Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Penyebab Kondiloma pada Wanita dan Faktor Risikonya

penyebab kondiloma pada wanita

 

Kondiloma atau yang lebih dikenal sebagai kutil kelamin merupakan salah satu infeksi menular seksual yang dapat terjadi pada pria maupun wanita. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area intim atau sekitar anus akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Pada wanita, kondiloma dapat tumbuh di vulva, vagina, leher rahim (serviks), maupun area sekitar anus. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan karena dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas maupun hubungan seksual, serta meningkatkan risiko penularan kepada pasangan.

Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui apa penyebab kondiloma pada wanita dan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risikonya. Padahal, memahami penyebab dan cara penularannya merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi sejak dini. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab kondiloma pada wanita dan berbagai faktor risikonya berikut ini.

Artikel lainnya: Jenis Vaksin HPV Terbaik: Perbedaan, Manfaat, dan Cara Memilihnya

Apa penyebab kondiloma pada wanita?

Penyebab utama kondiloma pada wanita adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe HPV risiko rendah, seperti HPV tipe 6 dan tipe 11. Kedua tipe virus ini merupakan penyebab sebagian besar kasus kutil kelamin.

Virus HPV dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka atau lecet kecil pada kulit maupun selaput lendir di area genital. Setelah terinfeksi, virus dapat berkembang selama beberapa minggu hingga beberapa bulan sebelum akhirnya menimbulkan gejala. 

Bagaimana HPV menular?

HPV merupakan virus yang sangat mudah menular melalui kontak kulit ke kulit di area genital. Penularan paling sering terjadi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

Perlu diketahui bahwa penggunaan kondom memang dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, tetapi tidak memberikan perlindungan secara penuh karena virus masih dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom.

Selain itu, seseorang tetap dapat menularkan HPV meskipun tidak memiliki kutil kelamin yang terlihat. Hal inilah yang membuat penyebaran HPV sering kali tidak disadari.

Faktor risiko kondiloma pada wanita

Meskipun penyebab kondiloma adalah infeksi HPV, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami infeksi maupun berkembangnya kutil kelamin.

1. Berganti-ganti pasangan seksual

Semakin banyak jumlah pasangan seksual, semakin tinggi kemungkinan seseorang terpapar HPV. Risiko juga meningkat apabila pasangan memiliki riwayat berganti pasangan seksual.

2. Memulai aktivitas seksual pada usia muda

Berhubungan seksual pada usia yang lebih muda dikaitkan dengan risiko infeksi HPV yang lebih tinggi karena jaringan serviks masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

3. Tidak menggunakan pelindung saat berhubungan seksual

Meskipun kondom tidak dapat mencegah seluruh kasus HPV, penggunaan kondom secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko penularan infeksi menular seksual, termasuk HPV.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Wanita dengan daya tahan tubuh yang menurun, misalnya akibat HIV, penggunaan obat penekan sistem imun, atau kondisi medis tertentu, memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap sehingga kondiloma lebih mudah berkembang.

5. Merokok

Merokok diketahui dapat menurunkan kemampuan sistem imun dalam melawan infeksi HPV. Selain itu, zat kimia dalam rokok juga dapat mempengaruhi kesehatan jaringan serviks sehingga meningkatkan risiko infeksi yang menetap.

6. Belum mendapatkan vaksin HPV

Vaksin HPV dapat membantu melindungi tubuh dari beberapa tipe HPV penyebab kutil kelamin maupun kanker serviks. Wanita yang belum mendapatkan vaksin memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi tipe HPV yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Apakah kondiloma berbahaya?

Kondiloma umumnya tidak mengancam nyawa, tetapi tetap perlu mendapatkan penanganan dari dokter. Jika tidak diobati, kutil kelamin dapat bertambah besar, bertambah banyak, atau menyebabkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas maupun berhubungan seksual.

Perlu diketahui bahwa kutil kelamin akibat kondiloma dapat diobati, baik dengan obat maupun tindakan medis untuk menghilangkan lesinya. Namun, virus HPV penyebab kondiloma tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dari dalam tubuh. Akibatnya, kutil kelamin dapat muncul kembali (kambuh), terutama jika daya tahan tubuh sedang menurun.

Selain itu, seseorang yang terinfeksi HPV tidak selalu mengalami gejala atau memiliki kutil kelamin yang terlihat.Orang tanpa gejala tetap berpotensi menularkan virus HPV kepada pasangan seksualnya melalui kontak kulit di area genital. 

Seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu tipe HPV secara bersamaan. Oleh karena itu, wanita tetap dianjurkan menjalani skrining kanker serviks sesuai rekomendasi dokter meskipun pernah atau sedang mengalami kondiloma.

Bagaimana cara mencegah kondiloma?

Meskipun tidak semua kasus kondiloma dapat dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko terinfeksi HPV penyebab kondiloma, yaitu:

  • Mendapatkan vaksin HPV. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, tetapi tetap dapat memberikan manfaat pada usia dewasa sesuai rekomendasi dokter.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom secara konsisten dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi menular seksual lainnya. Namun, perlu diingat bahwa kondom tidak dapat memberikan perlindungan 100% karena HPV dapat menginfeksi area kulit yang tidak tertutup kondom.
  • Menghindari perilaku seksual berisiko. Misalnya berganti-ganti pasangan seksual, melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom, atau berhubungan seksual dengan pasangan yang riwayat kesehatan seksualnya tidak diketahui. 
  • Menjalani hubungan seksual yang saling setia dengan pasangan. Memiliki satu pasangan seksual yang juga saling setia dapat membantu menurunkan risiko penularan HPV.
  • Tidak merokok dan menjaga daya tahan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang baik berperan penting dalam membantu tubuh melawan infeksi HPV. 
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin. Pemeriksaan ke dokter, termasuk skrining kanker serviks sesuai usia dan faktor risiko, dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini. 

Kesimpulan

Kondiloma disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) dan dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Meskipun umumnya bukan kondisi yang mengancam nyawa, kondiloma tetap memerlukan penanganan yang tepat karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan, berisiko menularkan virus kepada pasangan, serta dapat kambuh di kemudian hari. 

Selain itu, seseorang juga dapat terinfeksi lebih dari satu tipe HPV, sehingga skrining kanker serviks tetap penting dilakukan meskipun kondiloma umumnya disebabkan oleh tipe HPV berisiko rendah.

Jangan menunggu hingga muncul benjolan atau keluhan pada area intim untuk memeriksakan kesehatan reproduksi. Lakukan skrining dan pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di KS Women and Children Clinic. Melalui pemeriksaan secara berkala, dokter dapat membantu mendeteksi infeksi atau kelainan sejak dini, memberikan edukasi mengenai pencegahan, termasuk vaksinasi HPV dan skrining kanker serviks, serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.

 

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/13/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/13/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares