil.

 

    • Monitoring Kondisi Bayi Baru Lahir

https://kehamilansehat.com/wp-content/uploads/2021/08/tanda-gawat-janin-5.jpg

Termasuk langkah pasti untuk mengetahui fetal distress yaitu dengan memonitor kondisi bayi yang baru lahir secara rutin. Tes fisik juga perlu dilakukan, termasuk menggunakan USG dan contraction test berbasis elektroda.

Fetal distress merupakan kondisi yang mengkhawatirkan dalam masa kehamilan. Namun jangan khawatir, Mom dan Ayah tetap dapat mengusahakan untuk mengurangi risikonya dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pemeriksaan kehamilan rutin ini diharapkan mampu mendeteksi lebih dini apabila terdapat tanda-tanda yang tidak wajar dalam masa kehamilan, seperti terjadinya fetal distress atau gawat janin. 

Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula mendapatkan perawatan medis sehingga bisa menyelamatkan Mommil dan janin. Jadi tunggu apalagi? Cegah sedini mungkin dengan segera memeriksakan kehamilan Mommil, ya!

 

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/26/2021

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/26/2021

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares