
Imunisasi merupakan salah satu cara efektif untuk melindungi si Kecil dari berbagai infeksi dan penyakit menular. Namun, perlindungan dari vaksin tidak selalu bertahan seumur hidup. Seiring bertambahnya waktu, kadar antibodi dalam tubuh dapat menurun sehingga diperlukan vaksin booster untuk anak agar memperkuat kembali sistem kekebalan tubuhnya. Lalu, apakah vaksin booster wajib untuk anak, dan kapan jadwal yang tepat untuk memberikannya? Simak penjelasan lengkapnya!
Artikel lainnya : Apa Itu Imunisasi Kejar? Panduan Lengkap Jika Jadwal Vaksin Anak Terlewat
Apa itu vaksin booster untuk anak-anak?
Vaksin booster untuk anak adalah dosis vaksin tambahan atau penguat yang diberikan setelah anak menerima dan menyelesaikan dosis imunisasi primer atau dosis utama. Pemberian booster bertujuan untuk memperkuat kembali sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu.
Vaksin ini membantu tubuh si Kecil mengingat kembali virus maupun bakteri penyebab penyakit yang pernah dikenali sebelumnya, sehingga tubuh dapat membentuk antibodi yang lebih kuat. Dengan begitu, perlindungan dari vaksin tetap optimal dan anak dapat terhindar dari berbagai penyakit menular.
Apakah vaksin booster anak wajib?
Vaksin booster pada anak sangat dianjurkan karena berperan penting dalam menjaga dan memperkuat perlindungan dari vaksin yang telah diberikan sebelumnya. Meskipun anak sudah menerima imunisasi primer, beberapa vaksin memerlukan dosis lanjutan agar kekebalan tubuh tetap optimal dan mampu melindungi anak dari penyakit tertentu.
Oleh karena itu, pemberian vaksin booster sebaiknya mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Dengan melengkapi imunisasi termasuk booster, Mom & Dad dapat membantu memberikan perlindungan yang lebih maksimal untuk si Kecil.
Jenis imunisasi booster anak apa saja dan jadwal pemberiannya?
Setiap jenis vaksin memiliki jadwal pemberian dosis primer dan booster yang berbeda, sesuai dengan usia si Kecil. Berikut jadwal pemberian vaksin dengan dosis primer dan dosis booster sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) :
| Jenis Vaksin | Dosis Primer (Utama) | Booster (Tambahan) |
| Hepatitis B | 0, 2, 3, 4 bulan | 18 bulan |
| Polio | 0, 2, 3, 4 bulan | usia 18 bulan |
| DTP | 2, 3, 4 bulan | 18 bulan & 5-7 tahun |
| Hib | usia 2, 3, 4 bulan | 18 bulan |
| PCV | 2, 4, 6 bulan | 12-15 bulan |
| MR / MMR | 9 bulan | 15-18 bulan & 5-7 tahun |
| Tifoid | 24 bulan | 5-18 tahun (diulang setiap 3 tahun) |
Setiap vaksin memiliki fungsi penting dalam menjaga kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai masing-masing jenis vaksin pada anak.
Vaksin hepatitis B
Vaksin hepatitis B biasanya diberikan sejak lahir sebagai dosis pertama, kemudian dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan yang umumnya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Setelah itu, si Kecil dapat menerima dosis booster pada usia sekitar 18 bulan untuk membantu memperkuat kembali perlindungan tubuh terhadap virus hepatitis B.
Vaksin polio
Imunisasi polio diberikan sejak lahir dan dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Setelah rangkaian dosis imunisasi primer selesai, anak perlu mendapatkan dosis booster pada usia sekitar 18 bulan untuk memperkuat kembali kekebalan tubuh terhadap virus polio.
Vaksin DTP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis)
Vaksin ini tersedia dalam dua jenis, yaitu DTwP dan DTaP, yang diberikan melalui suntikan intramuskular.
Pemberian vaksin DTP dapat mulai diberikan pada bayi sejak usia 6 minggu. Jadwal imunisasi dasar biasanya diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan atau 2, 4, dan 6 bulan, tergantung pada jadwal imunisasi yang digunakan. Setelah rangkaian imunisasi dasar selesai, anak akan mendapatkan booster pertama pada usia 18 bulan untuk memperkuat perlindungan terhadap difteri, tetanus, dan pertusis.
Booster berikutnya diberikan pada usia 5–7 tahun dan 10–18 tahun. Dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), vaksin ini biasanya diberikan kepada murid kelas 1 SD (DT atau DTaP), kelas 2 SD (Td atau Tdap), dan kelas 5 SD (Td atau Tdap) untuk menjaga kekebalan tubuh anak tetap optimal.
Vaksin Hib (Haemophilus influenzae B)
Vaksin Hib biasanya diberikan sebagai bagian dari imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan, yang sering kali tersedia dalam bentuk vaksin kombinasi bersama DTP dan hepatitis B. Setelah rangkaian imunisasi dasar selesai, anak perlu mendapatkan dosis booster pada usia sekitar 18 bulan untuk memperkuat kembali perlindungan.
Vaksin PCV (Pneumokokus)
Pada anak, vaksin PCV biasanya diberikan sebagai imunisasi dasar pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Setelah itu, anak dianjurkan mendapatkan dosis booster pada usia 12–15 bulan untuk memperkuat perlindungan terhadap infeksi pneumokokus.
Vaksin MR / MMR
Vaksin MR (Measles & Rubella) mulai diberikan pertama kali pada usia 9 bulan sebagai bagian dari imunisasi dasar. Setelah itu, anak akan mendapatkan dosis booster pada usia sekitar 15-18 bulan untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. Selanjutnya, booster dapat diberikan kembali pada usia 5–7 tahun.
Apabila anak belum mendapatkan vaksin MR hingga usia 12 bulan, vaksin MMR (Measles, Mumps, and Rubella) dapat diberikan mulai usia 12–15 bulan, kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua pada usia 5–7 tahun. Selain itu, tersedia juga vaksin MMRV (Measles, Mumps, Rubella, Varicella) yang dapat diberikan pada usia 2 tahun atau lebih, yang juga membantu mengurangi risiko kejang demam setelah imunisasi.
Vaksin Tifoid
Vaksin tifoid umumnya mulai diberikan pada anak usia 24 bulan (2 tahun). Setelah dosis pertama, vaksin ini perlu diulang setiap 3 tahun untuk menjaga perlindungan tubuh terhadap infeksi bakteri penyebab tifoid.
Penutup
Melengkapi imunisasi dengan dosis primer hingga dosis booster merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan perlindungan anak dari berbagai penyakit menular. Dengan mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan, sistem kekebalan tubuh anak dapat tetap optimal seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
Jika Mom & Dad ingin memastikan jadwal imunisasi Si Kecil sudah lengkap atau ingin berkonsultasi mengenai vaksin booster yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Mom & Dad dapat melakukan imunisasi anak bersama dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan vaksinasi yang aman serta sesuai dengan kebutuhan si Kecil.









0 Comments