Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Bolehkah MPASI Pakai Garam Sejak Awal? Simak Aturan Amannya

bolehkah mpasi pakai garam

 

Memberikan Makanan Pendamping ASI dengan olahan makanan alami tanpa tambahan garam sering kali membuat orang tua ragu. Pasalnya, makanan tanpa garam dianggap terasa hambar dan dikhawatirkan akan ditolak si Kecil. Di sisi lain, penambahan garam pada menu MPASI juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Lantas, bolehkan bolehkah mpasi pakai garam untuk menambahkan cita rasa?

Agar tidak salah langkah, penting bagi Mom & Dad untuk memahami aturan aman pemberian garam dalam MPASI. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjangnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Artikel lainnya : Tanda Bayi Siap MPASI: Ciri-Ciri Si Kecil Siap Makan di Usia 6 Bulan

Kenapa garam perlu dibatasi di awal MPASI?

Pada fase awal MPASI, salah satu tujuan utamanya adalah mengenalkan berbagai rasa dan tekstur makanan secara bertahap. Di momen inilah si Kecil mulai belajar menerima rasa alami dari setiap bahan makanan, tanpa perlu tambahan bumbu yang kuat seperti garam.

Garam memang mengandung natrium, yaitu mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi saraf. Namun, pada bayi di bawah usia 1 tahun, kondisi tubuhnya masih belum sepenuhnya matang. Terutama fungsi ginjal yang belum berkembang optimal seperti pada orang dewasa.

Ginjal si Kecil masih memiliki kemampuan terbatas dalam mengolah natrium. Jika asupan natriumnya berlebihan, ginjal harus bekerja lebih keras dari seharusnya. Dalam jangka panjang, hal ini tidak hanya berisiko memengaruhi kesehatan organ tersebut, tetapi juga dapat membentuk pola makan yang kurang sehat.

Bayi yang terbiasa dengan rasa asin sejak awal cenderung lebih menyukai makanan tinggi garam saat ia tumbuh besar. Kebiasaan ini tentu perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan berbagai masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.

Itulah sebabnya, pada fase awal MPASI, fokus utama sebaiknya bukan pada menambahkan garam, melainkan membantu si Kecil mengenali dan menikmati rasa alami dari setiap bahan makanan sebagai fondasi pola makan sehatnya.

Sebenarnya, berapa kebutuhan natrium pada bayi saat MPASI?

Pada usia MPASI, kebutuhan garam bayi sebenarnya sangat kecil, yaitu kurang dari 1 gram per hari untuk usia 6–23 bulan. Jumlah ini bahkan sudah bisa terpenuhi dari kandungan natrium alami dalam bahan makanan sehari-hari.

Beberapa bahan pangan segar seperti daging ayam, ikan, telur, hingga kacang-kacangan secara alami sudah mengandung natrium dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Artinya, tanpa tambahan garam sekalipun, asupan natrium bayi tetap tercukupi dengan baik.

Inilah yang menjadi alasan penting mengapa penambahan garam pada MPASI tidak diperlukan, terutama di tahap awal.

Kapan boleh mulai menambahkan garam ke MPASI?

Rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa bayi di bawah usia 1 tahun tidak dianjurkan mendapatkan tambahan garam dalam makanannya.

Lalu, kapan boleh mulai diberikan? Setelah si Kecil berusia 1 tahun, Mom & Dad sudah bisa mulai mengenalkan garam, tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit dan dilakukan secara bertahap. Misalnya, saat si Kecil sudah bisa makan menu makan keluarga. 

Meski sudah diperbolehkan, penggunaannya tetap perlu dibatasi. Pada anak usia 1–3 tahun, kebutuhan natrium harian sekitar 800 mg, atau kurang dari setengah sendok teh garam. Jumlah ini sudah termasuk dari kandungan alami makanan, jadi tidak perlu menambahkan terlalu banyak.

Tips membuat menu MPASI lezat tanpa tambahan garam

Selama diolah dengan cara yang tepat, makanan si Kecil tetap bisa terasa lezat dan tetap disukai. Kuncinya adalah memaksimalkan rasa alami dari setiap bahan makanan yang digunakan.

Agar MPASI tetap kaya rasa tanpa garam, beberapa cara sederhana berikut bisa Mom & Dad coba:

  • Gunakan kaldu alami. Kaldu dari ayam, sapi, atau ikan bisa memberikan rasa gurih alami (umami) yang ringan. Pastikan kaldu dibuat tanpa tambahan garam agar tetap aman untuk si Kecil.
  • Tambahkan bawang merah dan bawang putih. Kedua bahan ini dapat memperkuat aroma sekaligus memberikan rasa yang lebih “hidup” pada masakan, tanpa perlu tambahan penyedap.
  • Manfaatkan tomat segar. Tomat bisa memberikan rasa segar dan sedikit asam alami yang membantu meningkatkan selera makan si Kecil.
  • Gunakan daun aromatik. Seperti daun seledri dan daun bawang, yang dapat memperkaya rasa sekaligus aroma MPASI secara alami.
  • Kenalkan rempah ringan secara bertahap. Rempah seperti kayu manis, ketumbar, atau jintan bisa menjadi pilihan untuk variasi rasa, selama diberikan dalam jumlah kecil dan sesuai usia si Kecil.

Dengan memadukan bahan-bahan tersebut, MPASI tetap terasa nikmat tanpa perlu tambahan garam. Justru di tahap ini, Mom & Dad memiliki kesempatan penting untuk membantu si Kecil mengenal rasa asli dari makanan, sekaligus membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

Penutup

Menunda pemberian garam di awal MPASI adalah salah satu langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan ginjal si Kecil sekaligus membantu ia mengenal dan menikmati rasa alami dari setiap makanan.

Dengan memahami kebutuhan natrium yang sebenarnya sangat kecil, serta memanfaatkan bahan alami sebagai sumber rasa, Mom & Dad tidak perlu lagi ragu menyajikan MPASI tanpa garam. Justru dari sinilah kebiasaan makan sehat mulai terbentuk dan akan terbawa hingga si Kecil tumbuh besar.

Jika Mom & Dad masih memiliki pertanyaan seputar MPASI, kebutuhan nutrisi, atau ingin menyusun menu makan yang sesuai dengan usia dan kondisi si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli. Tim ahli gizi di KS Women and Children Clinic siap membantu memberikan panduan yang tepat dan personal sesuai kebutuhan buah hati.

Penulis

sribulogin

Tanggal

05/21/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

05/21/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares