
Bayi yang menjadi rewel dan tidak mau menyusu setelah imunisasi merupakan kondisi yang cukup sering dialami. Hal ini tentu dapat membuat orang tua khawatir, terutama jika si Kecil yang biasanya menyusu dengan lahap tiba-tiba hanya mau menyusu sebentar atau bahkan menolak ASI maupun susu sama sekali. Namun, tidak perlu panik karena kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara dan akan membaik seiring tubuh bayi beradaptasi setelah menerima vaksin.
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat si Kecil tidak mau menyusu setelah imunisasi. Dengan memahami penyebabnya, Mom & Dad dapat memberikan penanganan yang tepat agar bayi tetap mendapatkan asupan cairan dan nutrisi yang cukup. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab bayi tidak mau menyusu setelah imunisasi beserta cara mengatasinya berikut ini.
Artikel lainnya: Mitos atau Fakta, Bayi yang Minum ASI Eksklusif Tidak Perlu Imunisasi?
Mengapa bayi tidak mau menyusu setelah imunisasi?
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat si Kecil tidak mau atau menjadi enggan menyusu setelah imunisasi. Sebagian besar kondisi ini merupakan efek samping ringan yang normal dan akan membaik dengan sendirinya. Berikut beberapa hal yang menyebabkan si Kecil tidak mau menyusu serta penjelasan lengkapnya:
1. Nyeri pada area suntikan
Setelah imunisasi, area bekas suntikan dapat terasa nyeri, bengkak ringan, atau kemerahan. Rasa tidak nyaman ini membuat si Kecil menjadi lebih rewel dan kesulitan menemukan posisi menyusu yang nyaman, terutama jika suntikan diberikan pada paha. Akibatnya, si Kecil mungkin menolak menyusu untuk sementara meskipun sebenarnya masih merasa lapar.
2. Demam ringan
Beberapa jenis vaksin dapat menimbulkan efek samping berupa demam ringan sebagai tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit. Saat mengalami demam, si Kecil biasanya menjadi lebih lemas, mengantuk, atau kehilangan nafsu menyusu. Kondisi ini umumnya akan membaik dalam waktu 24–48 jam.
3. Bayi merasa tidak nyaman atau rewel
Selain nyeri dan demam, sebagian bayi menjadi lebih sensitif setelah imunisasi. Mereka mungkin lebih sering menangis, sulit ditenangkan, atau ingin terus digendong. Ketidaknyamanan tersebut dapat membuat si Kecil lebih sulit fokus saat menyusu sehingga terlihat seperti menolak ASI atau susu formula.
4. Mengantuk setelah imunisasi
Beberapa bayi justru menjadi lebih mengantuk setelah mendapatkan imunisasi. Karena tidur lebih lama dari biasanya, frekuensi menyusu pun dapat berkurang sementara.
Jika si Kecil masih dapat dibangunkan untuk menyusu dan tetap buang air kecil seperti biasa, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Cara mengatasi bayi yang tidak mau menyusu setelah imunisasi
Apabila si Kecil tampak enggan bahkan menolak menyusu setelah imunisasi, Moms tidak perlu panik. Kondisi ini umumnya akan membaik dengan sendirinya, tetapi si Kecil tetap perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.
Untuk membantu si Kecil kembali nyaman dan mau menyusu, Moms dapat mencoba beberapa cara berikut:
Susui lebih sering dengan sabar
Jangan memaksa si Kecil untuk menyusu. Sebaliknya, tawarkan ASI atau susu formula lebih sering dalam suasana yang tenang. Beberapa bayi hanya mau menyusu dalam durasi yang lebih singkat tetapi dengan frekuensi lebih sering.
Cari posisi menyusui yang nyaman
Jika area paha terasa nyeri akibat suntikan, cobalah beberapa posisi menyusui yang tidak memberikan tekanan pada bagian tersebut, seperti posisi berbaring miring (side-lying) atau football hold. Posisi yang nyaman dapat membantu bayi menyusu tanpa merasa kesakitan.
Berikan lebih banyak pelukan
Kontak kulit dengan kulit (skin-to-skin contact) dapat membantu menenangkan bayi setelah imunisasi. Selain membuat bayi lebih rileks, cara ini juga dapat merangsang refleks menyusu sehingga bayi lebih mudah kembali menyusu.
Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi
Apabila si Kecil masih mau menyusu meskipun sedikit, terus tawarkan ASI sesering mungkin. Untuk bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, tetap utamakan ASI sebagai sumber cairan utama. Perhatikan juga jumlah popok basah setiap hari sebagai salah satu tanda bahwa kebutuhan cairannya masih tercukupi.
Ikuti anjuran dokter bila perlu memberikan obat penurun demam
Jika si Kecil mengalami demam atau tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya Mom segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat menyarankan pemberian obat penurun demam sesuai usia dan berat badan si Kecil. Hindari memberikan obat tanpa anjuran dokter dan tenaga medis.
Kapan bayi yang rewel setelah imunisasi harus dibawa ke dokter?
Sebagian besar bayi akan kembali menyusu seperti biasa dalam waktu singkat. Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila si Kecil mengalami kondisi berikut:
- Tidak mau menyusu sama sekali selama beberapa jam dan sulit dibangunkan.
- Frekuensi buang air kecil berkurang atau popok tetap kering selama berjam-jam.
- Demam tinggi atau demam yang berlangsung lebih dari dua hari sesuai petunjuk dokter.
- Menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan.
- Tampak sangat lemas, sesak napas, kejang, atau mengalami reaksi alergi seperti bengkak pada wajah dan bibir, serta ruam yang menyebar.
Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut masih merupakan efek samping imunisasi atau disebabkan oleh kondisi lain yang memerlukan penanganan.
Kesimpulan
Bayi yang tidak mau menyusu setelah imunisasi umumnya disebabkan oleh rasa nyeri pada bekas suntikan, demam ringan, mengantuk, atau ketidaknyamanan setelah vaksin. Kondisi ini biasanya akan membaik dalam waktu 24–48 jam dan bukan merupakan tanda bahwa imunisasi berbahaya.
Mom & Dad dapat membantu si Kecil dengan tetap menawarkan ASI lebih sering, memilih posisi menyusui yang nyaman, melakukan skin-to-skin contact, serta memastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi. Namun, apabila si Kecil sama sekali tidak mau menyusu, tampak sangat lemas, mengalami demam tinggi, atau muncul tanda bahaya lainnya, segera periksakan ke dokter.
Jika Mom & Dad masih memiliki pertanyaan mengenai efek samping imunisasi atau bayi mengalami kesulitan menyusu setelah vaksinasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dokter akan membantu memastikan kondisi Si Kecil sekaligus memberikan penanganan yang tepat agar proses pemulihannya berjalan optimal.









0 Comments