Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Panduan MPASI 12-23 Bulan: Tekstur dan Takaran Ideal agar Si Kecil Makan dengan Lahap

MPASI bayi 12 bulan

 

Pada usia 12 hingga 23 bulan, pola makan Si Kecil mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Di fase ini, kebutuhan nutrisinya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan aktivitasnya yang makin aktif. Pemberian MPASI di usia ini bukan hanya untuk mengenalkan makanan, tetapi juga menjadi tahap penting untuk membiasakan Si Kecil dengan menu keluarga. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu memahami tekstur MPASI yang tepat serta takaran porsi yang sesuai. Sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi dan Si Kecil bisa makan dengan lahap dan mandiri.

Artikel lainnya : Panduan Takaran MPASI Bayi 9–11 Bulan: Tekstur, Frekuensi & Porsi Makan yang Tepat

Tekstur MPASI untuk bayi usia 12-23 bulan 

Si Kecil yang usianya sudah beranjak 1 tahun, idealnya sudah mulai dikenalkan dengan MPASI berupa menu makanan keluarga. Artinya, si Kecil sudah bisa makan makanan yang sama seperti yang disajikan di rumah. Menu tersebut tentunya sudah disesuaikan porsi, tekstur, serta bumbu yang aman untuk si Kecil agar sesuai dengan kemampuannya.

Mom & Dad dapat mulai memberikan nasi lembek atau nasi tim, dengan lauk yang dipotong kecil-kecil, serta sayuran yang dimasak hingga lunak. Secara bertahap, tekstur bisa ditingkatkan menjadi nasi biasa dengan lauk pauk yang tidak terlalu keras. Hindari makanan yang terlalu keras, kenyal, atau berukuran besar seperti kacang utuh, atau potongan daging yang sulit dikunyah.

Selain itu, penting juga untuk memperkenalkan variasi tekstur dalam satu piring, seperti kombinasi nasi, lauk, dan sayur. Hal ini dapat membantu melatih kemampuan oral motorik sekaligus mencegah Si Kecil menjadi picky eater di kemudian hari. Tekstur MPASI yang tepat dan bertahap, membantu Si Kecil belajar makan dengan lebih mandiri, serta lebih siap untuk mengikuti pola makan keluarga secara optimal.

Frekuensi makan MPASI dalam sehari untuk bayi 12-23 bulan

Selain memperhatikan tekstur makanan, frekuensi makan Si Kecil juga tidak kalah penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan RI, frekuensi makan untuk bayi usia 12-23 bulan yaitu : 

  • 3–4 kali makan utama per hari
  • 1–2 kali makanan selingan per hari

Makanan utama sebaiknya diberikan dengan porsi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani maupun nabati, serta sayur dan buah. Sementara itu, makanan selingan bisa berupa buah segar, biskuit bayi tanpa tambahan gula, atau camilan bergizi lain yang mudah digenggam dan dikonsumsi oleh Si Kecil.

Porsi dan takaran makan MPASI untuk sekali makan pada bayi usia 12-23 bulan 

Pada bayi usia 12–23 bulan, kapasitas lambungnya memang masih kecil. Namun kebutuhan energinya terus meningkat seiring aktivitas yang semakin aktif. Oleh karena itu, porsi MPASI perlu disesuaikan agar tidak terlalu sedikit, tetapi juga tidak berlebihan, sehingga Si Kecil tetap nyaman saat makan.

Porsi MPASI untuk satu kali makan umumnya berkisar antara 3/4 hingga 1 mangkuk ukuran 250 ml. Dalam satu porsi makan, MPASI sebaiknya terdiri dari beberapa kelompok makanan dengan komposisi seimbang, yaitu:

  • Karbohidrat : sekitar 5 sendok makan nasi atau ±55 gram
  • Protein hewani: sekitar 50–60 gram, seperti ayam, ikan, atau telur
  • Sayur dan buah: sekitar 20 gram atau lebih
  • Lemak tambahan: sekitar 7,5 gram yang bisa berasal dari minyak, mentega, atau santan

Panduan komposisi di atas merupakan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia 12–23 bulan. Meskipun demikian, Mom & Dad tetap disarankan untuk memperhatikan respons Si Kecil saat makan. Tetap perhatikan tanda lapar dan kenyang, agar porsi MPASI dapat disesuaikan secara fleksibel tanpa mengurangi kualitas gizinya.

Penutup

Memahami tekstur, frekuensi, serta porsi MPASI yang tepat di usia 12–23 bulan merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil secara optimal. Di fase ini, Si Kecil tidak hanya belajar mengenal berbagai jenis makanan, tetapi juga mulai membangun kebiasaan makan yang akan terbawa hingga ia besar nanti.

Namun, setiap anak memiliki kebutuhan dan perkembangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang diberikan pun perlu disesuaikan. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang secara rutin menjadi hal yang penting, agar Mom & Dad dapat memastikan asupan nutrisi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Agar setiap tahapan pemberian MPASI berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kondisi Si Kecil, Mom & Dad dapat melengkapi upaya ini dengan konsultasi bersama dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Melalui pendampingan yang tepat, pola makan harian Si Kecil bisa lebih optimal dan mendukung tumbuh kembangnya secara menyeluruh.

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/04/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/04/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares