Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

7 Jenis Refleks pada Bayi Baru Lahir yang Normal dan Cara Mengenalinya

jenis reflek bayi baru lahir

 

Bayi yang baru lahir memiliki berbagai gerakan alami yang muncul tanpa perlu diajarkan atau diarahkan. Gerakan tersebut merupakan refleks atau respons alami tubuh si Kecil terhadap rangsangan tertentu yang membantunya beradaptasi dengan lingkungan saat baru lahir. Setiap refleks memiliki pemicu, gerakan, dan waktu kemunculan yang berbeda. Ada refleks yang terlihat sejak lahir dan berangsur menghilang seiring sistem saraf dan kemampuan motorik bayi berkembang. Oleh karena itu, mengenali jenis refleks pada bayi baru lahir yang normal dapat membantu Mom & Dad memahami respons alami Si Kecil sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Mengapa Ada Lapisan Lemak pada Bayi Baru Lahir? Ini Penyebab dan Faktanya 

Apa itu refleks pada bayi baru lahir?

Pada bayi baru lahir, beberapa refleks merupakan respons bawaan yang dikendalikan oleh sistem saraf. Seiring bertambahnya usia dan berkembangnya sistem saraf serta kemampuan motorik, beberapa refleks akan berkurang atau menghilang secara alami. Saat si Kecil baru lahir, dokter dan tenaga kesehatan akan menilai refleks melalui pemeriksaan fisik. Setiap refleks memiliki rangsangan dan respons yang berbeda. Berikut beberapa jenis refleks pada bayi baru lahir yang normal dan cara mengenalinya.

1. Refleks moro (refleks terkejut)

refleks moro

sumber gambar: senseablebrain

Refleks Moro adalah respons alami bayi ketika terkejut akibat suara keras, gerakan tiba-tiba, atau perubahan posisi tubuh secara mendadak. Saat refleks ini muncul, si Kecil biasanya akan merentangkan kedua tangan dan membuka jari-jari, kemudian menarik kembali kedua tangannya ke arah tubuh seperti gerakan ingin memeluk. Oleh karena itu, refleks Moro juga sering disebut sebagai refleks peluk. Refleks Moro umumnya sudah terlihat sejak lahir dan akan berkurang seiring perkembangan sistem saraf bayi. Refleks Moro biasanya mulai berkurang saat bayi memasuki usia sekitar 4 bulan dan semakin sulit muncul setelah usia 6 bulan seiring dengan perkembangan sistem saraf dan kemampuan motoriknya.

2. Refleks rooting (refleks mencari puting)

Refleks rooting (rooting reflex) adalah respons alami bayi ketika area pipi atau sekitar mulutnya mendapat sentuhan atau stimulasi. Saat mendapat rangsangan tersebut, si Kecil akan menoleh dan menggerakkan kepala ke arah sumber sentuhan, kemudian membuka mulut seperti sedang mencari puting untuk menyusu.  Refleks ini membantu si Kecil menemukan sumber ASI dan mendukung proses menyusu pada masa awal kehidupan. Rooting reflex sebenarnya sudah mulai berkembang sejak si Kecil masih berada di dalam kandungan, sekitar usia kehamilan 32 minggu. Setelah bayi mulai beradaptasi dan kemampuan mengontrol gerakan tubuhnya semakin berkembang, refleks ini akan berangsur berkurang dan umumnya mulai menghilang sekitar usia 3 minggu.

3. Refleks sucking (refleks menghisap)

Refleks mengisap (sucking reflex) adalah gerakan otomatis yang dilakukan bayi ketika puting susu Mom menyentuh bagian dalam mulutnya, terutama langit-langit mulut. Sentuhan tersebut akan merangsang si Kecil untuk menggerakkan lidah dan rahangnya secara berirama sehingga ia dapat mengisap ASI. Refleks ini merupakan kemampuan penting yang membantu si Kecil mendapatkan asupan nutrisi sejak lahir. Kemampuan mengisap sebenarnya sudah mulai berkembang ketika si Kecil masih berusia 14 minggu di dalam kandungan.  Mom dapat mengenali refleks ini ketika si Kecil mulai menyusu. Bayi biasanya akan melakukan hisapan secara spontan dan berulang setelah puting berada di dalam mulutnya. Kemampuan tersebut kemudian berkembang menjadi pola menyusu yang lebih teratur seiring bertambahnya usia dan kematangan sistem saraf. 

4. Refleks genggam (grasp reflex)

Refleks menggenggam (grasp reflex) merupakan respons alami bayi ketika telapak tangannya mendapat sentuhan atau tekanan. Saat telapak tangan si Kecil disentuh dengan jari, ia biasanya akan menutup jari-jarinya dan menggenggam jari tersebut secara spontan. Respons ini terjadi tanpa perlu diperintah atau diajarkan terlebih dahulu. Refleks menggenggam tidak hanya muncul ketika tangan bayi menyentuh jari Mom & Dad. Benda lain yang menyentuh telapak tangannya juga dapat memicu respons serupa sehingga bayi secara spontan mencoba menggenggam benda tersebut.  Seiring perkembangan sistem saraf dan kemampuan motoriknya, refleks ini akan berangsur berkurang dan umumnya mulai menghilang sekitar usia 5–6 bulan. Setelah itu, gerakan menggenggam semakin berkembang menjadi gerakan yang dapat dilakukan bayi secara sadar sebagai bagian dari perkembangan kemampuan motorik halus.

5. Refleks babinski

Refleks Babinski merupakan salah satu refleks normal yang dapat ditemukan pada bayi baru lahir. Pada refleks ini dapat terlihat ketika telapak kaki bayi diberi rangsangan lembut, misalnya dengan mengusap bagian telapak kaki dari tumit menuju arah jari-jari. Sebagai respons, ibu jari kaki akan bergerak ke atas, sedangkan jari-jari kaki lainnya dapat membuka atau merenggang. Respons tersebut merupakan bagian dari perkembangan sistem saraf bayi yang masih berlangsung. Oleh karena itu, refleks Babinski masih dapat ditemukan pada bayi dan anak kecil, umumnya hingga sekitar usia 1–2 tahun. Seiring sistem saraf semakin matang, respons ini akan berangsur berubah dan tidak lagi muncul seperti pada saat bayi.

6. Refleks melangkah (stepping reflex)

Refleks melangkah (stepping reflex) adalah gerakan otomatis yang dapat terlihat ketika tubuh bayi diposisikan tegak dan kedua telapak kakinya menyentuh permukaan yang datar. Saat mendapatkan rangsangan tersebut, si Kecil dapat mengangkat salah satu kakinya kemudian meletakkannya di depan kaki yang lain, sehingga tampak seperti sedang berjalan. Dokter atau tenaga kesehatan biasanya menilai refleks melangkah sebagai bagian dari pemeriksaan fisik bayi baru lahir untuk melihat respons gerak dan perkembangan sistem sarafnya. 

Refleks melangkah biasanya akan berangsur berkurang dan menghilang ketika bayi memasuki usia sekitar 2–5 bulan. Meskipun refleks ini tidak lagi terlihat, perkembangan kemampuan motorik bayi terus berlangsung. Seiring bertambahnya usia, bayi mulai mengembangkan kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan mengontrol gerakan tubuh yang nantinya mendukung proses belajar berdiri dan berjalan secara sadar. 

7. Refleks tonik leher (Asymmetric tonic neck reflex)

Refleks tonik leher (Asymmetric tonic neck reflex) merupakan respons otomatis yang dapat terlihat ketika bayi berbaring telentang dan kepalanya diputar perlahan ke salah satu sisi. Saat kepala bayi menghadap ke kanan, misalnya, lengan dan kaki di sisi kanan cenderung melurus, sedangkan lengan di sisi kiri akan menekuk. Tangan pada sisi yang lurus biasanya sedikit terbuka, sementara tangan pada sisi yang berlawanan dapat mengepal. Posisi tubuh tersebut menyerupai sikap seorang pemain anggar. Oleh karena itu, refleks tonik leher juga sering disebut refleks atau postur pemain anggar (fencing posture)

Kenali refleks bayi dan pantau perkembangannya

Mengenali 7 jenis refleks pada bayi baru lahir yang normal dapat membantu Mom & Dad memahami berbagai gerakan alami yang dilakukan si Kecil. Refleks moro, rooting, mengisap, menggenggam, babinski, melangkah, dan tonik neck merupakan beberapa refleks yang dapat ditemukan pada masa awal kehidupan si Kecil. Sebagian refleks akan berkurang atau menghilang seiring kematangan sistem saraf dan berkembangnya kemampuan motorik bayi. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang tetap penting untuk memastikan perkembangan si Kecil berjalan sesuai tahapan. Apabila Mom & Dad memiliki kekhawatiran mengenai refleks tertentu, gerakan bayi, atau perkembangan si Kecil, konsultasikan dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Pemeriksaan oleh dokter dapat membantu menilai kondisi si Kecil secara menyeluruh dan menentukan apakah respons yang terlihat sesuai dengan tahap perkembangannya.

Sumber referensi:
Inovasi Kesehatan. Macam-Macam Refleks pada Bayi Baru Lahir.
Kaltura. Newborn Reflexes.
Cleveland Clinic. Newborn Reflexes.
Kids Care Home Health. Asymmetric Tonic Neck Reflex.

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/14/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/14/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares