Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tes Kesuburan Pria: Apa Saja Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan? 

tes kesuburan pria

 

Merencanakan kehamilan perlu memperhatikan faktor kesuburan dan kesehatan reproduksi, baik dari wanita maupun pria. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan untuk menilai kesuburan pria adalah analisis sperma. Namun, tes kesuburan pria tidak selalu berhenti pada analisis sperma. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mencari tahu lebih jauh faktor yang mungkin mempengaruhi kesuburan. Namun perlu dipahami, setiap pria dapat memerlukan jenis pemeriksaan atau tes kesuburan yang berbeda. Pemilihannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, riwayat medis, hasil analisis sperma, serta faktor lain yang dinilai dokter. Oleh karena itu, memahami jenis-jenis tes kesuburan pria dapat membantu mengetahui tujuan dari setiap pemeriksaan yang mungkin direkomendasikan. 

Baca juga: Apa Itu Analisa Sperma? Kenali Fungsi dan Waktu Ideal untuk Melakukannya

Kapan pria perlu menjalani tes kesuburan?

Pertimbangan untuk melakukan tes kesuburan pada pria biasanya dilakukan berdasarkan rekomendasi dari dokter saat menjalani program hamil. Biasanya, tes kesuburan disarankan pada pasangan yang belum mendapatkan kehamilan meskipun telah melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi dalam kurun waktu satu tahun. Meski begitu, pemeriksaan pada pria dapat dilakukan lebih awal apabila terdapat kondisi atau riwayat kesehatan yang berpotensi mempengaruhi kesuburan. Misalnya: 

  • gangguan atau cedera pada testis dan area genital
  • memiliki masalah ejakulasi
  • maupun kondisi medis tertentu yang dapat mengganggu produksi atau kualitas sperma.

Selain itu, pria yang memiliki kekhawatiran mengenai kesuburannya juga dapat berkonsultasi dengan dokter. Terutama apabila terdapat perubahan pada fungsi seksual atau riwayat kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi. Semakin tepat waktu pemeriksaan dilakukan, semakin cepat pula faktor yang mungkin mempengaruhi kesuburan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kondisi. 

Jenis tes kesuburan pria yang dapat dilakukan

Menilai kesuburan pria tidak hanya melihat apakah sperma dapat diproduksi, tetapi juga bagaimana kualitas dan fungsi sperma tersebut. Berikut beberapa jenis tes yang dapat dilakukan untuk membantu mengevaluasi kesuburan pria:

1. Pemeriksaan fisik

Sebelum menentukan pemeriksaan lanjutan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi organ reproduksi secara langsung. Bagian yang diperhatikan dapat meliputi testis, epididimis, serta area genital. Dari pemeriksaan ini, dokter dapat menilai apakah terdapat perubahan atau kelainan yang berpotensi berkaitan dengan kemampuan reproduksi pria.

Tidak hanya kondisi fisik, informasi mengenai kesehatan secara keseluruhan juga penting dalam menilai kesuburan. Dokter biasanya akan menggali riwayat penyakit, operasi atau cedera sebelumnya, obat-obatan yang sedang atau pernah dikonsumsi, kebiasaan sehari-hari, serta riwayat gangguan seksual dan reproduksi. Berbagai informasi tersebut membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai faktor yang mungkin berhubungan dengan kesuburan pria.

2. Analisis sperma

Analisis sperma atau analisis semen merupakan salah satu pemeriksaan utama dalam evaluasi kesuburan pria. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menganalisis sampel semen di laboratorium. Beberapa hal yang dapat dinilai melalui analisis sperma meliputi:

  • jumlah atau konsentrasi sperma
  • pergerakan sperma
  • bentuk sperma
  • serta karakteristik semen lainnya. 

Hasil pemeriksaan dari tes analisis sperma dapat membantu dokter mengetahui apakah terdapat masalah pada produksi maupun kualitas sperma.

3. Pemeriksaan hormon

Hormon memiliki peran penting dalam mengatur produksi sperma. Oleh karena itu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan untuk mengetahui kadar hormon tertentu, seperti:

  • Testosteron
  • Follicle-stimulating hormone (FSH)
  • Luteinizing hormone (LH)
  • Prolaktin

Pemeriksaan hormon biasanya dilakukan untuk mengevaluasi fungsi testis atau kondisi lain yang berkaitan dengan gangguan hormonal dan sistem reproduksi pria.

4. USG testis

USG pada organ reproduksi pria dapat dilakukan untuk membantu melihat kondisi testis dan struktur di sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengevaluasi kelainan tertentu, termasuk varikokel atau gangguan struktural lainnya. Jenis pemeriksaan USG yang diperlukan akan disesuaikan dengan kondisi dan hasil pemeriksaan fisik.

5. Pemeriksaan genetik

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan genetik sebagai bagian dari evaluasi kesuburan pria. Pemeriksaan ini terutama dapat dipertimbangkan pada pria dengan jumlah sperma yang sangat rendah atau tidak ditemukan sperma dalam ejakulasi. Pemeriksaan genetik bertujuan membantu mengetahui apakah terdapat faktor genetik yang mungkin berhubungan dengan gangguan produksi sperma.

Apakah tes kesuburan hanya dilakukan pada pria?

Tes kesuburan tentu tidak hanya ditujukan untuk pria. Ketika kehamilan belum kunjung terjadi, kondisi kesuburan sebaiknya dinilai dari kedua pasangan karena peluang terjadinya kehamilan dipengaruhi oleh kesehatan reproduksi wanita dan pria.  Melakukan evaluasi pada kedua pasangan juga membantu dokter melihat kondisi kesuburan secara lebih menyeluruh, sehingga faktor yang mungkin berperan dapat diketahui dan tidak hanya berfokus pada satu pihak. Dengan mengetahui kondisi masing-masing pasangan, pilihan penanganan maupun program kehamilan dapat disusun dengan lebih tepat sesuai kebutuhan.

Konsultasikan tes kesuburan dengan dokter

Tes kesuburan pria dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan reproduksi, terutama ketika pasangan sedang menjalani program kehamilan atau mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Pemeriksaan dapat meliputi analisis sperma, pemeriksaan fisik, hormon, USG, hingga pemeriksaan genetik sesuai indikasi. Setiap pria memiliki kondisi yang berbeda sehingga tidak semua jenis pemeriksaan harus dilakukan. Oleh karena itu, konsultasikan kondisi dan kebutuhan pemeriksaan organ reproduksi dengan dokter spesialis Obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai. Sehingga Mom & Dad bisa mendapatkan pemeriksaan dan informasi yang sesuai dengan kondisi kesuburan.

Sumber Referensi
Cleveland Clinic. (2024). Semen Analysis: Purpose, Procedure & Results. Cleveland Clinic.
Hera Fertility Team. (2026). A Man’s Guide to the Sperm Check Test Kit. Hera Fertility.
Ultrasound Care. (n.d.). Men’s Health Check Ups & Their Importance. Ultrasound Care.

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/08/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

09/08/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Tips Mengatasi Anak yang Susah Minum Obat Puyer 

Tips Mengatasi Anak yang Susah Minum Obat Puyer 

Memberikan obat puyer kepada si Kecil yang sedang sakit terkadang tidak mudah. Rasa pahit, aroma yang khas, atau tekstur obat yang kurang disukai dapat membuat si Kecil menolak bahkan sulit menelannya. Tidak jarang, sebagian obat justru dimuntahkan atau tersisa...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares