Campak dan rubella merupakan dua penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Keduanya sering dianggap sebagai penyakit yang sama karena sama-sama dapat menimbulkan ruam kemerahan pada kulit. Padahal, campak dan rubella memiliki beberapa perbedaan, mulai dari penyebab, gejala yang muncul, hingga risiko komplikasi yang dapat terjadi. Mengenali perbedaan campak dan rubella penting bagi Mom & Dad agar tidak keliru mengenali gejala dan dapat menentukan langkah yang tepat saat si Kecil atau anggota keluarga mengalami ruam. Lalu, apa saja perbedaan campak dan rubella dan bagaimana cara mengenali gejalanya?
Baca juga: Vaksin MMRV untuk Apa? Ini Manfaat, Dosis, dan Jadwalnya
Perbedaan campak dan rubella

contoh ruam campak yang ada di mulut, sumber NHS.UK
Campak (measles) dan rubella (campak jerman) memiliki beberapa persamaan yang membuat keduanya sering dianggap sebagai penyakit yang sama. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan demam, rasa tidak enak badan, serta ruam kemerahan pada kulit. Ruam pada kedua penyakit ini umumnya dapat muncul mulai dari area wajah atau kepala, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, meskipun memiliki beberapa gejala yang serupa, campak dan rubella tetap memiliki karakteristik, tingkat keparahan, serta risiko komplikasi yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dad untuk mengenali perbedaannya agar dapat lebih tepat dalam memahami gejala yang dialami si Kecil.
Tabel perbedaan campakdan rubella
| Perbedaan | Campak | Rubella |
| Virus penyebab | Virus campak (Paramyxoviridae, MeV) | Disebabkan oleh virus Rubella (Togaviridae, Rubivirus) |
| Kelompok usia yang sering terdampak | Lebih sering menyerang anak-anak, terutama di bawah usia 5 tahun | Dapat menyerang anak-anak hingga dewasa muda, termasuk wanita usia subur |
| Gejala awal yang khas | Demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan dapat muncul bintik Koplik (bintik putih kemerahan) | Demam ringan dan rasa tidak enak badan. Pada beberapa kasus, ruam menjadi tanda pertama |
| Ciri ruam | Bercak merah yang biasanya mulai dari wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh | Ruam merah muda yang biasanya mulai dari wajah dan menyebar ke tubuh, umumnya lebih ringan |
| Bintik Koplik | Dapat muncul di dalam mulut dan merupakan salah satu tanda khas campak | Tidak ditemukan pada rubella |
| Masa inkubasi | Sekitar 10–14 hari | Sekitar 12–23 hari, paling sering 14–21 hari |
| Penularan | Sangat mudah menular melalui udara dan percikan saluran pernapasan | Cukup mudah menular melalui percikan saluran pernapasan, terutama saat kontak dekat |
Secara umum, campak cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, sedangkan rubella biasanya menyebabkan gejala yang lebih ringan dengan ruam merah muda. Campak dan rubella dapat dicegah melalui vaksinasi yaitu vaksin MMR.
Risiko komplikasi yang perlu diwaspadai

ruam merah campak, sumber NHS.UK

ruam merah pada rubella, sumber: NHS.UK
Meski sama-sama disebabkan oleh virus, tingkat keparahan komplikasi campak dan rubella cukup berbeda. Pada campak, komplikasi dapat berupa infeksi telinga, diare berat, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis) pada kasus yang jarang namun serius. Anak dengan gizi kurang atau daya tahan tubuh lemah memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Sementara itu, rubella pada anak-anak umumnya tergolong ringan. Risiko terbesar justru muncul jika rubella menginfeksi ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital pada janin, yang berisiko menimbulkan gangguan pendengaran, kelainan jantung, gangguan penglihatan, hingga keterlambatan tumbuh kembang pada bayi yang dilahirkan.
Kapan perlu membawa si Kecil ke dokter?
Ruam pada kulit tidak selalu disebabkan oleh campak atau rubella karena berbagai infeksi dan kondisi lain juga dapat menimbulkan gejala serupa. Oleh karena itu, Mom & Dad sebaiknya tidak memastikan diagnosis hanya berdasarkan bentuk ruam. Segera periksakan si Kecil apabila mengalami gejala berikut ini:
- demam tinggi
- ruam yang menyebar
- batuk dan mata merah
- tampak sangat lemas
- sulit bernapas
- kejang, atau mengalami penurunan kesadaran.
Pemeriksaan secara langsung oleh dokter sangat penting untuk mengetahui penyebab gejala dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pentingnya pencegahan campak dan rubella melalui vaksinasi
Campak dan rubella merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui vaksinasi. Salah satunya melalui vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubella. Pemberian vaksin sesuai jadwal membantu membentuk kekebalan tubuh sehingga risiko terkena infeksi dan mengalami komplikasi dapat berkurang. Vaksinasi juga tidak hanya memberikan perlindungan bagi si Kecil, tetapi juga membantu mengurangi penyebaran virus di lingkungan sekitar. Hal ini penting terutama untuk mencegah penularan rubella pada wanita yang sedang hamil karena infeksi rubella selama kehamilan dapat berdampak pada janin. Oleh karena itu, Mom & Dad sebaiknya memastikan imunisasi si Kecil diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan. Dokter spesialis anak terpercaya di KS Women and Children Clinic siap membantu Mom & Dad mendapatkan informasi dan layanan imunisasi yang sesuai dengan kebutuhan si Kecil, termasuk vaksin MMR. Jangan menunggu hingga si Kecil mengalami gejala, lakukan pencegahan sejak dini untuk membantu menjaga kesehatan dan tumbuh kembangnya.
Sumber referensi:
Sharma S, Pokharel YR. 2025. Measles and rubella: From global health challenges to advancements in molecular diagnostics in the elimination era. Molecular Therapy – Nucleic Acids. 36(4):102698. doi:10.1016/j.omtn.2025.102698.
Gleneagles Hospitals. Differences Between Rubella and Measles. Gleneagles Hospitals.
ManipalCigna Health Insurance. Difference Between Measles and Rubella. ManipalCigna Health Insurance.








0 Comments