Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Kenali Ciri Kekurangan Vitamin D pada Anak serta Dampak yang Perlu Diwaspadai

kekurangan vitamin D pada anak
dr. Arifi, Sp.A
Ditinjau oleh
dr. Arifi, Sp.A

 

Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang dan menjaga kesehatan gigi si Kecil. Asupan vitamin D perlu dicukupi agar proses penyerapan kalsium dalam tubuh berjalan optimal. Sayangnya, kekurangan vitamin D pada anak masih cukup sering terjadi. Terutama pada anak yang jarang terpapar sinar matahari atau memiliki pola makan yang kurang seimbang. Padahal, jika dibiarkan, kekurangan vitamin D dapat berdampak pada kekuatan tulang, daya tahan tubuh, hingga perkembangan fisik si Kecil.  Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dad untuk mengenali berbagai ciri kekurangan vitamin D sejak dini, sekaligus memahami dampak dan risikonya. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi si Kecil dapat terpenuhi secara optimal dan tumbuh kembangnya tetap berjalan sesuai dengan tahap usianya.

Artikel lainnya : Perbedaan Vitamin D2 dan D3 serta Manfaatnya bagi Anak 

Ciri kekurangan vitamin D pada anak

Anak yang kekurangan vitamin D biasanya akan mulai menunjukkan perubahan pada pertumbuhan fisik maupun aktivitas hariannya. Namun, tanda-tandanya sering kali tampak ringan di awal. Beberapa tanda dan gejala yang dapat menjadi indikasi kekurangan vitamin D pada anak antara lain:

  • Keterlambatan perkembangan motorik, seperti mulai berjalan lebih lambat dibandingkan anak seusianya
  • Anak terlihat kurang aktif, lebih sering duduk, atau enggan bergerak
  • Pertumbuhan tulang yang tidak optimal
  • Perubahan bentuk tulang, misalnya kaki tampak bengkok 

Karena gejalanya muncul secara bertahap dan tidak selalu terlihat jelas, penting bagi Mom & Dad untuk lebih peka terhadap perubahan pada tumbuh kembang si Kecil. Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya Mom & Dad segera berkonsultasi dengan dokter agar kondisi si Kecil dapat diperiksa lebih lanjut. 

Dampak kekurangan vitamin D yang perlu diwaspadai

Kekurangan vitamin D yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh. Dampaknya pun tidak hanya terlihat dalam jangka pendek, tetapi juga bisa berlanjut di masa mendatang.  Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dad untuk memahami berbagai risiko yang mungkin akan terjadi pada anak yang kekurangan vitamin D. Sehingga penanganannya dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut beberapa dampak kekurangan vitamin D pada anak yang perlu diwaspadai:

1. Rakhitis 

rakhitis pada anak

kondisi rakhitis pada anak – sumber emedicine.medscape

Rakhitis merupakan kondisi ketika tulang anak menjadi lunak dan lemah akibat kekurangan vitamin D, sehingga proses pembentukan kepadatan tulang tidak berlangsung secara optimal. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang, seperti kaki tampak bengkok, serta pertumbuhan yang terhambat. Pada beberapa kasus, si Kecil juga bisa merasakan nyeri pada tulang atau otot yang membuatnya kurang aktif dalam beraktivitas sehari-hari. Jika tidak ditangani dengan baik, rakhitis dapat berdampak jangka panjang pada postur dan kekuatan tulang anak.

2. Gangguan fungsi otot dan saraf akibat kekurangan kalsium

Kekurangan vitamin D dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Akibatnya, kadar kalsium menjadi rendah dan dapat memengaruhi fungsi otot serta saraf. Pada anak, kondisi ini bisa menimbulkan kram otot, nyeri pada tulang atau otot, hingga membuat si Kecil terlihat kurang aktif. Pada kasus yang lebih serius, terutama pada bayi, kekurangan kalsium juga dapat memicu kejang (konvulsi).

3. Masalah pada kesehatan gigi si Kecil 

Vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor, dua mineral utama yang dibutuhkan dalam proses pembentukan gigi. Ketika asupan vitamin D tidak mencukupi, proses mineralisasi gigi dapat terganggu, sehingga struktur gigi menjadi kurang kuat. Akibatnya, si Kecil lebih berisiko mengalami berbagai masalah gigi, seperti gigi yang mudah rapuh, lebih rentan terhadap karies (gigi berlubang), hingga pertumbuhan gigi yang terlambat. Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin D juga dapat memengaruhi kualitas lapisan enamel (email gigi), sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan mudah rusak.

4. Risiko gangguan kesehatan jangka panjang

Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang tidak hanya berdampak pada masa tumbuh kembang, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan anak hingga dewasa. Hal ini karena vitamin D berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem imun, mendukung proses metabolisme, serta membantu mengendalikan peradangan dalam tubuh (anti inflamasi).

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah sejak usia dini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, seperti resistensi insulin. Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga si Kecil lebih rentan mengalami infeksi berulang, terutama infeksi saluran pernapasan. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko masalah kesehatan lain pun dapat meningkat, termasuk gangguan autoimun serta penurunan kesehatan tulang saat memasuki usia dewasa. 

Penutup

Memahami ciri dan dampak kekurangan vitamin D pada anak menjadi langkah penting untuk menjaga tumbuh kembang si Kecil tetap optimal. Meski sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan tulang, gigi, hingga daya tahan tubuh anak dalam jangka panjang.

Selain memastikan asupan nutrisi dari makanan dan paparan sinar matahari yang cukup, pemberian suplemen vitamin D juga bisa menjadi pertimbangan, terutama jika kebutuhan harian si Kecil belum terpenuhi secara optimal. Tentunya, pemberian suplemen sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter agar tepat dosis dan manfaatnya.

Untuk membantu memantau tumbuh kembang si Kecil secara lebih terarah, Mom & Dad dapat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Melalui pemeriksaan ini, kebutuhan nutrisi si Kecil dapat dievaluasi dengan lebih tepat, sekaligus mendapatkan rekomendasi suplemen yang sesuai dari pilihan yang lengkap dan berkualitas.

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/04/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

06/04/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares