Mempersiapkan perlengkapan serta menjaga kondisi fisik tetap sehat sebelum melahirkan merupakan bagian penting untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar. Namun, persiapan persalinan bukan hanya tentang menyiapkan kebutuhan untuk Mom dan Si Kecil. Mom juga perlu memiliki bekal pengetahuan terkait persalinan, salah satunya adalah memahami tanda bahaya persalinan. Dengan begitu, Mom dapat segera mengenali kondisi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis. Selain itu, Mom jadi bisa lebih waspada dan tidak terlambat mendapatkan pertolongan. Mengenali tanda bahaya pada setiap tahapan persalinan membantu Mom mengetahui kapan kondisi masih dapat dipantau dan kapan perlu segera mendapatkan pertolongan dokter. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi rasa nyeri dan kontraksi, tetapi juga memahami kondisi yang perlu diwaspadai selama kala 1 hingga kala 4 dalam proses persalinan.
Baca juga: Apa Itu Rumput Fatimah? Kenali Risiko dan Bahayanya untuk Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan
Tanda bahaya persalinan kala 1
Kala 1 merupakan tahap ketika kontraksi mulai menyebabkan serviks membuka hingga pembukaan lengkap. Pada fase ini, kontraksi biasanya menjadi semakin kuat, lama, dan teratur. Rasa tidak nyaman dan nyeri merupakan bagian dari proses persalinan. Berikut beberapa tanda bahaya pada persalinan kala 1 yang perlu Mom waspadai:
- Perdarahan dari vagina dalam jumlah banyak.
- Air ketuban keluar dengan warna hijau, kecokelatan, atau berbau tidak sedap.
- Air ketuban pecah tetapi persalinan tidak menunjukkan perkembangan, terutama bila disertai demam.
- Mengalami gejala atau tanda infeksi seperti demam, menggigil, nyeri perut
- Sakit kepala berat, pandangan kabur, atau nyeri pada bagian ulu hati.
- Gerakan si Kecil berkurang secara signifikan.
- Tali pusat membumbung atau terlihat keluar dari vagina setelah ketuban pecah.
Beberapa kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya komplikasi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan segera. Oleh karena itu, Mom sebaiknya tidak menunggu hingga keluhan semakin berat untuk mencari pertolongan.
Tanda bahaya persalinan kala 2
Kala 2 dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap dan berakhir setelah bayi lahir. Pada tahap ini, Mom biasanya mulai merasakan dorongan kuat untuk mengejan. Tanda bahaya pada kala 2 persalinan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Posisi bayi tidak mendukung persalinan normal, misalnya bayi dalam posisi sungsang atau melintang.
- Posisi kepala bayi tidak optimal, salah satunya posisi kepala menghadap ke arah punggung Mom (oksiput posterior). Kondisi ini dapat membuat proses turunnya kepala bayi melalui jalan lahir menjadi lebih sulit.
- Bayi menunjukkan tanda mengalami gangguan, misalnya terdapat perubahan pada denyut jantung janin yang memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.
- Proses mengejan berlangsung lama tetapi bayi tidak kunjung lahir, yang dapat menjadi tanda bahwa persalinan mengalami hambatan atau tidak mengalami kemajuan sebagaimana yang diharapkan.
Kondisi tersebut perlu segera dinilai oleh dokter atau bidan untuk mengetahui penyebab dan menentukan langkah yang paling aman bagi Mom dan Si Kecil. Oleh karena itu, bila selama kala 2 muncul kondisi yang tidak biasa atau proses persalinan tidak mengalami kemajuan, Mom sebaiknya mengikuti arahan tenaga medis dan tidak menunda pemeriksaan.
Tanda bahaya persalinan kala 3
Kala 3 adalah masa antara lahirnya bayi hingga keluarnya plasenta. Tanda bahaya utama pada kala III adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah plasenta lahir. Ada beberapa penyebab yang bisa memicu kondisi ini:
- Atonia uteri yaitu otot rahim (miometrium) gagal berkontraksi dengan baik setelah bayi lahir sehingga darah akan terus mengalir tanpa terkendali.
- Retensio plasenta yaitu plasenta yang tidak lahir setelah 30 menit bayi dilahirkan. Plasenta yang tertahan bisa menghalangi rahim untuk berkontraksi dengan sempurna, sehingga meningkatkan risiko perdarahan.
- Robekan jalan lahir yang berpotensi menyebabkan perdarahan tambahan dan perlu segera ditangani.
Perdarahan berlebihan setelah bayi lahir tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang normal. Penanganan segera oleh tenaga medis diperlukan untuk mencari penyebab perdarahan dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Tanda bahaya persalinan kala 4
Kala 4 merupakan sekitar dua jam pertama setelah plasenta lahir. Meskipun bayi sudah lahir, pemantauan tetap penting karena komplikasi masih dapat terjadi pada periode ini. Beberapa tanda bahaya persalinan kala 4 yang perlu diperhatikan yaitu:
- Demam
- Perdarahan pasif
- Keluar banyak darah beku
- Keluar bau busuk dari vagina
- Pusing
- Sangat lemas
- Ada kendala saat menyusui si Kecil
- Nyeri perut yang hebat
Berbagai tanda tersebut perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan adanya komplikasi setelah persalinan yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan segera. Oleh karena itu, Mom sebaiknya segera memberi tahu dokter dan tenaga medis apabila mengalami salah satu dari kondisi di atas, terutama bila gejala muncul secara tiba-tiba atau semakin berat.
Kapan Harus Segera ke Dokter Saat Persalinan?
Tidak semua keluhan selama persalinan menunjukkan kondisi darurat. Namun, Mom perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami perdarahan banyak, ketuban pecah disertai kondisi yang mengkhawatirkan, gerakan bayi berkurang, demam, kejang, sesak napas, sakit kepala berat dengan gangguan penglihatan, atau nyeri yang tidak biasa. Mom juga sebaiknya mengikuti arahan dokter atau bidan mengenai kapan harus menuju tempat persalinan, terutama apabila sudah memasuki fase persalinan aktif atau memiliki kondisi kehamilan yang membutuhkan pemantauan khusus.
Memahami tanda bahaya persalinan membantu Mom dan keluarga lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan selama proses kelahiran. Jangan mengabaikan perubahan kondisi yang terasa tidak biasa, terutama bila disertai perdarahan, demam, penurunan kesadaran, atau perubahan gerakan Si Kecil. Oleh karena itu, pastikan Mom mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan dari tenaga kesehatan selama proses persalinan. Mom dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mengetahui kondisi kehamilan dan mempersiapkan persalinan dengan lebih aman dan tenang.
Sumber Referensi
Elvina, V. K. (2019). Tanda Bahaya Kala I, II, III dan IV. Poltekkes Kebidanan Kartini Bali.
Tanda Bahaya Persalinan Kala I, II, III, IV. (n.d.). Scribd.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Persalinan Ditolong oleh Tenaga Kesehatan. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI.









0 Comments