Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tes Ferritin untuk Apa? Ini Fungsi, Manfaat, dan Kapan Harus Dilakukan

untuk apa test ferritin

Mom sering mengalami gejala anemia seperti kelelahan berkepanjangan, wajah pucat, atau mudah pusing? Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Salah satu pemeriksaan yang biasanya dianjurkan adalah tes ferritin. Tes ini bertujuan untuk mengetahui cadangan zat besi dalam tubuh, sehingga dokter dapat menilai apakah Mom mengalami kekurangan atau kelebihan zat besi. Pemeriksaan ini penting, terutama bagi Mom yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki risiko anemia. Dengan mengetahui untuk apa tes kadar ferritin, penanganan yang tepat bisa dilakukan lebih dini untuk mencegah risiko komplikasi yang tidak diinginkan. 

Artikel lainnya : Periksa Laboratorium HIV pada Ibu Hamil: Langkah Penting Lindungi Ibu dan Bayi

Apa itu tes ferritin?

Tes ferritin adalah pemeriksaan darah yang digunakan untuk mengukur kadar ferritin dalam tubuh. Ferritin sendiri merupakan protein yang berfungsi mengikat dan menyimpan zat besi sebagai cadangan.

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang sehat, yang berperan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Selain itu, zat besi juga penting untuk menjaga kesehatan otot, sumsum tulang, organ tubuh, serta mendukung perkembangan otak pada anak.

Kadar zat besi yang terlalu rendah atau justru berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak ditangani. Melalui tes ferritin, dokter dapat mengetahui seberapa banyak cadangan zat besi dalam tubuh sebagai dasar untuk menentukan penanganan yang tepat.

Untuk apa tes ferritin dilakukan?

Tes ferritin biasanya dilakukan untuk membantu mengetahui apakah kadar zat besi dalam tubuh Mom sudah sesuai dengan kebutuhan. Pemeriksaan ini penting karena kadar zat besi yang tidak seimbang bisa berdampak pada berbagai fungsi tubuh.

Tes ferritin dilakukan dengan tujuan untuk : 

  • Membantu mendiagnosis atau menyingkirkan berbagai kondisi yang berkaitan dengan kadar zat besi, seperti hemokromatosis (kelebihan zat besi dalam tubuh), anemia defisiensi besi (kekurangan sel darah merah akibat rendahnya zat besi), serta gangguan hati karena sebagian besar ferritin disimpan di organ tersebut.
  • Memantau kondisi kronis (jangka panjang) yang dapat memengaruhi kadar zat besi, seperti kanker, penyakit ginjal, dan gangguan autoimun.
  • Mendeteksi kadar zat besi rendah sejak dini sebelum gejala muncul, terutama pada Mom yang berisiko tinggi seperti memiliki berat badan kurang, mengalami menstruasi berat, sedang hamil, atau memiliki gangguan penyerapan nutrisi (misalnya akibat penyakit radang usus atau riwayat operasi saluran pencernaan).
  • Membantu menilai seberapa efektif terapi yang sedang dijalani jika Mom sedang menjalani pengobatan untuk kekurangan zat besi.

Kapan dan siapa saja yang perlu melakukan tes ferritin?

Mom mungkin perlu menjalani tes ferritin jika mengalami gejala kadar zat besi yang terlalu rendah atau justru berlebihan dalam tubuh.

Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Kadar zat besi rendah, ditandai dengan sesak napas, tubuh lemah atau mudah lelah, pusing, kulit pucat, gangguan irama jantung (aritmia)
  • Kadar zat besi tinggi, dengan gejala seperti kelelahan, nyeri sendi (terutama di lutut atau tangan), nyeri perut, penurunan gairah seksual, serta perubahan warna kulit menjadi keabu-abuan atau kecoklatan

Selain itu, tes ferritin juga dapat dianjurkan jika hasil pemeriksaan darah lain menunjukkan kadar hematokrit atau hemoglobin yang rendah, sehingga kondisi zat besi dalam tubuh bisa diketahui lebih pasti.

Berapa kadar ferritin yang normal?

Setiap laboratorium dapat memiliki rentang nilai normal ferritin yang berbeda. Saat Mom menerima hasil tes, biasanya akan tercantum batas normal sesuai standar laboratorium tersebut sebagai acuan interpretasi.

Secara umum, kisaran normal ferritin adalah:

  • Wanita: 15–205 ng/mL
  • Pria: 30–566 ng/mL
  • Anak usia 6 bulan–15 tahun: 12–140 ng/mL

Pada bayi baru lahir dan balita, kadar ferritin bisa berbeda-beda tergantung usia. Misalnya, bayi hingga usia 6 bulan dapat memiliki kadar ferritin yang lebih tinggi, bahkan hingga sekitar 650 ng/mL. Perbedaan ini wajar karena dipengaruhi oleh usia serta metode pemeriksaan yang digunakan oleh laboratorium.

Selain itu, kondisi kesehatan tertentu, pola makan, dan konsumsi suplemen juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan ferritin dalam tubuh Mom.

Jika hasil yang Mom terima terasa membingungkan, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter agar mendapatkan penjelasan yang tepat sesuai kondisi kesehatan Mom.

Penutup

Menjaga kadar zat besi tetap seimbang sangat penting untuk kesehatan tubuh, terutama bagi Mom yang sedang hamil, menyusui, atau memiliki risiko anemia. Melalui tes ferritin, kondisi cadangan zat besi dapat diketahui lebih akurat sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum menimbulkan komplikasi.

Jika Mom mengalami gejala yang mengarah pada gangguan kadar zat besi atau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan tes ferritin sejak dini.

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium di klinik terpercaya seperti KS Women and Children Clinic, karena menyediakan berbagai layanan tes lab yang lengkap, akurat, serta didukung tenaga medis profesional yang siap membantu Mom mendapatkan diagnosis dan penanganan terbaik.

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/22/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/22/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares