Fibroid rahim merupakan istilah lain dari miom, yaitu tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot dan jaringan ikat di dalam atau sekitar dinding rahim. Kondisi ini cukup umum ditemukan pada wanita, terutama selama usia reproduktif. Mendengar istilah tumor pada rahim mungkin membuat Moms merasa khawatir. Namun, fibroid rahim pada umumnya bersifat jinak dan bukan kanker. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini selalu dapat diabaikan. Pada sebagian wanita, fibroid dapat menimbulkan keluhan seperti menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama, nyeri panggul, rasa penuh pada perut, hingga gangguan pada kesuburan dan kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk mengenali fibroid rahim sejak dini, memahami faktor yang dapat meningkatkan risikonya, serta mengetahui kapan kondisi ini membutuhkan penanganan medis.
Baca juga: Panduan Diet untuk PCOS: Makanan yang Dianjurkan dan Harus Dihindari
Apa itu fibroid rahim?

fibroid rahim sumber, gleneagles.com.sg
Fibroid rahim adalah pertumbuhan jaringan jinak yang berasal dari otot atau jaringan ikat rahim. Pertumbuhan ini dapat muncul di berbagai bagian rahim, baik di dalam dinding rahim maupun menonjol ke arah rongga atau permukaan luar rahim. Ukurannya juga beragam, mulai dari beberapa milimeter hingga berukuran cukup besar, dan seorang wanita dapat memiliki satu atau beberapa fibroid sekaligus.
Fibroid rahim bukanlah kanker dan umumnya tumbuh secara perlahan. Namun, lokasi, ukuran, serta jumlah fibroid dapat memengaruhi gejala yang muncul. Sebagian wanita tidak merasakan keluhan apa pun, sedangkan sebagian lainnya dapat mengalami menstruasi lebih banyak atau lebih lama, nyeri panggul, rasa tertekan di perut, hingga lebih sering buang air kecil. Keberadaan fibroid tidak selalu berarti menimbulkan gejala yang dapat terlihat dan dirasakan. Banyak kasus ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi rahim atau mengevaluasi keluhan lain.
Gejala fibroid rahim
Gejala fibroid rahim dapat berbeda pada setiap wanita, tergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi fibroid di dalam atau sekitar rahim. Fibroid yang berukuran kecil bahkan dapat tidak menimbulkan keluhan apa pun. Namun, ketika fibroid mulai menekan organ di sekitarnya atau memengaruhi rahim, beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
- Rasa tertekan atau tidak nyaman di perut bagian bawah dan panggul, terutama ketika ukuran fibroid cukup besar.
- Nyeri perut atau panggul yang menetap, baik yang muncul sesekali maupun berlangsung dalam waktu lama.
- Nyeri punggung bagian bawah akibat fibroid yang menekan jaringan, otot, atau saraf di sekitarnya.
- Sembelit atau sulit buang air besar karena fibroid dapat menekan rektum dan menimbulkan rasa penuh di area panggul.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual yang dapat dipengaruhi oleh lokasi dan ukuran fibroid.
- Menstruasi lebih banyak atau berlangsung lebih lama, bahkan dapat disertai keluarnya gumpalan darah.
- Lebih sering buang air kecil atau sulit mengosongkan kandung kemih akibat fibroid menekan kandung kemih.
Gejala fibroid rahim dapat muncul secara perlahan dan tingkat keluhannya bisa berbeda pada setiap wanita. Beberapa wanita mungkin hanya mengalami menstruasi yang lebih banyak, sementara yang lain dapat merasakan nyeri panggul, tekanan pada perut, atau gangguan buang air kecil dan besar.
Keluhan yang muncul juga dapat semakin terasa ketika fibroid bertambah besar atau menekan organ di sekitarnya. Oleh karena itu, gejala yang menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya diperiksakan untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan fibroid rahim atau kondisi lain.
Fibroid rahim apakah berbahaya?
Pada umumnya kasus fibroid tidak menimbulkan gejala sehingga tidak selalu membutuhkan pengobatan. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap wanita. Fibroid yang berukuran besar atau berada di lokasi tertentu dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berat, nyeri, tekanan pada organ di sekitar rahim, hingga gangguan kesuburan. Pengaruh terhadap kesuburan juga tidak selalu terjadi dan sangat bergantung pada ukuran serta lokasi fibroid. Oleh karena itu, penanganan fibroid tidak hanya ditentukan dari ukurannya, tetapi juga berdasarkan gejala, lokasi, jumlah fibroid, usia, serta rencana kehamilan Moms. Pemeriksaan dokter dan USG dapat membantu mengetahui kondisi fibroid secara lebih jelas.
Apakah fibroid bisa hilang sendiri?
Fibroid rahim umumnya tidak hilang begitu saja tanpa perubahan hormonal atau penanganan tertentu. Namun, pada sebagian wanita, fibroid dapat mengecil setelah memasuki menopause karena kadar hormon estrogen menurun. Gejala yang ditimbulkan pun sering kali ikut berkurang. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemantauan secara berkala apabila fibroid tidak menimbulkan keluhan atau gejalanya masih ringan. Artinya, tidak semua fibroid harus langsung dioperasi atau mendapatkan pengobatan.
Apabila fibroid menimbulkan keluhan, dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengurangi perdarahan atau nyeri. Beberapa jenis obat juga dapat digunakan untuk membantu mengecilkan fibroid dalam kondisi tertentu. Bila gejala cukup berat, fibroid berukuran besar, atau tidak membaik dengan pengobatan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan seperti pengangkatan fibroid atau prosedur lainnya sesuai kondisi Moms. Oleh karena itu, Moms tidak perlu langsung panik ketika mendapatkan diagnosis fibroid rahim. Yang terpenting adalah mengetahui ukuran dan lokasi fibroid serta memantau apakah kondisi tersebut menimbulkan gejala.
Kapan perlu segera ke dokter?
Sebagian gejala fibroid dapat terasa ringan, tetapi keluhan tertentu perlu segera diperiksa, terutama jika muncul secara tiba-tiba, berlangsung terus-menerus, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera cari pertolongan medis apabila Moms mengalami:
- Perdarahan dari vagina yang sangat banyak atau sulit berhenti.
- Nyeri panggul yang tiba-tiba dan terasa menusuk.
- Nyeri panggul yang berlangsung terus-menerus atau semakin berat.
- Menstruasi berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai nyeri hebat.
- Perdarahan atau muncul bercak darah di luar masa menstruasi.
- Sulit buang air kecil atau tidak dapat mengosongkan kandung kemih.
- Jumlah sel darah merah rendah atau anemia, terutama yang disertai mudah lelah, lemas, atau pusing.
Apabila Moms mengalami gejala tersebut atau memiliki keluhan yang mengarah pada fibroid rahim, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasikan kondisi Moms dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mengetahui penyebab keluhan, mengevaluasi kondisi fibroid, serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Moms.
Sumber Referensi
Gleneagles Hospital. Uterine Fibroid: Symptoms & Causes.
Mayo Clinic. Uterine Fibroids: Symptoms and Causes.
Uterine Fibroids — Causes, Impact, Treatment, and Lens to the African Perspective. PMC.
Healthdirect Australia. Uterine Fibroids.









0 Comments