Mencampurkan obat ke dalam susu sering dianggap sebagai cara praktis agar si Kecil lebih mudah minum obat. Namun, obat dan susu tidak selalu boleh dicampurkan. Pada obat tertentu, kandungan dalam susu dapat mempengaruhi penyerapan obat di dalam tubuh sehingga obat yang sudah diminum tidak bekerja secara optimal. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu mengetahui aturan dan cara yang tepat memberikan obat kepada si Kecil. Dengan memahami aturan tersebut, memberikan obat kepada si Kecil tidak hanya menjadi lebih mudah, tetapi juga tetap aman dan sesuai dengan anjuran dokter atau apoteker.
Baca juga: Penyebab Anak Muntah setelah Minum Obat dan Cara Mengatasinya
Apakah minum obat bersamaan dengan susu boleh?
Mencampurkan obat ke dalam susu tidak dianjurkan, terutama jika tujuannya agar si Kecil lebih mudah minum obat. Susu dan produk olahan susu mengandung kalsium serta komponen lain yang dapat mempengaruhi penyerapan atau cara kerja pada obat tertentu. Beberapa obat juga memiliki aturan khusus mengenai makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi bersamaan atau perlu diberi jeda waktu tertentu. Oleh karena itu, sebelum mencampurkan obat ke dalam susu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker. Bila si Kecil kesulitan minum obat, dokter dapat membantu memilih alternatif campuran untuk minum obat atau mengganti bentuk obat yang lebih sesuai tanpa mengurangi dosis dan efektivitas pengobatan.
Kenapa tidak boleh minum obat campur susu?
Mencampurkan obat ke dalam susu tidak dianjurkan karena susu dapat berinteraksi dengan jenis obat tertentu dan memengaruhi cara obat diserap atau bekerja di dalam tubuh. Beberapa alasan kenapa minum sebaiknya tidak dicampur dengan susu yaitu:
Tidak semua obat dapat dikonsumsi bersama susu
Setiap obat memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Susu mengandung kalsium dan komponen lain yang pada beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan obat sehingga mempengaruhi penyerapannya. Akibatnya, jumlah obat yang diserap tubuh bisa menjadi kurang optimal.
Dosis obat yang masuk bisa tidak sesuai
Ketika obat dicampurkan ke dalam susu, si Kecil perlu menghabiskan seluruh susu untuk mendapatkan dosis obat secara lengkap. Jika susu tidak dihabiskan, sebagian obat akan tertinggal sehingga dosis yang diterima si Kecil tidak sesuai dengan yang telah diresepkan.
Ada obat yang memiliki aturan khusus terkait susu
Beberapa obat perlu diberikan dengan air putih atau diberi jeda waktu tertentu dari konsumsi susu agar penyerapannya tetap optimal. Oleh karena itu, cara pemberian obat perlu mengikuti petunjuk dokter, apoteker, atau aturan penggunaan obat.
Cara memberikan obat yang tepat untuk anak
Agar obat dapat diberikan dengan aman dan dosis yang diterima si Kecil tetap sesuai, cara pemberiannya perlu diperhatikan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua meliputi:
1. Periksa aturan penggunaan obat
Baca etiket, kemasan, atau petunjuk penggunaan yang diberikan oleh dokter. Informasi tersebut biasanya menjelaskan apakah obat dapat dikonsumsi bersama makanan atau minuman tertentu.
2. Jangan mencampurkan obat ke dalam botol susu tanpa memastikan keamanannya
Jika obat ternyata tidak boleh diberikan bersama susu, mencampurkannya justru dapat mengurangi efektivitas obat. Selain itu, bila susu tidak dihabiskan, dosis obat yang dikonsumsi menjadi tidak dapat dipastikan.
3. Tanyakan kepada dokter atau apoteker
Jika si Kecil sulit minum obat, sampaikan kondisi tersebut kepada dokter atau apoteker. Tenaga kesehatan dapat membantu menentukan cara pemberian yang sesuai, termasuk apakah obat boleh dicampur dengan makanan atau minuman tertentu.
4. Gunakan alat ukur yang sesuai
Untuk obat cair, gunakan oral syringe atau alat ukur yang tersedia pada kemasan. Hindari menggunakan sendok makan atau sendok teh rumah tangga karena ukurannya dapat berbeda dan berisiko menyebabkan dosis tidak tepat.
5. Ikuti waktu pemberian obat
Sebagian obat dapat diminum bersama makanan atau susu, sedangkan sebagian lainnya perlu diberikan sebelum atau sesudah makan. Waktu pemberian ini sebaiknya tidak diubah sembarangan.
Bagaimana jika anak sulit minum obat karena rasanya pahit?
Tidak semua anak dapat langsung menerima rasa obat, terutama jika obat memiliki rasa pahit atau aroma yang kurang disukai. Untuk membantu si Kecil minum obat, Mom & Dad dapat menggunakan oral syringe dan memberikannya secara perlahan ke bagian dalam pipi. Cara ini dapat membantu obat masuk dengan lebih mudah tanpa harus mencampurkannya ke dalam susu.
Pada obat tertentu, rasa pahit memang dapat ditutupi dengan makanan atau minuman tertentu. Namun, cara ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena setiap obat memiliki karakteristik dan aturan penggunaan yang berbeda. Beberapa obat tidak boleh dicampurkan dengan susu, jus, makanan, atau minuman tertentu karena dapat mempengaruhi penyerapan maupun efektivitas obat.
Oleh karena itu, sebelum mencampurkan obat dengan makanan atau minuman untuk menyamarkan rasanya, pastikan cara tersebut memang diperbolehkan untuk obat yang sedang diberikan. Bila si Kecil tetap sulit minum obat, jangan mengubah cara pemberian atau mencampurkan obat tanpa arahan. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan pilihan yang lebih sesuai.
Bila Mom & Dad membutuhkan panduan mengenai penggunaan obat, dosis, maupun cara pemberian obat yang tepat untuk si Kecil, konsultasikan dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dokter dapat membantu menentukan cara pemberian obat yang aman dan sesuai dengan kondisi serta jenis obat yang dibutuhkan Si Kecil.
Referensi:
The Royal Children’s Hospital Melbourne. How to give your child medicine. Kids Health Info.
Mount Sinai. Make the Medicine Go Down.
BabyCenter. How to give medicine to your child safely and effectively.









0 Comments