Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Ciri-Ciri Tidak Cocok KB IUD, Kenali Gejalanya dan Cara Mengatasinya 

ciri ciri tidak cocok KB IUD

KB IUD sering dipilih menjadi metode kontrasepsi jangka panjang karena aman dan memiliki efektivitas yang tinggi. Meski demikian, respon tubuh setiap wanita bisa berbeda, sehingga tidak semua dapat beradaptasi dengan penggunaan KB IUD secara optimal. Pada sebagian wanita, KB IUD justru memicu keluhan tertentu yang menunjukkan gejala tidak cocok pada pemakaian KB IUD. Oleh karena itu, sebelum Mom memilih KB IUD untuk mencegah atau menunda kehamilan penting untuk mempertimbangkan beberapa hal. Kenali ciri-ciri tidak cocok pakai KB IUD dan cara mengatasinya. Agar Mom dapat menentukan jenis KB terbaik dan sesuai dengan kebutuhan. 

Artikel lainnya : Nyeri Perut Saat Pakai KB IUD: Normal atau Berbahaya?

Ciri Mom Tidak Cocok Menggunakan KB IUD yang Perlu Diwaspadai

Setelah pemasangan KB IUD, tubuh Mom akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, jika muncul keluhan yang tidak biasa atau berlangsung lama, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa KB IUD kurang cocok. Mengenali ciri-ciri berikut sejak dini sangat penting agar Mom dapat segera mengambil langkah yang tepat dan menjaga kesehatan reproduksi. 

Perubahan posisi benang IUD (terasa lebih panjang atau menghilang) 

Benang IUD berfungsi sebagai penanda posisi alat kontrasepsi di dalam rahim. Jika Mom merasakan benang IUD menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau bahkan tidak teraba sama sekali, kondisi ini dapat menandakan pergeseran posisi IUD. Perubahan ini perlu segera diperiksa karena posisi IUD yang tidak tepat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga menurunkan efektivitas KB. 

Terasa sangat nyeri di bagian bawah perut 

Kram ringan setelah pemasangan KB IUD masih tergolong normal. Namun, jika nyeri perut bagian bawah terasa sangat kuat, menetap atau semakin parah dari waktu ke waktu, hal ini bisa menjadi tanda iritasi atau reaksi tubuh yang tidak cocok terhadap KB IUD. Nyeri yang tidak wajar sebaiknya tidak diabaikan. 

Perdarahan banyak atau di luar siklus haid 

Perubahan pola menstruasi memang bisa terjadi di awal penggunaan KB IUD. Akan tetapi, jika Mom mengalami perdarahan yang sangat banyak, haid berlangsung lebih lama dari biasanya, atau muncul flek di luar siklus haid secara terus menerus, kondisi ini dapat mengindikasikan ketidakcocokan KB IUD dan perlu evaluasi medis. 

Keputihan tidak normal

Keputihan yang tidak normal, seperti berbau menyengat, berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan, serta disertai rasa gatal atau perih, dapat menjadi tanda adanya infeksi. Pada beberapa kasus, kondisi ini muncul akibat penggunaan KB IUD yang tidak cocok atau adanya iritasi pada area rahim dan vagina. 

Nyeri saat berhubungan intim

Rasa nyeri yang tidak nyaman saat berhubungan intim bukanlah kondisi yang normal. Keluhan ini bisa berkaitan dengan posisi KB IUD yang bergeser atau adanya peradangan pada organ reproduksi. Jika dibiarkan, nyeri saat berhubungan intim dapat mempengaruhi kualitas hidup dan hubungan dengan pasangan. 

Kriteria Mom yang tidak disarankan memakai KB IUD

Sebelum mempertimbangkan untuk memakai KB IUD, mom perlu mengetahui apakah metode kontrasepsi ini sesuai dengan kondisi tubuh dan kesehatan reproduksi. KB IUD khususnya IUD Spiral/Copper/Tembaga sebaiknya tidak digunakan pada wanita yang : 

  • Sedang hamil 
  • Siklus haid yang tidak biasa
  • Baru melahirkan antara 48 jam dan 4 minggu 
  • Mengalami hamil anggur (mola hidatidosa)
  • Menderita kanker ovarium 
  • Memiliki risiko IMS 
  • Mengidap penyakit HIV berat atau lanjut 
  • Menderita penyakit autoimun kronis (systemic lupus erythematosus dengan trombositopenia berat)

Selain KB IUD tembaga / IUD spiral, terdapat jenis KB IUD hormonal atau AKDR-LNG. Mom yang tidak disarankan atau tidak boleh menggunakan KB IUD hormonal / AKDR-LNG

  • Sedang hamil 
  • Siklus haid yang tidak biasa
  • Pasca persalinan antara 48 jam dan 4 minggu 
  • Mengalami penggumpalan darah vena dalam di kaki atau akut 
  • Menderita kanker payudara lebih dari 5 tahun yang lalu dan tidak muncul kembali 
  • Sirosis atau tumor hati berat 
  • Memiliki risiko IMS 
  • Mengidap penyakit HIV berat atau lanjut 
  • Menderita autoimun (systemic lupus erythematosus dengan antibodi antifosfolipid
  • positif (atau tidak diketahui)) dan tidak dalam terapi imunosupresif.

Jika Mom mengalami salah satu kondisi di atas, maka penggunaan KB IUD sebaiknya dipertimbangkan kembali. Pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan metode kontrasepsi yang dipilih aman dan sesuai dengan kondisi tubuh Mom. 

Cara Mengatasi KB IUD yang Tidak Cocok 

Jika KB IUD menimbulkan keluhan atau gejala ketidakcocokan, Mom sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai keluhan. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari evaluasi posisi IUD, pemeriksaan panggul, hingga USG untuk memastikan kondisi rahim dan IUD berada dalam keadaan yang aman. 

Selain itu, dokter akan membantu Mom memilih metode kontrasepsi alternatif yang lebih cocok, aman dan nyaman untuk digunakan jangka panjang. Jika Mom mengalami keluhan setelah pemasangan KB IUD, jangan menunda pemeriksaan. Mom sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan terpercaya di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih optimal terutama terkait kondisi kesehatan reproduksi dan pemilihan alat KB yang sesuai kebutuhan. 

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/24/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/24/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares