Masa 24 jam pertama setelah persalinan merupakan periode yang sangat krusial bagi Mom dan si Kecil, terutama dalam proses menyusui. Pada fase ini, tubuh Mom mulai memproduksi kolostrum, yaitu cairan pertama yang kaya akan antibodi dan nutrisi penting. Meski jumlahnya tidak banyak, kolostrum memiliki manfaat luar biasa untuk membangun sistem imun si Kecil sejak dini.
Namun, tidak sedikit Mom yang merasa bingung atau khawatir karena ASI belum keluar banyak di hari pertama. Padahal, kondisi ini sangat normal. Agar proses menyusui berjalan lebih lancar, ada beberapa tips menyusui 24 jam pertama setelah melahirkan yaitu:
1. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Segera setelah bayi lahir, usahakan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kontak kulit antara Mom dan si Kecil membantu merangsang hormon oksitosin yang berperan dalam produksi ASI. Selain itu, si Kecil secara alami akan mencari puting dan mulai menyusu sendiri. IMD juga membantu mempererat bonding antara Mom dan si Kecil, sekaligus memberikan awal yang baik untuk keberhasilan menyusui selanjutnya.
2. Susui bayi sesering mungkin
Di 24 jam pertama, bayi biasanya akan menyusu 8–12 kali dalam sehari. Jangan menunggu bayi menangis, karena itu tanda lapar yang sudah terlambat. Perhatikan tanda awal lapar seperti membuka mulut, mengisap jari, atau gelisah.
Semakin sering bayi menyusu, semakin cepat produksi ASI meningkat. Ini karena prinsip supply and demand, yaitu semakin sering dikeluarkan, semakin banyak ASI yang diproduksi.
3. Pastikan posisi dan perlekatan sudah tepat
Salah satu kunci keberhasilan menyusui adalah posisi dan perlekatan (latch) yang benar. Mulut bayi harus mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting. Jika perlekatan kurang tepat, bayi bisa kesulitan menghisap ASI dan Mom berisiko mengalami puting lecet. Jika merasa kesulitan menentukan posisi yang tepat saat menyusui, jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga medis atau konselor laktasi.
4. Jangan khawatir dengan jumlah ASI
Banyak Mom merasa cemas karena ASI belum keluar banyak di hari pertama. Perlu dipahami bahwa kolostrum memang hanya diproduksi dalam jumlah sedikit, namun sangat padat nutrisi dan cukup untuk kebutuhan bayi yang masih memiliki lambung sangat kecil. Fokuslah pada frekuensi menyusui, bukan jumlah ASI yang keluar.
5. Hindari pemberian susu formula tanpa indikasi medis
Pada 24 jam pertama, sebaiknya hindari memberikan susu formula kecuali ada indikasi medis dari dokter. Pemberian formula terlalu dini dapat mengganggu proses produksi ASI dan membuat bayi bingung puting (nipple confusion). ASI adalah asupan terbaik untuk si Kecil, terutama di hari-hari awal kehidupannya.
6. Jaga kondisi fisik dan emosional mom
Kondisi tubuh dan pikiran Mom sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Usahakan untuk tetap beristirahat cukup, makan makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup. Selain itu, hindari stres berlebihan. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat penting agar Mom merasa lebih tenang dan percaya diri dalam menyusui.
7. Manfaatkan rawat gabung (rooming-in)
Jika memungkinkan, lakukan rawat gabung, yaitu si Kecil berada dalam satu ruangan dengan Mom selama 24 jam. Hal ini memudahkan Mom untuk menyusui kapan saja bayi membutuhkan, sekaligus membantu Mom lebih peka terhadap tanda lapar bayi. Rawat gabung juga terbukti meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
8. Kenali tanda bayi cukup ASI
Di hari pertama, indikator kecukupan ASI bisa dilihat dari frekuensi buang air kecil dan kondisi bayi. Bayi yang cukup ASI biasanya tampak tenang setelah menyusu, meski masih sering ingin menyusu kembali. Jangan terlalu terpaku pada durasi menyusui, karena setiap bayi memiliki pola yang berbeda.
Penutup
Menyusui di 24 jam pertama setelah persalinan memang bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Mom yang baru pertama kali melahirkan. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan dukungan yang cukup, proses ini bisa berjalan dengan lebih lancar dan menyenangkan.
Ingat, kunci utama keberhasilan menyusui adalah kesabaran, konsistensi, dan kepercayaan diri. Jika Mom mengalami kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic agar mendapatkan pendampingan yang tepat.
Dengan awal yang baik di 24 jam pertama, perjalanan menyusui selanjutnya akan terasa jauh lebih mudah dan penuh makna bagi Mom dan si Kecil.









0 Comments