
Luka pada perineum cukup sering terjadi setelah persalinan normal, baik karena robekan spontan maupun karena episiotomi. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, rasa perih, bengkak, atau tidak nyaman saat duduk, berjalan, buang air kecil, dan beraktivitas. Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar luka perineum akan membaik dengan baik dan risiko infeksi dapat ditekan.
Artikel lainnya : Apa Itu Pijat Perineum? Ini Manfaat, Cara dan Waktu Terbaik untuk Mommils
Apa itu luka jahitan perineum?

Perineum adalah area antara vagina dan anus. Saat persalinan normal, jaringan ini meregang untuk membantu bayi lahir. Pada sebagian Mom, area ini dapat mengalami robekan. Jenis robekan perineum dibagi menurut derajat keparahannya, yaitu :
- Robekan Tingkat 1 hanya mengenai kulit dan sering kali tidak memerlukan jahitan
- Robekan Tingkat 2 mengenai kulit dan otot perineum dan umumnya memerlukan jahitan
- Luka robekan tingkat 3 meluas ke sfingter ani, sedangkan robekan derajat 4 meluas hingga mukosa anus atau rektum. Tingkat robekan derajat 3 dan 4 termasuk obstetric anal sphincter injury (OASI) dan memerlukan penanganan yang lebih khusus.
Selain robekan spontan, dokter atau bidan kadang melakukan episiotomi, yaitu sayatan pada perineum untuk membantu persalinan pada kondisi tertentu. Episiotomi bukan tindakan rutin dan umumnya dilakukan hanya bila ada indikasi medis, misalnya bila bayi perlu segera dilahirkan atau dibutuhkan ruang tambahan saat persalinan.
Berapa lama luka jahitan perineum sembuh total?
Pada robekan derajat 1–2 atau episiotomi, bagian kulit biasanya membaik dalam beberapa minggu, dan rasa nyeri atau perih umumnya berangsur berkurang dalam 1–2 minggu pertama. Namun, rasa tidak nyaman saat duduk atau berjalan masih dapat dirasakan lebih lama pada sebagian Mom. Pada robekan derajat 3–4, pemulihan biasanya membutuhkan waktu lebih panjang dan kontrol lanjutan sangat penting. Jahitan umumnya akan larut sendiri seiring proses penyembuhan.
Bagaimana rasanya proses penyembuhan luka perineum?
Selama beberapa hari pertama, Mom dapat merasakan nyeri, memar, bengkak, rasa tertarik pada area jahitan, atau perih saat buang air kecil. Keluhan ini umumnya masih termasuk proses penyembuhan normal. Pada sebagian kasus, jahitan dapat terasa agak mengganggu saat mulai larut. Pendarahan nifas atau lochea juga tetap dapat terjadi selama masa pemulihan, sehingga kebersihan area perineum perlu dijaga dengan baik.
Tips merawat luka bekas jahitan perineum
Perawatan yang baik bertujuan mengurangi nyeri, menjaga area jahitan tetap bersih, dan menurunkan risiko infeksi. Berikut langkah yang dianjurkan:
1. Jaga kebersihan area perineum
Cuci area perineum dengan air saja pada fase awal penyembuhan. Mandi atau shower setiap hari diperbolehkan, lalu keringkan area dengan lembut. Hindari menggosok area luka.
2. Ganti pembalut secara teratur
Pembalut nifas perlu diganti rutin, dan tangan harus dicuci sebelum serta sesudah ke toilet atau mengganti pembalut. Ini membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri pada luka.
3. Gunakan kompres dingin bila nyeri dan bengkak
Kompres dingin atau ice pack yang dibungkus kain dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak, terutama dalam 24–72 jam pertama setelah persalinan. Jangan menempelkan es langsung ke kulit karena dapat merusak jaringan.
4. Bantu mengurangi perih saat buang air kecil
Bila terasa perih saat BAK, menuangkan air hangat suam-suam kuku atau air dengan suhu tubuh ke area perineum saat berkemih dapat membantu mengurangi rasa menyengat. Minum cukup air juga dapat membuat urine lebih encer sehingga tidak terlalu perih.
5. Cegah konstipasi dan hindari mengejan
Minum cukup air, konsumsi makanan tinggi serat, dan jangan menunda BAB. Saat BAB, usahakan tidak mengejan terlalu kuat. Posisi kaki ditopang bangku kecil sehingga lutut sedikit lebih tinggi dari panggul dapat membantu BAB lebih mudah. Pada beberapa kondisi, tenaga kesehatan dapat menyarankan laksatif.
6. Mulai latihan dasar panggul bila sudah mampu
Latihan otot dasar panggul setelah persalinan dapat membantu memperkuat jaringan sekitar vagina dan anus serta mendukung proses pemulihan. Mulailah secara bertahap sesuai kenyamanan.
7. Gunakan obat nyeri bila diperlukan sesuai anjuran tenaga medis
Paracetamol umumnya dapat digunakan untuk membantu nyeri. Ibuprofen juga sering menjadi pilihan dan secara umum dinilai aman saat menyusui, tetapi tetap perlu memperhatikan kondisi medis masing-masing dan anjuran dokter.
Apa yang tidak boleh dilakukan dengan jahitan perineum?
Merawat jahitan perineum dengan hati-hati sangat penting agar proses penyembuhan berjalan lancar. Mom perlu mengetahui beberapa hal yang sebaiknya dihindari selama masa pemulihan.
- JMenggosok luka terlalu keras saat membersihkan atau mengeringkan area perineum.
- Menggunakan sabun berpewangi, shower gel, krim, minyak, bedak, atau produk lain langsung pada luka tanpa anjuran dokter.
- Menempelkan es langsung ke kulit.
- Mengejan saat BAB atau membiarkan konstipasi berlarut-larut.
- Menggunakan tampon sebelum luka benar-benar pulih dan sebelum kontrol nifas, karena dapat meningkatkan risiko infeksi.
Dengan menghindari hal-hal tersebut, Mom dapat mempercepat penyembuhan, mencegah infeksi, dan menjaga kenyamanan selama masa pemulihan.
Kapan harus segera kontrol ke dokter?
Segera periksa ke dokter atau bidan bila Mom mengalami:
- nyeri yang semakin berat
- luka terasa makin terbuka
- keluar cairan bernanah atau berbau tidak sedap
- perdarahan baru dari luka
- demam atau merasa tidak enak badan
- sulit menahan BAB atau buang angin terutama bila sebelumnya mengalami robekan derajat 3–4.
Pada luka yang tampak terbuka kembali atau dicurigai terinfeksi, tenaga kesehatan perlu memeriksa area jahitan untuk menilai apakah ada infeksi, dehisensi luka, atau jaringan granulasi. Tidak semua luka yang terbuka akan langsung dijahit ulang; penanganannya tergantung ada tidaknya infeksi dan kondisi jaringan.
Penutup
Perawatan luka jahitan perineum setelah persalinan normal perlu difokuskan pada kebersihan, menjaga area tetap kering, mengontrol nyeri, dan mencegah konstipasi. Sebagian besar luka akan membaik dengan baik, tetapi Mom tetap perlu waspada terhadap tanda infeksi atau luka yang tidak membaik. Jangan ragu untuk kontrol ke dokter Obgyn atau bidan bila ada keluhan selama masa nifas.
Di KS Women and Children Clinic, Mom juga dapat memanfaatkan layanan Persalinan Normal Pro Normal, yang memberikan pendampingan lengkap mulai dari pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, hingga perawatan pasca persalinan dengan tenaga medis profesional dan fasilitas modern untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan Mom serta bayi.
referensi :
1. Cunningham FG, Leveno KJ, Dashe JS, Hoffman BL, Spong CY, Casey BM, editors. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw Hill; 2022.
2. American College of Obstetricians and Gynecologists. Prevention and Management of Obstetric Lacerations at Vaginal Delivery. Washington, DC: ACOG; 2021.
3. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Perineal wound breakdown. London: RCOG.
4. American College of Obstetricians and Gynecologists. Postpartum Pain Management. Washington, DC: ACOG.
5. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. First- and second-degree tears. London: RCOG.
6. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Third- and Fourth-degree Perineal Tears, Management (Green-top Guideline No. 29). London: RCOG; 2020.









0 Comments