Melihat Si Kecil sering menolak makanan tentu dapat membuat Mom & Dad khawatir, terutama jika hal ini terjadi berulang kali dan membuat waktu makan menjadi lebih sulit. Si Kecil mungkin menutup mulut saat disuapi, memalingkan wajah, menolak makanan tertentu, atau hanya mau menyantap menu yang disukainya. Kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan istilah Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan picky eater. Meski sekilas terlihat serupa, GTM dan picky eater sebenarnya bukan kondisi yang sama. Keduanya dapat menunjukkan pola penolakan makan yang berbeda, sehingga ciri, dan cara mengatasinya pun perlu disesuaikan. Dengan mengenali perbedaannya, Mom & Dad dapat lebih memahami perilaku makan Si Kecil dan mengetahui respons yang tepat. Lantas, apakah GTM dan picky eater sama dan apa saja ciri yang membedakan keduanya? Simak penjelasan selengkapnya berikut agar Mom & Dad dapat lebih memahami pola makan Si Kecil.
Apa itu GTM pada anak?
Gerakan Tutup Mulut (GTM) adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan perilaku anak yang menolak makan. GTM dapat muncul karena berbagai faktor. Misalnya, anak sedang tidak merasa lapar, bosan dengan menu yang diberikan, mengalami masalah kesehatan, terlalu banyak mengkonsumsi susu atau camilan, atau memiliki pengalaman makan yang kurang menyenangkan. Oleh karena itu, GTM atau menutup mulut bukan berarti si Kecil tidak menyukai makanan tertentu. Penolakan dapat terjadi terhadap makanan secara umum atau hanya pada situasi tertentu.
Baca juga: Panduan Lengkap Mengatasi Anak GTM Penyebab, Solusi, dan Tips Makan
Apa itu picky eater?
Sementara itu, picky eater adalah kondisi ketika si Kecil cenderung memilih makanan dan memiliki preferensi yang sangat spesifik. Si Kecil mungkin hanya mau makan nasi dengan lauk tertentu, menolak sayur dan buah, atau hanya bersedia mengonsumsi makanan dengan rasa, tekstur, warna, maupun bentuk yang disukai. Menurut IDAI, picky eater masih dapat dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal selama anak tetap mau makan makanan jenis tertentu. Seperti karbohidrat, protein, sayur atau buah, dan susu. Penolakan terhadap makanan baru juga dapat terjadi sebagai bagian dari fase perkembangan yang disebut neofobia makanan. Dengan kata lain, anak picky eater biasanya tetap mau makan, tetapi pilihan makanannya lebih terbatas.
Baca juga: Apa Itu Picky Eater pada Anak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
GTM vs Picky Eater, apa yang membedakannya?
Perbedaan GTM dan picky eater sederhananya dapat dilihat dari pola perilaku si Kecil saat makan. Pada GTM, masalah yang paling terlihat adalah saat si Kecil menolak proses makan. Sementara pada picky eater, si Kecil cenderung mau makan tetapi hanya makanan yang sesuai dengan selera dan preferensinya. Sebagai contoh, anak dengan GTM mungkin menolak membuka mulut meskipun makanan yang diberikan sebenarnya merupakan makanan yang biasa disukainya. Sementara anak picky eater bisa saja makan dengan lahap, tetapi hanya jika menu yang diberikan sesuai dengan pilihannya. Jadi, GTM lebih ditandai dengan perilaku menolak makan, sedangkan picky eater ditandai dengan kecenderungan anak memilih jenis makanan tertentu.
Ciri-ciri GTM pada anak
Tidak selalu berupa menutup mulut, si Kecil yang GTM juga dapat menunjukkan respons lain saat diberikan makanan. Beberapa ciri anak yang sedang GTM antara lain:
- Mengatupkan mulut rapat-rapat ketika makanan atau sendok didekatkan.
- Memalingkan kepala atau menghindari sendok saat makanan akan diberikan.
- Menolak membuka mulut meskipun makanan sudah berada di depan mulut.
- Menangis, rewel, atau menunjukkan tanda tidak nyaman ketika waktu makan dimulai.
- Mendorong tangan orang tua atau menjauhkan makanan yang ditawarkan.
- Menyemburkan atau melepehkan makanan setelah makanan masuk ke dalam mulut.
- Menolak makan secara berulang kali, bahkan ketika jadwal makan sudah tiba.
- Hanya mau makan dalam situasi tertentu, misalnya harus sambil bermain, menonton, atau dengan cara tertentu agar bersedia makan.
Perlu dipahami bahwa satu atau dua perilaku di atas tidak selalu berarti anak mengalami GTM. Si Kecil dapat sesekali menolak makan karena sedang kenyang, lelah, tidak enak badan, atau kurang tertarik dengan makanan yang diberikan.
Ciri-ciri picky eater pada anak
Berbeda dengan GTM yang lebih terlihat sebagai perilaku menolak makan, anak picky eater umumnya tetap memiliki keinginan untuk makan, tetapi cenderung memilih-milih makanan yang bersedia dikonsumsinya. Beberapa ciri picky eater yang dapat diperhatikan antara lain:
- Hanya mau beberapa jenis makanan.
- Menolak makanan baru.
- Tidak mau mencoba makanan dengan tekstur atau bentuk berbeda.
- Memiliki merek atau menu makanan favorit tertentu.
- Menolak kelompok makanan tertentu, misalnya sayur atau buah.
- Bersedia makan jika makanan disajikan sesuai dengan kebiasaannya.
Meski memilih makanan, anak picky eater masih dapat memperoleh asupan yang cukup apabila variasi makanan yang diterimanya tetap mencakup menu makan dengan gizi seimbang.
Kapan perlu membawa si Kecil ke dokter?
Tidak semua anak yang mengalami GTM atau picky eater membutuhkan penanganan khusus. Namun, Mom & Dad perlu memberikan perhatian lebih apabila perilaku sulit makan berlangsung terus-menerus dan mulai mempengaruhi asupan nutrisi maupun tumbuh kembang Si Kecil.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- menolak banyak jenis makanan dalam waktu lama
- pilihan makanan semakin terbatas
- berat badan sulit bertambah atau justru menurun
- sering tersedak atau muntah saat makan
- mengalami kesulitan mengunyah atau menelan.
Jangan menunggu sampai masalah gangguan makan pada si Kecil semakin berat. Jika Mom & Dad merasa khawatir dengan pola makan Si Kecil atau masih bingung membedakan GTM dan picky eater, konsultasikan dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dengan evaluasi yang tepat, Mom & Dad dapat mengetahui kondisi Si Kecil dan mendapatkan saran penanganan yang sesuai.









0 Comments