Usia 18 hingga 23 bulan merupakan salah satu periode penting dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada tahap ini, perkembangan si Kecil berlangsung sangat pesat, mulai dari kemampuan berjalan, berbicara, hingga berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Memahami perkembangan si Kecil di setiap tahap usia dapat membantu Mom & Dad mengetahui apakah tumbuh kembang si Kecil telah sesuai dengan usianya. Lalu, apa saja kemampuan yang umumnya sudah dimiliki bayi usia 18-23 bulan? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Tahap Perkembangan Bayi 12-17 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Kenali Milestone Pentingnya!
Bayi 18-23 bulan sudah bisa apa?
Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Namun, terdapat beberapa kemampuan yang umumnya mulai dikuasai pada usia 18–23 bulan. Mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Kementerian Kesehatan RI, berikut tahapan perkembangan yang diharapkan pada rentang usia tersebut.
1. Motorik kasar semakin aktif
Di usia ini, koordinasi dan keseimbangan tubuh si Kecil semakin berkembang. Sebagian besar anak di usia 18-23 bulan sudah mampu:
- Berjalan mundur sekitar 5 langkah.
- Berlari meski belum terlalu stabil.
- Naik tangga sambil berpegangan pada pegangan atau tangan orang tua.
Semakin sering si Kecil bergerak aktif, kemampuan otot dan koordinasinya juga akan semakin terlatih.
2. Motorik halus mulai berkembang
Kemampuan menggunakan tangan dan jari juga semakin baik. Anak usia 18-23 bulan umumnya sudah dapat:
- Menumpuk 4 balok atau kubus.
- Mencoret-coret menggunakan krayon.
- Menggelindingkan bola ke arah sasaran.
Aktivitas sederhana seperti menggambar, menyusun balok, atau bermain puzzle dapat membantu mengoptimalkan perkembangan motorik halusnya.
3. Mulai banyak berbicara
Perkembangan bahasa pada usia ini biasanya cukup pesat. Si Kecil umumnya sudah mampu:
- Mengucapkan sekitar 7–20 kata yang memiliki arti.
- Mengatakan “tidak” sambil menggelengkan kepala.
- Menunjuk benda yang diinginkan.
- Menunjuk satu bagian tubuh ketika diminta.
- Mengikuti perintah sederhana satu langkah tanpa bantuan gerakan, misalnya “Tolong duduk” atau “Ambil bola.”
Meski jumlah kosakata setiap anak bisa berbeda, kemampuan memahami instruksi juga menjadi bagian penting dari perkembangan bicara dan bahasa.
4. Mulai belajar bersosialisasi
Selain kemampuan fisik dan bahasa, perkembangan sosial emosional si Kecil juga semakin terlihat di usia 18-23 bulan. Pada usia ini, si Kecil biasanya sudah mulai bisa:
- Melepas pakaian dengan bantuan orang tua
- Menirukan pekerjaan rumah
- Belajar makan, minum, dan memegang cangkir sendiri
- Mengajak orang lain bermain
- Sesekali mengalami tantrum
- Menunjukkan rasa takut atau waspada dengan orang yang baru dikenal
- Saat berada di lingkungan baru masih bergantung dengan pengasuh atau orang tua
- Sering menunjukkan rasa sayang dengan orang yang dikenalnya
- Bermain peran sederhana
- Memperlihatkan sesuatu yang menarik perhatiannya
- Senang eksplorasi lingkungan di sekitarnya
- Mulai mengetahui jenis kelamin sendiri
Kemampuan-kemampuan tersebut menunjukkan bahwa si Kecil mulai belajar membangun hubungan sosial, mengenali emosi, serta mengembangkan rasa percaya diri untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Pada usia ini, si Kecil juga sedang belajar memahami lingkungan di sekitarnya melalui eksplorasi dan permainan. Oleh karena itu, Mom & Dad sebaiknya memberikan kesempatan kepada si Kecil untuk mencoba melakukan aktivitas sederhana secara mandiri, seperti makan sendiri atau membantu membereskan mainan, sambil tetap memberikan pendampingan dan pujian atas setiap usaha yang dilakukannya.
Kapan perlu waspada dan membawa si Kecil ke dokter ?
Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda. Ada yang lebih cepat berjalan, sementara anak lainnya lebih dulu menunjukkan perkembangan bahasa atau kemampuan sosial. Selama perkembangannya masih berada dalam rentang yang wajar, perbedaan tersebut umumnya bukan merupakan hal yang perlu dikhawatirkan.
Mom & Dad sebaiknya berkonsultasi dan periksa si Kecil ke dokter spesialis anak jika terdapat tanda red flags perkembangan dibawah ini:
- belum bisa berjalan tanpa bantuan di usia 18 bulan
- belum mengucapkan minimal 6 kata-kata yang bermakna
- tidak bisa mengucapkan kata-kata yang baru diajarkan
- tidak mampu menunjukkan sesuatu atau benda kepada orang lain
- belum memahami fungsi benda-benda yang familiar di sekitarnya
- tidak bisa meniru tindakan atau perkataan lain
- tidak dapat menunjuk untuk menyatakan ketertarikan (proto-declarative pointing)
Kemunculan satu atau lebih tanda di atas tidak selalu menandakan si Kecil mengalami gangguan tumbuh kembang. Namun, kondisi tersebut perlu dievaluasi oleh dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan si Kecil memperoleh penanganan atau intervensi yang tepat sedini mungkin apabila diperlukan.
Oleh karena itu, Mom & Dad juga dapat rutin memeriksakan tumbuh kembang si Kecil ke dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic untuk memastikan setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangannya sesuai dengan usia. Dokter akan melakukan pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh, mendeteksi lebih dini apabila terdapat tanda-tanda keterlambatan perkembangan, serta memberikan rekomendasi dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal.









0 Comments