Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Kenapa Gairah Seksual Menurun pada Wanita Saat Hamil? Kenali 7 Penyebabnya 

penyebab gairah seksual menurun pada wanita

 

Penurunan gairah seksual saat hamil merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan sekitar 56,3% wanita hamil mengalami penurunan gairah seksual selama kehamilan. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh, hormon, dan kondisi emosional ibu hamil, sehingga tidak selalu menandakan adanya masalah dalam hubungan dengan pasangan. Memahami penyebab menurunnya gairah seksual selama kehamilan penting dilakukan oleh Mommils maupun pasangan. Dengan mengetahui penyebabnya, Mommils dan pasangan dapat saling memahami perubahan yang terjadi, memberikan dukungan emosional, menyesuaikan kebutuhan satu sama lain, serta tetap menjaga keintiman dan keharmonisan hubungan sepanjang kehamilan.

Baca juga: Tips & Posisi Berhubungan Intim Saat Hamil Trimester 3 yang Aman dan Tidak Berisiko

Penyebab gairah seksual menurun pada wanita saat hamil

Penurunan gairah seksual selama kehamilan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut dapat membuat sebagian ibu hamil merasa kurang nyaman, lebih mudah lelah, atau kehilangan minat untuk berhubungan intim. Berikut beberapa penyebab yang paling sering menyebabkan menurunnya gairah seks pada ibu hamil:

1. Perubahan hormon selama kehamilan

Perubahan hormon merupakan salah satu penyebab utama menurunnya gairah seksual pada ibu hamil. Pada trimester pertama, peningkatan kadar progesteron, estrogen, dan hCG membuat tubuh masih beradaptasi dengan kehamilan. Akibatnya, banyak ibu hamil mengalami penurunan gairah seksual yang disertai berbagai keluhan, seperti mual, nyeri payudara, mudah lelah, dan perubahan suasana hati. Memasuki trimester kedua, sebagian ibu hamil mulai merasa lebih nyaman karena keluhan mulai berkurang. Pada fase ini, sebagian wanita dapat mengalami peningkatan gairah seksual karena energi tubuh mulai kembali dan aliran darah ke area panggul meningkat. Sementara itu, pada trimester ketiga, gairah seks dapat kembali menurun. Selain kadar progesteron yang tetap tinggi, tubuh juga mulai mempersiapkan proses persalinan sehingga ibu hamil lebih sering mengalami ketidaknyamanan fisik, seperti nyeri punggung, sulit tidur, pembengkakan, hingga rasa cemas menjelang persalinan.

2. Mual dan muntah (morning sickness)

Morning sickness merupakan keluhan yang paling sering dialami pada trimester pertama. Rasa mual, muntah, hingga berkurangnya nafsu makan dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman sepanjang hari. Kondisi ini juga menguras energi sehingga keinginan untuk berhubungan intim menjadi berkurang. Meski demikian, tidak semua ibu hamil mengalami kondisi yang sama. Ketika keluhan mual mulai mereda pada trimester kedua, sebagian ibu hamil mungkin kembali merasa lebih nyaman dan mengalami peningkatan gairah seksual.

3. Tubuh lebih mudah lelah

Selama kehamilan, tubuh bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Jantung memompa darah lebih banyak, metabolisme meningkat, dan tubuh membutuhkan energi tambahan untuk mendukung perkembangan janin. Akibatnya, ibu hamil lebih mudah merasa lelah, mengantuk, atau kehilangan energi. Kelelahan ini paling sering dirasakan pada trimester pertama dan trimester ketiga. Saat tubuh terasa lelah, keinginan untuk berhubungan intim pun dapat berkurang karena ibu hamil lebih membutuhkan waktu untuk beristirahat.

4. Perubahan bentuk tubuh dan citra diri

Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan mengalami berbagai perubahan, seperti perut yang semakin membesar, kenaikan berat badan, payudara yang lebih sensitif, hingga munculnya stretch marks. Perubahan tersebut merupakan bagian normal dari proses kehamilan. Namun, pada sebagian ibu hamil, perubahan bentuk tubuh dapat memengaruhi rasa percaya diri atau citra diri (body image). Perasaan kurang nyaman terhadap penampilan dapat membuat ibu hamil merasa kurang percaya diri saat berhubungan intim sehingga gairah seksual ikut menurun. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kepuasan terhadap citra tubuh berkaitan dengan tingkat gairah seksual selama kehamilan.

5. Ketidaknyamanan saat berhubungan intim

Memasuki trimester kedua dan ketiga, ukuran perut yang semakin besar dapat membuat beberapa posisi berhubungan intim terasa kurang nyaman. Selain itu, sebagian ibu hamil juga dapat mengalami nyeri punggung, nyeri panggul, kram, atau tekanan pada area panggul yang membuat aktivitas seksual tidak senyaman biasanya. Apabila hubungan intim menimbulkan rasa tidak nyaman, Mommils dan pasangan dapat mencoba posisi yang lebih nyaman sesuai usia kehamilan. Jika masih ragu mengenai posisi yang aman atau memiliki kondisi kehamilan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

6. Kekhawatiran terhadap kondisi janin

Tidak sedikit ibu hamil maupun pasangan yang merasa khawatir, hubungan intim dapat membahayakan janin atau meningkatkan risiko keguguran. Kekhawatiran ini sering kali membuat ibu hamil merasa cemas sehingga keinginan untuk berhubungan intim ikut menurun. Padahal, pada kehamilan yang sehat dan tidak memiliki komplikasi, hubungan seksual umumnya aman dilakukan sesuai anjuran dokter. Oleh karena itu, apabila Mommils memiliki kekhawatiran mengenai keamanan berhubungan intim selama kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan agar mendapatkan informasi yang tepat.

7. Perubahan emosional

Selain perubahan fisik, kehamilan juga membawa berbagai perubahan emosional. Fluktuasi hormon dapat membuat suasana hati menjadi lebih mudah berubah, sementara kekhawatiran mengenai kesehatan janin, proses persalinan, hingga kesiapan menjadi orang tua dapat memicu stres atau kecemasan. Kondisi emosional yang kurang stabil dapat mempengaruhi kenyamanan dan keinginan untuk berhubungan intim. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka dengan pasangan sangat penting agar Mommils merasa didukung, dipahami, dan tetap nyaman selama menjalani kehamilan.

Kapan perlu berkonsultasi dengan dokter?

Penurunan gairah seksual selama kehamilan umumnya merupakan kondisi yang normal dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, Mommils sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan apabila penurunan gairah seksual berlangsung dalam waktu yang lama hingga mempengaruhi hubungan dengan pasangan. Bahkan menimbulkan stres atau tekanan emosional, maupun disertai keluhan lain seperti nyeri saat berhubungan intim, perdarahan, atau keluarnya cairan dari vagina.

Melalui konsultasi, dokter dapat memastikan bahwa kondisi kehamilan Mommils dan janin tetap sehat, sekaligus memberikan edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman sesuai usia kehamilan dan kondisi medis yang dimiliki. Dokter juga dapat membantu mencari penyebab keluhan yang dirasakan serta memberikan penanganan atau saran yang sesuai apabila diperlukan.

Apabila Mommils mengalami penurunan gairah seksual selama kehamilan atau memiliki pertanyaan mengenai keamanan berhubungan intim, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan di KS Women and Children Clinic. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi kehamilan secara menyeluruh serta memberikan informasi dan rekomendasi yang tepat agar Mommils dan pasangan dapat menjalani kehamilan dengan lebih nyaman, aman, dan tetap menjaga keharmonisan hubungan.

 

Referensi:

  • Public Health Reviews. Diakses pada 2026. Influence of Pregnancy on Sexual Desire in Pregnant Women and Their Partners: Systematic Review.
  • Reproductive Fertility Center. Diakses pada 2026. Hormonal Shifts and Libido: What Every Expecting Mom Should Know.
  • International Journal of Reproductive BioMedicine. Diakses pada 2026. Factors Influencing Low Sexual Desire and Sexual Distress in Pregnancy.
  • Vitals Vault. Diakses pada 2026. Low Libido in Pregnant Women.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/28/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

07/28/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares