Protein merupakan salah satu makronutrien yang penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Nutrisi ini dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, pembentukan tulang dan otot, kesehatan kulit. Protein juga berperan untuk mendukung produksi enzim, hormon dan antibodi yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Karena memiliki peran yang sangat penting, kebutuhan protein harian anak perlu dipenuhi sesuai dengan usianya. Asupan protein yang kurang dapat menghambat proses pertumbuhan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, sedangkan konsumsi protein yang berlebihan juga tidak selalu memberikan manfaat tambahan jika tidak diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu memahami berapa kebutuhan protein harian anak di setiap tahap usianya agar asupan nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tubuh si Kecil. Simak panduan lengkapnya berikut ini.
Artikel lainnya: Panduan Isi Piringku untuk Menu Makan Sehat Balita Usia 2–5 Tahun
Kebutuhan protein harian anak sesuai usia
Setiap anak memiliki kebutuhan protein harian yang berbeda. Agar asupan protein yang diberikan tidak kurang maupun berlebihan, Mom & Dad dapat mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG). Berikut panduan jumlah protein yang dianjurkan pada setiap kelompok usia anak.
| Kategori | Kelompok Usia | Berat Badan (kg) |
Tinggi Badan (cm) |
Kebutuhan Protein (g) |
| Bayi / Anak | 0 – 5 bulan | 6 | 60 | 9 |
| 6 – 11 bulan | 9 | 72 | 15 | |
| 1 – 3 tahun | 13 | 92 | 20 | |
| 4 – 6 tahun | 19 | 113 | 25 | |
| 7 – 9 tahun | 27 | 130 | 40 | |
| Laki-laki | 10 – 12 tahun | 36 | 145 | 50 |
| 13 – 15 tahun | 50 | 163 | 70 | |
| 16 – 18 tahun | 60 | 168 | 75 | |
| Perempuan | 10 – 12 tahun | 38 | 147 | 55 |
| 13 – 15 tahun | 48 | 156 | 65 | |
| 16 – 18 tahun | 52 | 159 | 65 |
Perlu diketahui bahwa angka pada tabel di atas merupakan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk anak sehat dengan berat dan tinggi badan sesuai kelompok usianya. Angka tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam memenuhi kebutuhan protein harian si Kecil.
Meski demikian, kebutuhan protein setiap anak tidak selalu sama. Oleh karena itu, selain mengacu pada panduan di atas, Moms & Dads juga disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi. Dengan begitu, kebutuhan protein dan nutrisi si Kecil dapat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta tahap tumbuh kembangnya.
Sumber protein yang baik untuk si Kecil
Asupan protein dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari hewan (protein hewani) maupun tumbuhan (protein nabati). Keduanya memiliki manfaat yang saling melengkapi sehingga baik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian si Kecil.
Sumber protein hewani, antara lain:
- Telur
- Ikan
- Daging ayam
- Daging sapi tanpa lemak
- Susu dan produk olahannya
- Keju
- Yogurt
Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, jenis protein ini sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan, pembentukan otot, perkembangan otak, serta menjaga daya tahan tubuh si Kecil.
Protein hewani memang memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, namun manfaat protein nabati juga tidak kalah penting. Berbagai sumber protein nabati juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian si Kecil, terutama jika dikombinasikan dengan sumber protein hewani dalam menu sehari-hari.
Sumber protein nabati, antara lain:
- Tempe
- Tahu
- Kacang merah
- Kacang hijau
- Edamame
- Kacang kedelai
Agar kebutuhan protein harian si Kecil dapat terpenuhi secara optimal, Mom & Dad sebaiknya menyajikan variasi sumber protein hewani dan nabati dalam menu sehari-hari. Selain membantu memenuhi kebutuhan protein sesuai usia, pola makan yang beragam juga dapat melengkapi asupan zat gizi lain yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal.
Tips memenuhi kebutuhan protein anak
Agar kebutuhan protein si Kecil terpenuhi setiap hari, Mom & Dad dapat menerapkan beberapa tips berikut:
- Sajikan sumber protein di setiap waktu makan utama.
- Variasikan jenis lauk agar si Kecil tidak cepat bosan.
- Padukan protein hewani dan nabati.
- Tambahkan camilan bergizi seperti yogurt atau susu sesuai usia.
- Libatkan si Kecil saat memilih atau menyiapkan makanan agar lebih semangat makan.
- Hindari memaksa si Kecil agar mau makan dalam jumlah besar sekaligus.
Yang tidak kalah penting, pastikan menu makan harian si Kecil tetap mengandung karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah sehingga kebutuhan gizinya lebih seimbang.
Kesimpulan
Kebutuhan protein harian anak berbeda pada setiap tahap usia sehingga perlu disesuaikan dengan proses tumbuh kembangnya. Memenuhi asupan protein sesuai rekomendasi tidak hanya membantu mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan jaringan tubuh, tetapi juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh serta mendukung perkembangan si Kecil secara optimal.
Selain memperhatikan jumlah protein yang dibutuhkan, Mom & Dad juga perlu memilih sumber protein yang berkualitas dan menyajikannya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Untuk memastikan kebutuhan protein atau pola makan yang tepat untuk si Kecil, Mom & Dad dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak maupun ahli gizi di KS Women and Children Clinic. Melalui konsultasi, kebutuhan nutrisi anak dapat dievaluasi sesuai usia, kondisi kesehatan, dan tahap tumbuh kembangnya, sehingga rekomendasi yang diberikan lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan si Kecil.









0 Comments