Mengalami flek atau perdarahan di luar jadwal menstruasi tentu dapat membuat Mom khawatir, apalagi jika selama ini siklus haid selalu teratur. Kondisi ini tidak selalu menandakan masalah yang serius, tetapi juga tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi berulang atau disertai keluhan lain. Agar Mom lebih memahami penyebab perdarahan di luar siklus haid dan mengetahui kapan kondisi ini perlu mendapatkan penanganan medis, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Artikel lainnya: Tanda Keguguran Tanpa Perdarahan yang Perlu Diwaspadai
Penyebab perdarahan di luar siklus haid
Perdarahan atau flek yang muncul di luar siklus haid dikenal dengan istilah metroragia. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pada sebagian wanita, kondisi ini mungkin tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika perdarahan terjadi berulang, berlangsung cukup banyak, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi maupun masalah kesehatan tertentu.
Agar Mom tidak panik sekaligus lebih waspada, berikut beberapa penyebab perdarahan di luar siklus haid yang perlu diketahui.
1. Gangguan hormon
Ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya perdarahan di luar siklus haid. Hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi. Ketika keseimbangan kedua hormon tersebut terganggu, jadwal menstruasi dapat berubah menjadi tidak teratur dan memicu perdarahan.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan hormon dan mempengaruhi siklus haid meliputi:
- Anovulasi atau tidak terjadinya pelepasan sel telur.
- Gangguan pada kelenjar tiroid.
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Stres yang berkepanjangan.
2. Kelainan jinak pada rahim
Selain faktor hormonal, pertumbuhan jaringan yang bersifat jinak pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan perdarahan abnormal. Kondisi ini dapat mengganggu lapisan rahim atau memicu perdarahan di luar siklus menstruasi. Beberapa kelainan pada rahim yang sering ditemukan antara lain:
- Polip rahim yaitu pertumbuhan jaringan jinak yang berkembang pada lapisan dalam dinding rahim
- Miom atau fibroid yaitu tumor jinak yang tumbuh pada jaringan otot dinding rahim
- Adenomiosis merupakan kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh ke dalam lapisan otot rahim (miometrium
- Endometriosis kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.
3. Kanker atau perubahan pra-kanker
Meski lebih jarang terjadi, perdarahan di luar siklus haid juga dapat menjadi gejala awal dari perubahan sel yang bersifat pra-kanker maupun kanker pada organ reproduksi. Risiko ini umumnya lebih tinggi pada wanita yang telah memasuki masa menopause atau memiliki faktor risiko tertentu.
Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan perdarahan di luar siklus haid meliputi:
- Kanker rahim
- Kanker serviks
- Hiperplasia endometrium (kondisi ketika lapisan dinding rahim menebal akibat pertumbuhan sel yang berlebihan).
- Kanker ovarium
- Kanker vagina
Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan karena memengaruhi jaringan pada organ reproduksi. Meskipun tidak semua kasus perdarahan di luar siklus haid berkaitan dengan kanker, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
4. Infeksi pada organ reproduksi
Infeksi yang menyerang organ reproduksi juga dapat menyebabkan perdarahan di luar jadwal menstruasi, terutama jika disertai keputihan yang tidak normal, nyeri panggul, atau nyeri saat berhubungan seksual.
Beberapa infeksi yang dapat menjadi penyebab perdarahan di luar siklus haid antara lain:
- Klamidia: Infeksi menular seksual akibat bakteri Chlamydia trachomatis yang sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan perdarahan di luar siklus haid, terutama setelah berhubungan seksual
- Gonore: Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
- Trikomoniasis: Infeksi yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Kondisi ini dapat menyebabkan keputihan berbau, gatal pada area vagina, serta perdarahan ringan di luar siklus haid.
- Servisitis: Peradangan pada leher rahim (serviks) yang umumnya disebabkan oleh infeksi.
- Penyakit radang panggul (PID): Infeksi pada organ reproduksi bagian atas, seperti rahim, saluran tuba, dan ovarium. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri panggul, demam, serta perdarahan di luar siklus haid.
- Endometritis: Peradangan pada lapisan dalam rahim (endometrium), biasanya akibat infeksi bakteri. Selain perdarahan yang tidak normal, kondisi ini juga dapat disertai nyeri perut bawah dan demam.
- Vaginitis: Peradangan pada vagina yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Selain menyebabkan keputihan dan rasa gatal, vaginitis terkadang juga dapat memicu flek atau perdarahan ringan.
Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan reproduksi lainnya, infeksi pada organ reproduksi tidak dapat dipastikan hanya dari munculnya perdarahan. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk menentukan penyebab sekaligus memberikan pengobatan yang sesuai.
5. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit di luar sistem reproduksi juga dapat memengaruhi proses pembekuan darah maupun keseimbangan hormon sehingga memicu perdarahan abnormal.
Beberapa kondisi yang dapat berperan meliputi:
- Gangguan pembekuan darah
- Penyakit hati
- Penyakit ginjal
- Cedera pada rahim
Selain kondisi di atas, pada wanita usia reproduksi, perdarahan di luar siklus haid juga dapat berkaitan dengan kehamilan, termasuk keguguran maupun kehamilan ektopik.
Oleh karena itu, apabila mengalami perdarahan saat hamil, sebaiknya Mom segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
6. Efek samping obat atau alat kontrasepsi
Penggunaan obat-obatan tertentu maupun alat kontrasepsi juga dapat menyebabkan perdarahan di luar siklus haid sebagai efek samping, terutama pada beberapa bulan pertama penggunaan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Obat pengencer darah
- Terapi penggantian hormon (HRT)
- Tamoxifen (obat kanker payudara)
- KB IUD
Kapan perdarahan di luar siklus haid perlu diwaspadai?
Tidak semua perdarahan di luar jadwal menstruasi merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, segera konsultasikan ke dokter apabila Mom mengalami perdarahan di luar siklus haid yang disertai dengan gejala:
- Perdarahan terjadi berulang
- Perdarahan berlangsung dalam jumlah yang banyak
- Keputihan berbau
- Perdarahan disertai nyeri hebat dan demam
- Perdarahan muncul setelah menopause
Selain itu, perdarahan yang terjadi selama kehamilan juga tidak boleh diabaikan. Meskipun penyebabnya bisa saja ringan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya komplikasi yang memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.
Kesimpulan
Perdarahan di luar siklus haid tidak selalu menjadi tanda kondisi yang berbahaya, tetapi juga tidak boleh dianggap sepele. Apabila Mom mengalami perdarahan di luar siklus haid atau memiliki keluhan terkait kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat membantu menemukan penyebab perdarahan sekaligus memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Mom.









0 Comments