Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Ada 4 Macam Posisi Janin yang Perlu Mom Ketahui

posisi janin

Bisa saja Mom merasakan posisi bayi dalam perut yang berubah-ubah saat menjelang persalinan. Lalu posisi janin yang ideal ialah saat kepala janin menunduk menghadap ke belakang dengan dagu terselip antara dada dan belakang kepala yang berarti siap masuk panggul. 

Posisi tersebut biasanya berada di usia kehamilan 32 minggu dan 36 minggu. Namun ada beberapa posisi bayi dalam perut lain yang bisa Mom ketahui, ada posisi anterior, posterior, melintang, dan posisi sungsang. 

Kita akan membahas 4 posisi janin tersebut satu persatu dan Mom harus tandai jangan sampai janinnya berada dalam posisi yang bisa dikatakan berbahaya tersebut ya Mom. 

Macam-Macam Posisi Janin dalam Kandungan

Posisi bayi dalam perut ternyata ada banyak Mom. Mungkin Mom hanya tahu posisi sungsang. Namun ternyata, masih ada 3 posisi lain yang bisa menjadi tanda bahaya bagi janin bila posisi bayi dalam perut tersebut tak kunjung berubah. Mari kita bahas satu persatu. 

1. Posisi sungsang

Posisi janin sungsang mengacu pada posisi yang di mana bokongnya atau kaki janin berada di bagian bawah rahim Mom yang membuat kepala janin berada di atas. Ternyata posisi ini tidak baik saat menjelang persalinan Mom. Posisi janin sungsang ini juga memiliki beberapa posisi yang wajib Mom ketahui loh. 

  1. Sungsang penuh (Frank Breech): Paha janin ditekuk ke depan di pinggang dan kaki menjulur ke atas, menjauhi kepala.
  2. Sungsang telentang (Complete Breech): Paha janin ditekuk di pinggang, kaki diangkat ke arah kepala, dan lutut ditekuk.
  3. Sungsang kaki-lutut (Footling Breech): Salah satu atau kedua kaki janin berada di bawah dengan pinggul lebih tinggi.

Posisi sungsang ini perlu diwaspadai ya Mom, terutama di usia kehamilan 8 bulan. Karena di usia kehamilan tersebut janin sudah tidak punya banyak ruang untuk memutar posisinya, sehingga memungkinkan posisi bayi sungsang ini hingga menjelang persalinan.

Dan perlu Mom ketahui, persalinan bayi sungsang secara normal berisiko, sehingga dokter menganjurkan untuk melakukannya dengan operasi caesar.

2. Posisi anterior

Posisi anterior biasanya menjadi posisi bayi dalam perut yang diharapkan oleh para Mommil untuk melakukan persalinan normal. Karena dalam posisi ini, kepala janin berada di bawah panggul Mom dan mendekati jalan lahir dan bokong janin berada di atas. Posisi bayi dalam perut berikut akan bertahan selama 33 sampai 36 minggu hingga siap lahir. 

Untuk posisi janin anterior ini, memiliki 2 jenis Mom, yaitu posisi bayi dalam perut di kiri (left occiput anterior) dan posisi bayi dalam perut di kanan (right occiput anterior). Posisi bayi dalam perut paling umum dalam persalinan ialah posisi anterior di kiri. Dimana kepala bayi tidak berada di tengah panggul dengan bagian belakang kepala mengarah ke paha kiri Mom.

3. Posisi posterior

Posisi posterior menjadi posisi bayi dalam perut yang kurang baik untuk melakukan persalinan normal. Karena dalam posisi janin berikut bisa membuat lambatnya proses persalinan dan kontraksi lebih kuat dan lebih lama. Namun masih memungkinkan bila posisi posterior ini berputar jika belum mendekati HPL Mom. 

4. Posisi melintang (transverse

Posisi janin melintang menjadi posisi bayi dalam perut yang berbahaya bagi Janin dan Mom loh. Jadi tidak disarankan untuk melakukan persalinan normal, harus dengan operasi jika sampai mendekati HPL kepala janin tidak segera masuk panggul. Posisi bayi dalam perut melintang ini menjadi bahaya karena posisinya berbaring mendatar dalam rahim Mom sehingga bagian kepala atau bokongnya berada di samping panggul Mom. 

Mengapa Posisi Janin Penting dalam Proses Lahiran? 

Mungkin Mom bertanya, mengapa posisi bayi dalam perut harus diketahui saat menjelang persalinan. Hal ini dikarenakan posisi bayi dalam perut dapat menentukan proses persalinan Mom kelak.

Pasalnya, ada beberapa posisi bayi dalam perut yang menyulitkan Mom untuk dapat melahirkan secara normal, misalnya posisi melintang dan sungsang. Posisi melintang dan sungsang akan berisiko jika bayi dilahirkan secara normal. itulah mengapa dokter menyarankan untuk melahirkan secara operasi caesar. Tentu saja karena dokter atau bidan yang menangani Mom ingin melakukan yang terbaik pada Mom dan calon buah hati.

Bisakah Posisi Bayi dalam Perut Normal saat Menjelang Persalinan? 

Biasanya saat mendekati HPL, posisi bayi dalam perut tidak bisa berubah sendiri Mom. Kecuali dokter atau bidan mencoba untuk mengubah posisi bayi dalam perut Mom dengan beberapa metode berikut : 

Metode External Cephalic Version (ECV), Dimana prosedur ini terjadi untuk mengangkat bokong bayi supaya berada di posisi atas dan 1 orang lagi memberi tekanan lewat dinding perut rahim untuk memutar kepala janin ke depan. Biasanya prosedur ini dilakukan saat Mom memasuki 36 minggu hingga 38 minggu lalu detak jantung bayi akan dipantau untuk memastikannya. 

Lakukan goyangan dengan gym ball, Mom bisa mencoba untuk menggoyangkan pinggul dengan gym ball dibantu oleh Ayah ya Mom. Karena manfaat gym ball sendiri bisa membantu janin cepat masuk panggul Mom. 

Rangsang dengan suara, Dengan adanya suara seperti musik atau coba ajak bicara janin kemungkinan janin untuk bergerak masih memungkinkan Mom. Karena saat janin mendengar adanya suara dari luar saat sudah masuk di 32 atau 36 minggu, potensi dia bergerak dan berubah posisi masih memungkinkan Mom. 

Itu tadi 4 macam posisi bayi yang bisa Mom ketahui ya. Jika Mom merasakan 4 posisi di atas, Mom bisa langsung datang untuk konsultasikan ke dokter kandungan terdekat di Kehamilan Sehat.

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/09/2023

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

08/09/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares